Makan Keju Tingkatkan Risiko Kanker Prostat, Ini Alasannya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 22 Oktober 2019 | 11:15 WIB
Makan Keju Tingkatkan Risiko Kanker Prostat, Ini Alasannya
Ilustrasi keju susu (Shutterstock).

Suara.com - Beberapa orang senang menambahkan keju dan mentega dalam makanannya. Padahal dua bahan makanan tersebut bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan.

Ilmuwan Amerika Serikat telah meneliti data 47 studi yang mengamati pola makan lebih dari satu juta pria. Para ilmuwan berusaha mencari hubungan kebiasaan makan keju dan mentega dengan kondisi kesehatan seseorang.

Hasilnya, dilansir dari The Sun, orang yang sering mengonsumsi makanan produk susu, seperti keju, susu, mentega dan yogurt berisiko 76 persen menderita kanker prostat.

Sementara mereka yang menjalani pola hidup vegan, risiko kanker prostat justru turun sekitar seperlima. Karena itu, para ahli berpikir bahwa produk susu dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan dan kalsium yang berkaitan dengan tumor prostat.

Terbukti, penyakit kanker prostat ini cukup tinggi di negara Barat dibandingkan Asia yang asupan susunya lebih rendah. Setiap tahun sekitar 47 ribu pria di Inggris didiagnosis kanker prostat yang menyebabkan 11 ribu kematian.

Ilustrasi keju cheddar. [Shuttestock]
Ilustrasi keju cheddar. [Shuttestock]

Peneliti utama dr John Shin dari AS lantas menyoroti hubungan konsumsi produk susu yang tinggi dengan kesehatan prostat. Penelitian ini sekaligus membuktikan manfaat pola makan nabati.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Osteopathic Association menyebutkan pria diresepkan obat penurun kalsium untuk mengurangi risiko kanker prostat.

"Karena produk susu kaya akan kalsium ini meningkatkan kemungkinan kalsium memainkan peran penting dalam hubungan antara susu dan kanker prostat," jelasnya.

Oleh karenanya, makan banyak buah dan sayuran terkait pengurangan risiko penyakit sebesar 19 hingga 59 persen. Dokter Shin pun mengatakan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami sifat dan kekuatan asosiasi.

"Tampaknya tidak ada hubungan jelas antara peningkatan risiko kanker prostat dan peningkatan konsumsi jenis makanan hewani lainnya, termasuk daging, ikan dan telur," jelasnya.

Ilustrasi orang sakit kanker prostat (shutterstock)
Ilustrasi orang sakit kanker prostat (shutterstock)

Namun, para ahli Inggris mengatakan terlalu dini untuk menyarankan para pria menghindari produk susu. Hal itu karena belum tentu produk susu yang menjadi penyebab utama kanker prostat.

Menurut Tom Sanders, profesor emeritus nutrisi dan dietetika King's College London, kegemukan salah satu faktor yang paling kuat menjadi penyebab kanker prostat.

Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak dekat kandung kemih yang menghasilkan komponen air mani yang menyehatkan sperma. Penyakit ini adalah kanker yang paling umum menyerang pria di Inggris dan diperkirakan satu dari delapan akan berkembang di beberapa titik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khusus Pecinta Keju, Ternyata Makanan Ini Bisa Picu 5 Risiko Kesehatan!

Khusus Pecinta Keju, Ternyata Makanan Ini Bisa Picu 5 Risiko Kesehatan!

Health | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 12:25 WIB

Nekat Hapus Tato Pakai Parutan Keju, Pria Ini Terkena Tetanus!

Nekat Hapus Tato Pakai Parutan Keju, Pria Ini Terkena Tetanus!

Health | Kamis, 03 Oktober 2019 | 13:15 WIB

Top 5 Berita Kesehatan: Salmafina Sedot Lemak, Penyebab Lain Kanker Prostat

Top 5 Berita Kesehatan: Salmafina Sedot Lemak, Penyebab Lain Kanker Prostat

Health | Senin, 30 September 2019 | 09:18 WIB

Waduh, Gangguan Kesuburan Bisa Bikin Lelaki Kena Kanker Prostat?

Waduh, Gangguan Kesuburan Bisa Bikin Lelaki Kena Kanker Prostat?

Health | Senin, 30 September 2019 | 05:00 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB