Array

Dikenal sebagai Hormon Cinta, Apa Kelebihan dan Kekurangan Oksitosin?

Vika Widiastuti Suara.Com
Senin, 21 Oktober 2019 | 07:25 WIB
Dikenal sebagai Hormon Cinta, Apa Kelebihan dan Kekurangan Oksitosin?
Ilustrasi pasangan romantis. [shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi pada 2012 di National Institute of Health (NIH) mengungkapkan bahwa pasangan memiliki tingkat oksitosin yang tinggi dalam tubuh mereka pada tahap awal hubungan.

Hormon cinta ini bermanfaat untuk meningkatkan hubungan karena memengaruhi tingkat kepercayaan, empati, kesetiaan, komunikasi positif, dan ikatan. Bersamaan dengan oksitosin, dopamin dan serotonin juga dilepaskan yang berdampak positif pada perilaku seseorang. Keduanya merupakan hormon bahagia.

Menurut jurnal Cell Press, Tingkat tinggi oksitosin bisa membuat orang merasa santai, menimbulkan kepercayaan, menurunkan stres, serta kecemasan.

Berdasakan penelitian lain yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America  (PNAS), oksitosin juga bertanggung jawab atas komunikasi yang terjadi antara dua pasangan romantis.

Sementara itu, dilansir dari thehealthsite, pada penderita autisme yang mengalami kesulitan memahami dan merespons petunjuk. Hal ini kemungkinan karena rendahnya tingkat oksitosin.

Ungkapan kasih sayang ibu (shutterstock)
Ungkapan kasih sayang ibu (shutterstock)

Bukan itu saja, menurut studi baru NIH, ibu yang memiliki tingkat oksitosin yang tinggi, lebih mungkin terlibat dalam perilaku pengasuhan yang penuh kasih sayang. Perilaku pengasuhan tersebut akan meningkatkan kadar oksitosin pada anak-anaknya. Hal ini tidak terbatas pada ibu atau ayah biologis, tetapi juga orang tua asuh.

Pada tubuh, hormon ini bisa memengaruhi kesehatan merangsang produksi dan kesehatan sperma pada laki-laki. Sementara, pada wanita hormon ini memicu persalinan dan merangsang produksi ASI.

Namun, hormon ini bukan tanpa kekurangan. Bersamaan dengan terciptanya ikatan, oksitosin juga menciptakan 'favorit'. Bahkan pada ibu, hormon ini bisa mendorong prasangka bersamaan dengan kepercayaan.

Selain itu, hormon ini bisa menghasilkan perasaan iri dan ketidakjujuran. Namun, para ahli sepakat, penelitian lebih lanjut untuk mengetahuinya lebih dalam.

Baca Juga: Ingin Orgasme Intens? Dongkrak Hormon Cinta dengan 8 Cara Alami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI