Kasus Pemberian Obat Kedaluwarsa di Depok, Apakah Berisiko?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Kamis, 03 Oktober 2019 | 19:50 WIB
Kasus Pemberian Obat Kedaluwarsa di Depok, Apakah Berisiko?
Ilustrasi obat kedaluwarsa [shutterstock]

Suara.com - Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, mengatakan kasus pemberian obat kedaluwarsa dari puskesmas ke pasien dinilai sebagai tindakan malapraktik.

Diketahui, sudah ada dua kasus pemberian obat kedaluwarsa di Depok dalam beberapa waktu belakangan ini.

“Yang memberikan obat kedaluawarsa adalah orang-orang puskesmas yang paham tentang kesehatan termasuk obat-obatnya. Maka ketika itu diberikan kepada pasien dan dikonsumsi dan menimbulkan efek yang nggak bagus bagi kesehatan, saya tegaskan itu adalah malapraktik," ujar Hendrik di gedung DPRD Depok, Kamis (03/10/2019).

Ia juga mengatakan, kasus ini adalah sebuah contoh keteledoran dari pihak puskesmas. Hendrik juga menganggap puskesmas sudah melanggar SOP.

“Kan ada SOP memberi obat kepada pasien. Ini pasti nggak dijalankan," katanya.

ilustrasi obat-obatan terlarang. (Shutterstock)
ilustrasi obat-obatan kedaluwarsa (Shutterstock)

Melansir Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), mengonsumsi obat kedaluwarsa dapat menimbulkan risiko.

Produk medis yang kedaluwarsa dapat menjadi kurang efektif atau berisiko karena perubahan komposisi kimia atau penurunan keefektifan obat.

"Setelah tanggal kedaluwarsa berlalu, tidak ada jaminan bahwa obat tersebut akan aman dan efektif," kata Ilisa Bernstein, Pharm.D., JD, Deputy Director of the Office of Compliance di bagian Center for Drug Evaluation and Research.

Ilustrasi obat. (Shutterstock)
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

Obat-obatan kedaluwarsa tertentu berisiko terhadap pertumbuhan bakteri dan antibiotik sub-poten yang bisa saja gagal untuk mengobati infeksi.

baca juga

Hal ini juga dapat mengarah pada penyakit yang lebih serius dan resistensi antibiotik.

"Jika obatmu telah kedaluwarsa, jangan menggunakannya," lanjut Bernstein.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Temuan Obat Kedaluwarsa, Wakil Ketua DPRD Depok: Itu Malapraktik

Soal Temuan Obat Kedaluwarsa, Wakil Ketua DPRD Depok: Itu Malapraktik

Jabar | Kamis, 03 Oktober 2019 | 10:53 WIB

Pasien Paru-paru Basah di Depok Diduga Diberi Obat Kedaluwarsa di Puskesmas

Pasien Paru-paru Basah di Depok Diduga Diberi Obat Kedaluwarsa di Puskesmas

Jabar | Selasa, 10 September 2019 | 10:25 WIB

Soal Kasus Puskesmas Beri Obat Kedaluwarsa, Menkes Nila Angkat Bicara

Soal Kasus Puskesmas Beri Obat Kedaluwarsa, Menkes Nila Angkat Bicara

Video | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:30 WIB

Kasus Obat Kedaluwarsa, Polisi Gandeng BPOM & Dinkes Sidak Puskesmas

Kasus Obat Kedaluwarsa, Polisi Gandeng BPOM & Dinkes Sidak Puskesmas

News | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 10:28 WIB

Terkini

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:35 WIB

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:33 WIB

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni  Infantino sebagai Presiden FIFA

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:25 WIB

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:23 WIB

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:15 WIB

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

Soal Isu Ketum Partai Terlibat Sadap Presiden, Golkar Kaitkan Kasus Lama: Ujungnya Hoaks!

Soal Isu Ketum Partai Terlibat Sadap Presiden, Golkar Kaitkan Kasus Lama: Ujungnya Hoaks!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026

Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:12 WIB

Pembalap Muda Astra Honda Siap Bertarung di Seri Penutup Moto4 Asia Cup Qatar

Pembalap Muda Astra Honda Siap Bertarung di Seri Penutup Moto4 Asia Cup Qatar

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 18:10 WIB

Resmi Mulai Bertugas, 11 Dubes Baru Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo

Resmi Mulai Bertugas, 11 Dubes Baru Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:05 WIB

×