Obesitas Dapat Meningkatkan Perkembangan Sel Kanker, Apa Hubungannya?

Vika Widiastuti, Rosiana Chozanah

Sabtu, 14 September 2019 | 06:45 WIB
Obesitas Dapat Meningkatkan Perkembangan Sel Kanker, Apa Hubungannya?
Ilustrasi obesitas (Shutterstock)

Suara.com - Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penduduk obesitas di Indonesia meningkat dari 14,8% menjadi 21,8% dari rentang waktu 2013-2018.

"Obesitas itu kan timbunan lemaknya ada di tengah tubuh, berisiko menutupi organ-organ penting seperti jantung, ginja, pankreas, hingga paru-paru. Di mana lemaknya banyak, tandanya banyak racun yang bisa menyebabkan inflamasi, yang jika didiamkan bertahun-tahun bisa menyebabkan penyakit diabetes, jantung, hingga hipertensi dan stroke," ujar Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS beberapa waktu lalu.

Selain menyebabkan berbagai penyakit di atas, obesitas juga salah satu faktor penyebab perkembangan sel kanker.

Berdasarkan MD Anderson Cancer Center, penelitian telah menunjukkan kelebihan lemak tubuh meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Termasuk kolorektal, pasca-menopause payudara, rahim, esofagus, ginjal dan pankreas.

Para ahli percaya peningkatan kanker sebagian besar disebabkan oleh peradangan akibat lemak viscera atau lemak yang mengelilingi organ vital.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

"Masalah dengan lemak visceral yang berlebihan ini memengaruhi proses tertentu dalam tubuh. Termasuk bagaimana tubuh mengelola hormon, seperti insulin dan estrogen,” kata Karen Basen-Engquist, Ph.D.

"Semua ini dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker dengan memengaruhi bagaimana dan kapan sel membelah dan mati," lanjutnya.

Kelebihan lemak visceral akan membuat organ vital tidak memiliki banyak ruang untuk oksigen. Dan lingkungan rendah oksigen akan memicu peradangan.

Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap cedera dan penyakit. Misalnya, ketika Anda mendapatkan luka dalam, area di sekitar luka menjadi merah dan menyakitkan untuk disentuh.

baca juga

Peradangan kecil di sekitar area yang terluka ini membantu perbaikan jaringan yang rusak dan membantu proses penyembuhan. Tetapi peradangan jangka panjang yang disebabkan oleh kelebihan lemak visceral dapat merusak tubuh dan meningkatkan risiko kanker.

Ilustrasi kegemukan (obesitas). (sumber: Shutterstock)
Ilustrasi kegemukan (obesitas). (sumber: Shutterstock)

Kanker terjadi ketika sel bereproduksi secara tidak terkendali, merusak sel di sekitarnya dan menyebabkan penyakit. Semakin banyak sel membelah dan bereproduksi, semakin tinggi risiko bahwa ada sesuatu yang salah dan tumor akan terbentuk.

Selain lemak, peradangan yang disebabkan oleh obesitas juga dapat mencegah tubuh merespons insulin dengan baik. Ini disebut dengan resistensi insulin.

Ketika tubuh tidak menanggapi insulin dengan benar, justru akan menghasilkan lebih banyak insulin untuk 'menebusnya'.

Peningkatan insulin karena resistensi insulin memicu peningkatan jumlah sel yang diproduksi, yang dapat menyebabkan kanker.

"Peningkatan insulin juga memengaruhi bagaimana hormon seperti estrogen dikendalikan," kata Basen-Engquist.
"Lebih banyak insulin dapat menyebabkan lebih banyak estrogen yang tersedia, yang meningkatkan risiko kanker."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 19:06 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Health | Rabu, 09 September 2026 | 20:21 WIB

Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?

Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 13:00 WIB

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Health | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Health | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:11 WIB

Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan

Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Terkini

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

×