Bocah 8 Tahun Gagal Ginjal akibat Terinfeksi E. Coli dari Pemandian Umum

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 08 November 2019 | 15:11 WIB
Bocah 8 Tahun Gagal Ginjal akibat Terinfeksi E. Coli dari Pemandian Umum
Kolam renang umum (Pixabay/pixabairis)

Suara.com - Seorang gadis kecil berusia 8 tahun bernama Sadie Cameron asal Fargo, North Dakota, Inggris, menderita penyakit ginjal langka setelah berenang di kolam renang umum.

Menurut ibunya, insiden ini terjadi sejak Juli lalu. Sepulangnya Sadie dari pemandian umum tersebut, gadis kecil itu mengeluh sakit perut dan mulai muntah-muntah.

Sadie dilarikan ke rumah sakit dan dokter mendiagnosisnya dengan Shiga Toxin-producing E. coli (STEC), yaitu sebuah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.

Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya. Tetapi beberapa dapat menghasilkan toksin yang kuat, yang disebut toksin Shiga, dan dapat merusak lapisan usus halus.

Infeksi terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan kotoran manusia atau hewan. Bisa juga terjadi saat seseorang memakan makanan atau minum air yang terkontaminasi.

Dokter menduga Sadie terinfeksi E. coli saat dia berada di kolam renang umum.

Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]
Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]

"Satu hari dapat membuat perbedaan yang besar. Seperti membuat hidup kami terbalik," kata Katie, ibu dari Sadie.

Dua hari kemudian, pada 19 Juli 2019, kondisi Sadie justru bertambah buruk dan harus dirawat di Sanford Medical Center akibat mengalami gejala diare.

Dokter mengatakan Sadie mengalami dehidrasi parah hingga ia harus diinfus.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan kondisi sadie makin parah dan mendiagnosisnya lagi dengan Sindrom Hemolitik Uremik (SHU).

SHU adalah salah satu jenis gagal ginjal, ditandai dengan kerusakan trombosit darah dan sel darah merah yang abnormal.

Sel-sel darah yang rusak ini dapat menyumbat sistem penyaringan ginjal, yang mengakibatkan gagal ginjal, menurut Mayo Clinic.

Melansir Daily Mail, siapa saja dapat terinfeksi bakteri ini, namun umumnya terjadi pada anak kecil.

Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Sadie dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif Andak di Sanford Children's Hospital di Sioux Falls, sehingga dapat memulai dianalisis.

"Itu cukup menakutkan. Ini cukup membuat trauma ketika terjadi pada anakmu sendiri," sambung Katie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikira Gejala Menopause, Ternyata Wanita Ini Derita ISK dan Sepsis

Dikira Gejala Menopause, Ternyata Wanita Ini Derita ISK dan Sepsis

Health | Kamis, 07 November 2019 | 14:29 WIB

Infeksi Langka, Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini

Infeksi Langka, Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini

Health | Kamis, 07 November 2019 | 13:34 WIB

Seorang Pria Meninggal setelah Digigit Serangga, Ternyata Ini Penyebabnya

Seorang Pria Meninggal setelah Digigit Serangga, Ternyata Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 06 November 2019 | 20:09 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB