Keren, Taman Bermain Khusus Bikin Anak Difabel Bisa Main dengan Aman

M. Reza Sulaiman

Rabu, 09 Oktober 2019 | 11:05 WIB
Keren, Taman Bermain Khusus Bikin Anak Difabel Bisa Main dengan Aman
Ilustrasi taman bemain khusus anak difabel. (Pixabay/laterjay)

Suara.com - Keren, Taman Bermain Khusus Bikin Anak Difabel Bisa Main dengan Aman

Anak difabel memiliki keterbasan yang membuatnya tidak bisa menikmati taman bermain dengan penuh. Karena itu, adanya taman bermain khusus anak difabel membawa kelegaan bagi orangtua.

Olenka Villareal, imigran asal Ukraina yang pindah ke California, menyadari bahwa putri bungsunya Eva yang memang berkebutuhan khusus, mengalami kesulitan ketika bermain bersama teman-temannya di taman bermain.

Undang-Undang Disabilitas Amerika memang memandatkan taman bermain di Amerika dapat diakses oleh anak-anak penyandang cacat atau difabel, tetapi faktanya sebagian taman hanya berupaya memenuhi aturan undang-undang ini secara minimal.

"Taman bermain yang ada memang dapat dimasuki kursi roda, tetapi penggunanya dapat terjungkal," komentar Olenka, dilansir VOA Indonesia, Rabu (9/10/2019).

Olenka Villareal mengatakan selain terjungkal, kursi roda juga kerap tersangkut di batang kayu dan banyak perosotan anak terlalu curam untuk didaki tanpa bantuan.

"Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya duduk di sini, sementara anak-anak lain berlari-lari melewati mereka. Ini karena anak-anak berkebutuhan khusus tidak dapat mengangkat diri mereka sendiri tanpa bantuan," jelasnya.

Taman bermain khusus difabel di California, Amerika Serikat. (Dok. VOA Indonesia)
Taman bermain khusus difabel di California, Amerika Serikat. (Dok. VOA Indonesia)

Itulah sebabnya Olenka mendatangi pemerintah kota, yang kemudian memberinya sebidang tanah untuk taman bermain inklusif, jika ia dapat membangunnya. Selama tujuh tahun Olenka, bersama tim-nya, mengumpulkan empat juta dolar untuk membangunnya dan pada tahun 2015 taman bermain untuk anak berkebutuhan khusus itu pun dibuka. Taman bermain inklusif yang baru itu dibuat dari kayu.

"Dibuat dari kayu bagi anak-anak yang tidak dapat melihat atau penderita autisme, di mana menyentuh kayu merupakan hal penting bagi mereka," terang Olenka.

baca juga

Ada sebuah rumah kecil yang cukup bagi anak-anak dan orangtua jika mereka tidak nyaman bermain sendiri. Juga tempat khusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan penghlihatan dan mengidap gangguan tingkah laku dan kognitif.

Tempat itu mengeluarkan suara berbeda setiap tiga puluh detik dan anak-anak merasa seperti tercebur di genangan air, berjalan di salju, jatuh di dedaunan atau menginjak es. Ada pula perosotan anak-anak yang dibuat Olenka karena terinspirasi putri kecilnya Eva.

"Anak-anak yang menggunakan kursi roda tetap dapat meluncur ke bawah dan menunggu orangtua atau saudara mereka membawakan kursi rodanya," ungkapnya lagi.

Pembangunan taman ini membutuhkan waktu lima tahun dan konsultasi berulangkali dengan para orangtua, psikolog, arsitek, dan seniman lanskap. Tetapi ketika dibuka tahun 2015, taman bermain in menjadi pembicaraan banyak orang, di mana lebih dari 25.000 orang mengunjungi taman ini setiap bulan. Salah seorang di antaranya adalah Nidmalam Gevati, yang datang dari Nepal ke California untuk mendapat ilham dan menciptakan taman bermain serupa di tanah airnya.

Taman bermain khusus difabel di California, Amerika Serikat. (Dok. VOA Indonesia)
Taman bermain khusus difabel di California, Amerika Serikat. (Dok. VOA Indonesia)

"Ada begitu banyak sentuhan yang dapat dirasakan dan dipelajari. Sebuah taman bermain seperti ini sangat penting karena Anda bisa keluar rumah dan terpapar lingkungan luar, serta berteman!" kata Nidmala.

Melihat keberhasilan Magical Bridge Playground, Olenka Villareal memutuskan memperluas taman bermain itu. Pada tahun 2016 ia dan tim-nya memulai Magical Bridge Foundation untuk mengumpulkan uang guna membantu masyarakat di daerah lain untuk membangun taman bermain inklusif serupa.

"Tahun ini kami diundang ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dan taman bermain kami menjadi contoh taman bermain inklusif bagi semua," tutup Olenka.

Wah, kapan ya taman bermain inklusif seperti ini hadir di Indonesia? [VOA Indonesia]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anjing Terapi Ini Suka Jalan-jalan ke Disneyland, Gayanya Bikin Gemas

Anjing Terapi Ini Suka Jalan-jalan ke Disneyland, Gayanya Bikin Gemas

Lifestyle | Minggu, 29 September 2019 | 15:54 WIB

Penuhi Permintaan Anak, Ayah Ini Bangun Roller Coaster di Halaman Rumah

Penuhi Permintaan Anak, Ayah Ini Bangun Roller Coaster di Halaman Rumah

Lifestyle | Minggu, 01 September 2019 | 17:00 WIB

Penggemar Wahana Ekstrem, Ini 6 Rahasia di Balik Desain Roller Coaster

Penggemar Wahana Ekstrem, Ini 6 Rahasia di Balik Desain Roller Coaster

Lifestyle | Rabu, 07 Agustus 2019 | 14:46 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×