Kopi Protein, Asupan Bernutrisi untuk Para Pecinta Olahraga

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 09 Oktober 2019 | 08:19 WIB
Kopi Protein, Asupan Bernutrisi untuk Para Pecinta Olahraga
Ilustrasi minuman kopi protein. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi kamu pecinta kopi, pasti tahu bahwa tanaman ini hadir dengan ratusan varian rasa yang berbeda-beda. Tapi tahukah kamu bahwa minuman kopi protein ternyata memberi manfaat di dunia kebugaran?

Ya, paduan bubuk protein dan kopi ternyata menawarkan manfaat lain yang mungkin tak terbayangkan oleh kamu sebelumnya. Dilansir dari Medicaldaily.com, kopi protein dapat memberikan energi dan dorongan semangat pada peminumnya. Sedangkan di sisi lain, bubuk protein membantu membangun dan mempertahankan otot yang sehat.

Campuran bubuk protein dan kopi dalam shake atau smoothie ini dapat kamu konsumsi sebelum melakukan olahraga. Kuncinya adalah, memilih produk kopi premium dari merek terkemuka. Setiap porsi shake kopi protein yang enak ini mengandung 115 mg kafein dan juga 15 gram protein. Dengan cara ini, kamu akan menikmati citra rasa otentik di dalam secangkir kopi, ditambah manfaat nutrisi dari protein.

Inilah 9 fakta menakjubkan tentang kopi protein yang harus kamu tahu.

1. Membantu menurunkan berat badan
Untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal, kamu perlu membakar lebih banyak kalori dari yang kamu konsumsi. Dan disitulah manfaat kopi protein.

Pertama, minuman kopi protein ini sangat rendah kalori dan hampir tidak mengandung lemak. Setiap porsi ice shake kopi protein, misalnya, mengandung sekitar 80 kalori.

Kafein yang ditemukan berlimpah dalam kopi protein bertindak sebagai penekan nafsu makan yang membantu kamu mengurangi asupan kalori secara alami.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan metabolisme dari 3 hingga 11 persen. Dan jangan lupa bahwa kafein meningkatkan stamina mental, sehingga kamu dapat mempertahankan rutinitas olahraga untuk penurunan berat badan.

2. Mencegah kehilangan massa otot
Sebagian besar otot yang sehat akan berkontribusi untuk penurunan berat badan, dan juga sebagai kinerja atletik dan kekuatan. Orang yang kuat dan sehat biasanya memiliki otot yang padat. Sayangnya, kehilangan massa otot terjadi secara bertahap karena kurangnya olahraga, mengonsumsi alkohol yang berlebihan, kekurangan gizi, cedera, dan juga penuaan.

Untungnya, kopi yang mengandung protein dapat membantu mencegah kehilangan massa otot, terutama yang berkaitan dengan penuaan. Ketika digunakan bersamaan dengan diet yang sehat dan juga olahraga teratur, kopi protein tidak hanya memperlambat proses kehilangan otot, tetapi juga bisa membalikkannya.

Menurut Healthcare Weekly, strategi terbaik untuk mencegah kehilangan massa otot adalah meminum kopi protein yang mengandung leusin, atau asam amino esensial yang dapat membantu dalam produksi bahan bakar otot dan regenerasi otot.

3. Meredakan nyeri otot

Ilustrasi pegal, cedera usai olahraga. (Shutterstock)
Ilustrasi pegal, cedera usai olahraga. (Shutterstock)

Cedera, radang, dan penumpukan hormon stres dapat membuat otot, tendon, dan jaringan di sekitarnya mengalami rasa sakit yang hebat.

Kombinasi kopi dan bubuk protein telah ditemukan untuk membantu meringankan sakit otot, kejang, dan rasa sakit, terutama setelah latihan yang berat atau sedang melakukan sesi latihan. Dan ada alasan kuat di balik manfaat luar biasa ini.

Kopi adalah senyawa katabolik, yang berarti membantu memecah dan melepaskan energi yang dibutuhkan oleh otot. Sayangnya, ini dapat menyebabkan akumulasi kortisol, hormon stres yang terkenal.

Bubuk protein, di sisi lain, memiliki sifat anabolik. Yaitu, itu membantu membangun kembali dan memulihkan energi yang hilang dari jaringan otot. Ini adalah keseimbangan dari bubuk kopi dan protein yang sangat baik untuk otot yang sakit.

4. Meningkatkan kewaspadaan mental dan fungsi kognitif
Bukan rahasia besar bahwa kafein adalah penguat fungsi otak yang hebat. Itulah sebabnya sebagian besar dari kita tidak dapat memulai hari tanpa secangkir kopi. Ingat, protein tertentu seperti leusin (ditemukan dalam bubuk whey) dan kafein sering memicu peningkatan produksi hormon perasaan bahagia, seperti melatonin dan serotonin dalam tubuh.

Melatonin membantu kamu tertidur lebih cepat dan tidur lebih lama. Sedangkan serotonin adalah neurotransmitter, yang dapat memengaruhi berbagai fungsi kognitif, termasuk suasana hati, daya ingat, libido, nafsu makan, dan juga perilaku sosial. Ini juga dapat membantu memulihkan keadaan, ketenangan, dan relaksasi.

Ada pula yang mengatakan kopi protein dapat membantu mencegah kondisi kognitif seperti alzheimer, demensia, dll, terjadi. Sebuah studi tahun 2002 menemukan bahwa kopi dapat mengurangi risiko mengembangkan penyakit alzheimer hingga 65 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari Bangun Siang, Segarkan Diri di Hari Minggu Baiknya dengan Olahraga

Hindari Bangun Siang, Segarkan Diri di Hari Minggu Baiknya dengan Olahraga

Health | Senin, 07 Oktober 2019 | 16:25 WIB

Olahraga Lari Sudah Jadi Gaya Hidup

Olahraga Lari Sudah Jadi Gaya Hidup

Video | Kamis, 03 Oktober 2019 | 07:00 WIB

Tanda Olahraga Efektif Adalah Berkeringat, Benarkah?

Tanda Olahraga Efektif Adalah Berkeringat, Benarkah?

Health | Rabu, 02 Oktober 2019 | 10:15 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB