Deteksi Dini Kanker Serviks di Rumah Tingkatkan Kewaspadaan Perempuan

M. Reza Sulaiman

Rabu, 13 November 2019 | 10:55 WIB
Deteksi Dini Kanker Serviks di Rumah Tingkatkan Kewaspadaan Perempuan
Ilustrasi pemeriksaan kanker serviks. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Deteksi Dini Kanker Serviks di Rumah Tingkatkan Kewaspadaan Perempuan

Deteksi dini kanker serviks penting bagi perempuan untuk mencegah terserang kanker serviks. Sebabnya, kanker serviks masih menjadi penyebab kematian utama bagi perempuan di dunia.

Kekinian, pemeriksaan non-invasif di rumah disebut mampu meningkatkan kewaspadaan dan keterlibatan perempuan dalam pemeriksaan kanker serviks. Hal ini merupakan temuan dari penelitian yang dipresentasikan baru-baru ini di sebuah konferensi kanker.

Dilansir VOA Indonesia, pemeriksaan baru yang non-invasif baru untuk pra-kanker serviks, yang disebut tes S5, bisa dilakukan di rumah dan didasarkan pada sampel urin atau swab vagina yang bisa dilakukan perempuan di rumah dan dikirim ke laboratorium.

Para peneliti mengamati perubahan dalam DNA yang terkait dengan gen manusia dan empat jenis human papillomavirus (HPV) yang paling berbahaya, infeksi seksual menular yang banyak terkait kanker serviks.

Prosedur ini dikembangkan oleh Belinda Nedjai dari Molecular Epidemiology Lab di Queen Mary University untuk perempuan yang tidak kembali ke klinik setelah hasil tes menunjukkan abnormal. Ini kata Nedjai biasanya terjadi para perempuan lanjut usia yang merasa pemeriksaan lanjutan menyakitkan.

Tetapi tes ini tidak sedemikian invasifnya dibandingkan tes dengan spekulum, kata Nedjai kepada AFP. Tes juga berlangsung cepat, hanya perlu wajtu beberapa jam untuk pemeriksaan setelah sampel dikirim ke laboratorium.

"Perempuan-perempuan ini bisa mengirim sampel dari swab atau urin dan kami bisa mengujinya. Ini akan berguna," katanya.

Saat ini, uji terbaik pemeriksaan kanker serviks adalah tes HPV dan pap smear, biasanya setelah hasil tes menunjukkan HPV positif. Pasien dengan hasil pap smear abnormal kemudian disarankan untuk menjalani pemeriksaan lain, yang disebut kolposkopi.

baca juga

Pemeriksaan S5 bisa mengurangi jumlah perempuan yang dikirim untuk kolposkopi, kata Nedjai. Pemeriksaan itu diuji pada 620 pasien di Rumah Sakit Royal London yang memiliki pap smear abnormal atau tes HPV positif.

"Kami menemukan bahwa alat penggolongan S5 - dengan atau tanpa tes HPV - bekerja dengan baik pada sampel urin dan vagina," kata Nedjai, yang menyampaikan temuannya baru-baru ini di Konferensi Kanker National Cancer Research Institute (NCRI) di Glasgow.

Ilustrasi kanker serviks [Shutterstock].
Ilustrasi kanker serviks [Shutterstock].

"Ini membedakan antara perempuan yang tidak berisiko tinggi pra-kanker dan mereka yang berisiko tinggi."

Pada pasien yang menderita HPV, tes urin S5 mengidentifikasi lebih baik perempuan yang menderita jenis HPV yang lebih berisiko tinggi, kata Nedjai. Sampel vagina juga bekerja dengan baik.

Sebagai tes mandiri pada pasien yang belum di tes HPV, pra-kanker diidentifikasi pada sekurangnya 85 persen kasus positif.

Menurut WHO, ada lebih dari 311.000 kematian akibat kanker serviks pada 2018, dan sekitar 90 persen di negara-negara yang kurang berkembang. Penelitian ini belum mendapat tinjauan dari sesama ilmuwan. [VOA Indonesia]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Microsoft Kembangkan Teknologi AI Pendeteksi Kanker Serviks

Microsoft Kembangkan Teknologi AI Pendeteksi Kanker Serviks

Tekno | Rabu, 13 November 2019 | 09:25 WIB

Ria Irawan Dikabarkan Malas Makan, Ini Penjelasan Aming

Ria Irawan Dikabarkan Malas Makan, Ini Penjelasan Aming

Entertainment | Rabu, 13 November 2019 | 08:40 WIB

Mengenal Payudara Prostetik Untuk Pengidap Kanker Payudara

Mengenal Payudara Prostetik Untuk Pengidap Kanker Payudara

Video | Sabtu, 09 November 2019 | 16:20 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×