Hamil, Shandy Aulia Dikritik Terlalu Keras Olahraga, Bahayakah Buat Janin?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Hamil, Shandy Aulia Dikritik Terlalu Keras Olahraga, Bahayakah Buat Janin?
Shandy Aulia [Ismail/Suara.com]

Selama hamil, Shandy Aulia rutin melakukan latihan pilates.

Suara.com - Artis Shandy Aulia dikenal sebagai perempuan yang mencintai olahraga. Tak heran jika kini saat sedang hamil pun ia tidak melewatkan jadwal berolahraganya. Hal ini pun terlihat dari beberapa unggahan di akun Instagramnya, di mana Shandy Aulia tampak tengah melakukan latihan pilates bersama dengan seorang instruktur asing.

Shandy Aulia pilates saat hamil. (Instagram/@shandyaulia)
Shandy Aulia pilates saat hamil. (Instagram/@shandyaulia)

Beberapa unggahan soal olahraganya juga dinilai netizen sedikit ekstrim bagi perempuan hamil, misalnya ketika ia latihan sambil duduk di atas gym ball, atau bersandar di ladder barrel.

Shandy Aulia pilates saat hamil. (Instagram/@shandyaulia)
Shandy Aulia pilates saat hamil. (Instagram/@shandyaulia)

Tapi, karena frekuensi olahraganya yang dinilai berlebihan, Shandy Aulia pun mendapatkan banyak kritik dari para netizen. Bahkan ada yang menyebut bahwa frekuensi olahraganya yang terlalu keras tersebut berisiko membahayakan tumbuh kembang calon bayi yang telah ditunggu-tunggunya selama bertahun-tahun.

Shandy Aulia pilates saat hamil. (Instagram/@shandyaulia)
Shandy Aulia pilates saat hamil. (Instagram/@shandyaulia)

Benarkah? Dan, bagaimana sebenarnya aturan berolahraga pada ibu hamil?

Dokter sesialis kandungan dan kebidanan, Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG (K), mengatakan bahwa olahraga sesungguhnya sangat dianjurkan bagi ibu hamil. Sama sekali tidak tidak ada pelarangan, asal olahraga yang dilakukan bersifat low impact.

"Karena dia harus memenuhi kebutuhan pengenceran darah, artinya ada yang darah yang diencerkan. Kemudian jantungnya juga dilatih agar bisa memompa," ujar dr. Ali di Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Berenang, berjalan, sepeda stastis, diperbolehkan untuk ibu hamil, selama bersifat low impact. Begitupun dengan pilates yang kerap dilakukan Shandy Aulia di pusat kebugaran. Menurut dr. Ali, itu sangat baik untuk melancarkan peredaran darah .

"Aerobik tidak dianjurkan. Kenapa? Karena (high) impactnya. Tapi kalau gerakan ringan, silahkan. Lalu kalau pilates kan senam latihan, yoga melatih pernapasan, kembali tujuannya apa, melatih jantung," jelasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS