Ketahui 5 Mitos Kanker Payudara, Ini Fakta Sesungguhnya!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 04 November 2019 | 15:05 WIB
Ketahui 5 Mitos Kanker Payudara, Ini Fakta Sesungguhnya!
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Suara.com - Kanker payudara termasuk jenis kanker yang bisa menyerang perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini pun bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti gaya hidup, riwayat kanker keluarga dan lainnya.

Sayangnya, banyak pula mitos tentang kanker payudara yang beredar di tengah masyarakat dan mereka memercayainya sebagai fakta. Hal itu terutama beberapa hal yang dianggap sebagai penyebab kanker payudara.

Melansir dari Asia One, berikut ini 5 mitos tentang kanker payudara yang sudah seharusnya Anda abaikan.

Mitos 1: Tidak pakai bra yang kencang bisa menyebabkan kanker payudara

Sejumlah orang memercayai bahwa penggunaan bra yang kurang kencang akan memicu kanker payudara. Faktanya, penggunaan bra terlalu ketat di bagian bawah bisa menyebabkan penumpukan racun dalam jaringan payudara yang memancing perkembangan kanker payudara.

Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)

Mitos 2: Mammogram tidak aman karena menyebab radiasi

Faktanya, mammogram justru standar yang paling baik untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Bahkan, peralatan mamografi modern mampu menghasilkan gambar payudara berkualitas tinggi dengan radiasi dosis rendah.

Mitos 3: Konsumsi susu meningkatkan kanker payudara

Banyak orang menghubungkan asupan susu dengan risiko kanker payudara. Sebenarnya pengaruh makanan dan minuman dengan risiko kanker payudara masih banyak biasnya.

baca juga

Contohnya, orang yang mengonsumsi susu dan daging maupun makanan berlemak tinggi mungkin saja dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, susu bukanlah sumber utama penyebab kanker payudara.

Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Mitos 4: Penggunaan antiperspiran memicu kanker payudara

Ada rumor bahwa penggunaan antiperspiran ketiak, terutama yang mengandung garam alumunium dan bahan kimia seperti paraben, dapat diserap dalam kelenjar getah bening dan payudara.

Oleh karenanya, orang berpikir antiperspiran ketiak bisa memicu pertumbuhan kanker payudara. Faktanya, belum ada penelitian resmi yang menunjukkan hubungan antara penggunaan antiperspiran dan kanker payudara.

Mitos 5: Hanya orang dengan riwayat keluarga kanker payudara yang paling berisiko

Faktanya, hanya ada sekitar 5-10 persen kasus kanker payudara yang dipengaruhi oleh riwayat penyakit keluarga. Sebanyak 90-95 persen kasus kanker payudara merupakan kebetulan.

Riwayat keluarga hanya meningkatkan risiko kanker payudara seseorang. Tetapi, tidak menutup kemungkinan orang tanpa riwayat penyakit keluarga bisa menderita kanker payudara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Kegemukan dan Obesitas di Jepang Bisa Dipidana, Mitos atau Fakta?

Orang Kegemukan dan Obesitas di Jepang Bisa Dipidana, Mitos atau Fakta?

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 07:05 WIB

Khusus Perempuan, 5 Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Tubuh!

Khusus Perempuan, 5 Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Tubuh!

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 09:05 WIB

Manfaat Aktif Bergerak di Tempat Fitnes untuk Mencegah Kanker Payudara

Manfaat Aktif Bergerak di Tempat Fitnes untuk Mencegah Kanker Payudara

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 06:30 WIB

Seperti Ayah Beyonce, Pria juga Bisa Terserang Kanker Payudara

Seperti Ayah Beyonce, Pria juga Bisa Terserang Kanker Payudara

Health | Kamis, 31 Oktober 2019 | 13:01 WIB

Terkini

Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable

Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Bikin Matte Seharian! 4 Sunscreen Korea Oil Control untuk Kulit Berminyak

Bikin Matte Seharian! 4 Sunscreen Korea Oil Control untuk Kulit Berminyak

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:35 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar

IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Micellar Water Wardah Pink untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pengguna

Micellar Water Wardah Pink untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027

Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:31 WIB

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:14 WIB

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB

×