Viral Cerita Ibu Tenggelamkan Bayinya di Bak Mandi, Ini Gejala Depresinya

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Senin, 21 Oktober 2019 | 14:30 WIB
Viral Cerita Ibu Tenggelamkan Bayinya di Bak Mandi, Ini Gejala Depresinya
Seorang ibu sedang memegang kaki bayinya. [shutterstock]

Suara.com - Viral Cerita Ibu Tenggelamkan Bayinya di Bak Mandi, Ini Gejala Depresinya

Dukungan positif untuk ibu yang baru saja melahirkan adalah hal yang sangat penting. Begitu banyak kasus kekerasan yang dilakukan ibu pada bayi mereka, karena tak mendapat dukungan positif dari orang-orang di sekitarnya.

Salah satunya seperti yang dikisahkan oleh akun Twitter @junantos. Dalam postingan panjangnya yang viral, yang sudah mendapatkan lebih dari 9 ribu likes, serta diretweet lebih dari 16 ribu kali, ia membagikan kembali kisah yang ia dapat dari sebuah grup WhatsApp.

"Jadi ceritanya si ibu bunuh bayinya sendiri dengan meneenggelamkannya di bak mandi. Terus ditanyalah ama psikolog, kenapanya..Dari awal hamil, si ibu nih udah khawatir bakal ga becus jd ibu dll. dia cerita ke suaminya. Tapi tanggapan suaminya acuh dan bilang harusnya dia bahagia menyambut kehamilan tersebut seperti perempuan lain pada umumnya, ga usah lebay!" tulis postingan tersebut.

Hari demi hari kehamilan, perasaan yang dirasakan ibu tersebut semakin berat. Namun ia takut untuk menceritakan hal tersebut ke suaminya lagu karena bukannya menenangkan, dirinya pasti akan dimarahi.

Hingga akhirnya ibu tersebut melahirkan dan bebannya semakin sulit dirasa. Mulai dari bayi yang sering menangis, kurangnya waktu tidur, kelelahan dan menghadapi berbagai komentar negatif dari orang-orang di sekitarnya, membuat ibu tersebut sering mendengar bisikan-bisikan yang menyuruhnya mengirim buah hatinya kembali ke surga, karena dia harus diurus oleh ibu yang tak becus.

"Awalnya si ibu tepis, dia curhat ke tetangga, tapi kata tetangga, dia cuma kurang iman! Suatu saat si suami libur kerja, si ibu minta tolong agar suami jagain anaknya. Dy pingin tidur sebentar. Tetapi si suami menolak," tulis kisah itu.

Hingga ia pun ditinggal tidur oleh suaminya dan melihat bayinya gerah berkeringat. Si ibu pun berinisiatif memandikan bayinya. Dan kembali bisikan itu datang lagi. Ia mendengar, bisikan tersebut menyuruhkan meletakkan bayinya di dalam bak berisi air supaya buah hatinya tersebut tenang dan tak menangis lagi. Karena lelah, ibu tersebut pun menuruti bisikan tadi.

"Dia lega, akhirnya anaknya sudah berhenti menangis, akhirnya dia bisa istirahat, tidur pulas. Ia bangun karena suara si suami yang hsteris dari kamar mandi sambil gendong bayinya yang udah ga bernyawa lagi. Pas ditanya psikolog tentang perasaannya, si ibu bilang, lega," lanjut tulisan tersebut.

"Lega, akhirnya si suami punya inisiatif sendiri menggendong anakya tanpa diminta. Lega, akhirnya si bayi udah ga rewel, bahkan tenang karena sudah dikirimnya ke surga dr pada diurus ibu ga becus macam dia yang produksi ASI aja ga mampu. Lega, akhirnya dia bisa istirahat setelah lelah sekian lama. Dan lega, akhirnya curhatan dia ada yang mendengarkan dan tidak ada penghakiman," tutup kisah tersebut.

Berdasarkan kisah tersebut, dikutip dari Hello Dokter, ibu tersebut mungkin mengalami psikosis postpartum. Sebuah penyakit mental serius dan jarang terjadi, yang dapat menyerang perempuan yang baru menjadi ibu. Psikosis postpartum biasanya mulai terjadi beberapa hari atau minggu setelah melahirkan dan bisa tiba-tiba terjadi.

baca juga

Psikosis postpartum lebih mirip dengan gangguan bipolar dan manic depression, dibandingkan dengan depresi.

Setiap kasus psikosis postpartum memiliki gejala yang berbeda, tapi gejala yang umum terjadi yaitu:

- Mendengar suara dan melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi)
- Perubahan mood yang ekstrim (mood swings)
- Perilaku manik, seperti membersihkan rumah pada tengah malam
- Merasa terputus dari kenyataan
- Merasa bingung, mungkin tidak mengenali teman atau keluarga
- Berkhayal, percaya pada hal yang tidak benar atau tidak logis.

Saat mengalami gejala tersebut, Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan sesegera mungkin. Jika kondisi tidak ditangani, halusinasi dan khayalan dapat membuat Anda melakukan hal yang tidak akan Anda pikirkan dalam keadaan sehat. Hal ini dapat membahayakan hidup Anda dan bayi Anda.

Dalam Twitternya, @junantos berpesan, agar setiap orang bisa lebih menjaga mulut dan ucapan mereka, terutama pada ibu yang baru saja melahirkan.

"Hari ini mental kebanyakan ibu-ibu mulai melemah bukan karna gk berusaha membentengi diri tapi karna banyak mulur dan respon jahat di luar sana yg gk bisa mereka cegah untuk dengar. Kalo kita gak bisa menyumbang untuk perbaikan mental org lain, minimal kita gak jadi racun," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tersesat di Jalan Sempit dan Berliku, Potret Bus Ini Bikin Heran

Tersesat di Jalan Sempit dan Berliku, Potret Bus Ini Bikin Heran

Otomotif | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 13:26 WIB

Ditertawakan karena Salah Ketik, Motivator Aniaya 10 Siswa dalam Kelas

Ditertawakan karena Salah Ketik, Motivator Aniaya 10 Siswa dalam Kelas

News | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 13:30 WIB

Viral! Motivator Tampar Lima Siswa SMK di Acara Seminar

Viral! Motivator Tampar Lima Siswa SMK di Acara Seminar

Jatim | Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:10 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB