Ilmuwan Menganjurkan untuk Tidak Terlalu Banyak Berpikir, Mengapa?

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilmuwan Menganjurkan untuk Tidak Terlalu Banyak Berpikir, Mengapa?
Ilustrasi perempuan sedang melamun, berpikir. (Shutterstock)

Berdasarkan hasil penelitian, orang yang cepat memutuskan memiliki lebih banyak sel di bagian paling depan otak.

Suara.com - Ilmuwan Inggris menemukan orang yang terlalu banyak berpikir justru memiliki ingatan yang lebih buruk dan mereka mungkin juga mengalami depresi.

Penelitian ini dilakukan dari 32 sukarelawan untuk membuat keputusan sulit. Mereka harus melihat dua gambar hitam dan abu-abu yang sangat mirip, lalu harus memutuskan mana yang memiliki warna lebih terang.

Berdasarkan hasil penelitian, orang yang lebih yakin dengan jawaban mereka memiliki lebih banyak sel di bagian paling depan otak (anterior prefrontal cortex).

Bagian otak ini telah dikaitkan dengan banyak gangguan otak dan mental, termasuk autisme.

Studi ini, yang dilansir dari BBC, menunjukkan perbedaan ukuran pada bagian otak ini pada setiap individu berhubungan dengan seberapa banyak mereka berpikir tentang keputusan.

Ilsutrasi lelaki sedang berpikir (Shutterstock)

"Saya pikir ini memiliki implikasi yang sangat penting bagi pasien dengan kesehatan mental yang mungkin tidak memiliki wawasan tentang penyakit mereka sendiri," kata rekan penulis studi, Dr Rimona Weil, dari Institute of Cognitive Neuroscience, UCL.

Di sisi lain, orang yang memunyai kecenderungan merenung juga mengarah pada risiko depresi, kata Psikolog kognitif Dr Tracy Alloway dari University of Stirling.

Ada juga 'memori yang bekerja' yang berhubungan dengan kesehatan mental.

Orang yang memiliki ingatan kerja buruk, 10-15% dari mereka hanya dapat mengingat dua hal, lebih cenderung memikirkan banyak hal dan lebih banyak merenung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS