Mahasiwi UI Temukan Manfaat Racun Ikan Lionfish untuk Obat Kanker Serviks

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 12:26 WIB
Mahasiwi UI Temukan Manfaat Racun Ikan Lionfish untuk Obat Kanker Serviks
Tiga orang mahasiswi UI penemu manfaat racun ikan lionfish sebagai obat kanker serviks. (Dok. Suara.com/Supriyadi)

Suara.com - Keren, Mahasiwi UI Temukan Manfaat Racun Ikan Lionfish untuk Obat Kanker Serviks

Setelah sempat ramai temuan akar bajakah oleh siswa SMA di Palangka Raya, Kalimantan Tengah sebagai obat kanker payudara, kini muncul lagi temuan serupa yang diteliti oleh mahasiswi Universitas Indonesia.

Sebuah penelitian terbaru dilakukan oleh tiga orang mahasiswi dari jurusan Teknik Bioproses, Fakultas Teknik UI. Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer berhasil menemukan manfaat duri ikan lionfish yang bisa digunakan sebagai bahan obat kanker serviks.

Mustika Sari mengatakan penemuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah mengurangi kematian akibat kanker serviks di Indonesia.

"Berdasarkan data tahun 2018 yang dikeluarkan Globocan menyatakan bahwa terdapat 32.469 kasus dan 18.279 di antaranya meninggal dunia," kata Mustika kepada wartawan di UI, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (23/8/2019).

Obat kanker serviks ini dibuat dari ikan Lionfish. Lionfish saat ini mengalami ledakan peningkatan populasi luar biasa di laut, menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem dan penurunan populasi ikan lokal sehingga dapat merugikan nelayan sekitar.

"Berangkat dari permasalahan tersebut, kami menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam," jelasnya.

Hasil uji laboratorium memperlihatkan racun dari duri ikan lionfish memiliki sifat yang bisa melawan sel kanker.

"Penggunaan lionfish disini merupakan upaya kami untuk ikut serta menjaga ekosistem laut, karena ikan tersebut merupakan salah satu ikan yang merugikan nelayan. Melalui uji laboratorium, hasil menunjukkan bahwa racun Lionfish berhasil membunuh sel kanker,” paparnya.

Racun duri lionfish disebut mengandung peptida yang memiliki sifat aktif antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis. Dengan kata lain, senyawa ini membantu menghambat proses penyebaran sel kanker di dalam tubuh.

Ilustrasi kanker serviks. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi kanker serviks. (Sumber: Shutterstock)

Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengekstrak racun duri Lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat dengan proses pemanasan.

"Ekstrak racun dari duri lionfish yang telah diperoleh kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker. Hasil yang diperoleh dari pengujian in vitro terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker yang ada," urainya.

Dia pun berharap agar melalui penelitian dapat menjadi solusi untuk alternatif pengobatan kanker serviks berbahan alam. Selain itu, bahan dasar ikan lionfish saat ini mudah didapat di laut, dan tidak dalam status terancam.

"Penelitian ini mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi dan tengah dalam tahap presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional yang akan diselenggarakan akhir Agustus 2019 di Bali," pungkasnya.

Kontributor : Supriyadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nettox Watch, Jam Tangan Buatan Mahasiswa UI Atasi Kecanduan Internet

Nettox Watch, Jam Tangan Buatan Mahasiswa UI Atasi Kecanduan Internet

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:49 WIB

Benarkah Akar Bajakah Bisa Jadi Obat Kanker? Ini Respons Peneliti FKUI

Benarkah Akar Bajakah Bisa Jadi Obat Kanker? Ini Respons Peneliti FKUI

Health | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 07:15 WIB

Keren! Mahasiswa UI Ciptakan Ramuan Khusus Penghilang Bau Sampah

Keren! Mahasiswa UI Ciptakan Ramuan Khusus Penghilang Bau Sampah

News | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 07:35 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB