Belajar dari Adik Barbie Kumalasari, Rutin Minum Teh Cegah Tumor Payudara

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Belajar dari Adik Barbie Kumalasari, Rutin Minum Teh Cegah Tumor Payudara
Barbie Kumalasari [Sumarni/Suara.com]

Perempuan yang rutin minum teh menurunkan risiko tumor payudara seperti yang diderita adik Barbie Kumalasari.

Suara.com - Barbie Kumalasari baru-baru ini menceritakan kondisi adiknya yang sedang menderita tumor payudara. Ia mengatakan sang adik memiliki empat tumor di payudara yang membuatnya merasa sedih.

"Baru tiga hari ini, adikku masuk rumah sakit dan baru tadi siang pulang dari rumah sakit. Karena, di payudaranya numbuh tumor ada empat biji dan usianya masih 21 tahun," kata Barbie Kumalasari dalam channel Youtube Jessica Iskandar.

Apalagi adik Barbie Kumalasari masih berusia 21 tahun dan sudah menjalani operasi tumor payudara sebanyak 10 kali sejak tahun lalu.

"Sebenarnya tahun lalu itu sudah sempat operasi dan dibuang juga, tapi masih ada satu. Sekarang ada empat, jadi ada lima kan. Nah, kemarin di bulan Desember itu ada lima dan dioperasi di kanan sama kiri. Jadi, total sudah 10 kali operasi," jelasnya.

Perlu diketahui, tumor payudara seperti yang diderita adik Brabie Kumalasari ini bisa disebabkan oleh infeksi, cedera, pertumbuhan non-kanker dan kanker. Umumnya, kanker payudara tidak menimbulkan rasa sakit pada payudara.

ilustrasi tumor payudara (shutterstock)
ilustrasi tumor payudara (shutterstock)

Tumor payudara pun bisa menyerang siapa pun meski tak memiliki keturunan. Namun, melansir dari hellosehat, sebuah penelitian menemukan risiko tumor payudara cenderung menurun pada wanita yang rajin minum teh daripada yang tidak.

Sebuah penelitian dalam jurnal Human Molecular Genetics tahun 2017 menemukan ada kemungkinan perubahan aktivitas gen pada tubuh wanita yang rutin minum teh. Perubahan yang terjadi itupun berkaitan erat dengan kadar hormon estrogen wanita.

Selain itu, setiap orang memiliki susunan gen di dalam tubuh dan masing-masing bertugas mengatur cara kerja setiap organ tubuh. Tetapi, tidak semua gen di dalam tubuh orang bersifat aktif. Hal itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan, gaya hidup hingga pola makan.

Ilustrasi minum teh. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi minum teh. (Sumber: Shutterstock)

Menurut para ahli, rutin minum teh bisa mengaktifkan gen yang bertugas untuk mengendalikan kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita. Dengan demikian, perubahan yang terjadi akan membuat gen memerintah tubuh untuk membatasi produksi estrogen.

Oleh karenanya, wanita yang rutin minum teh bisa mencegah tumbuhnya tumor payudara, khususnya akibat produksi estrogen berlebihan. Meski begitu, para ahli masih perlu memahami hubungan antara nutrisi dalam teh dengan perubahan gen di tubuh wanita.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS