Ingin Turunkan Kadar Kolesterol Jahat? Konsumsi 5 Buah-buahan Ini!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 15 November 2019 | 08:00 WIB
Ingin Turunkan Kadar Kolesterol Jahat? Konsumsi 5 Buah-buahan Ini!
Ilustrasi buah-buahan segar. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit jantung salah satu penyebab utama kematian di dunia. Kondisi ini disebabkan oleh kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi.

Tetapi, kolesterol baik (HDL) yang rendah dan trigliserida tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Dalam hal ini, pola makan berdampak besar pada kadar kolesterol tinggi maupun rendah. Karena itu, Anda bisa mengonsumsi beberapa buah-buahan yang dianggap bisa menurunkan kadar kolesterol tinggi.

Melansir dari ND TV, berikut ini 5 buah-buahan segar yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

1. Alpukat

Alpukat sangat dianjurkan untuk orang dengan tekanan darah tinggi. Karena, alpukat sumber antioksidan yang kaya vitamin K, C, B5, E dan lemak tak jenuh.

Kandungan tersebut bisa membantu menjaga jantung tetap sehat dan mengurangi risiko stroke. Selain itu, alpukat juga bisa mengatur kadar kolesterol LDL, HDL dan trigliserida darah.

Alpukat untuk menurunkan kolesterol (shutterstock)
Alpukat untuk menurunkan kolesterol (shutterstock)

2. Tomat

Tomat termasuk golongan buah kaya vitamin A, B, K dan C, yang bagus untuk mata, kulit dan jantung Anda. Tomat juga kaya kalium yang bagus untuk kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol, tekanan darah dan risiko stroke.

baca juga

3. Apel

Apel adalah buah yang sangat bermanfaat untuk kulit dan pencernaan. Ternyata apel juga bisa membantu mengatur kadar kolesterol. Menurut buku Healing Foods, kandungan serat pektin dalam apel membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan memperlambat oksidasi.

Seperti yang diketahui 2 hal itu merupakan faktor risiko atherosclerosis dengan tanda-tanda arteri mengeras. Selain itu, kandungan polifenol juga menjaga kesehatan jantung dan mencegah radikal bebas yang menyebabkan kerusakan otot jantung serta pembuluh darah.

4. Jeruk

Golongan buah jeruk seperti lemon, jeruk nipis dan jeruk bali juga bisa mengontrol kadar kolesterol jahat yang tinggi. Karena, buah jeruk mengandung hesperidin yang bisa mengurangi gejala hipertensi, senyawa pektin (serat) dan limonoid.

Selain itu, jeruk juga memperlambat aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) dan mengurangi kolesterol LDL di darah. Bahkan kandungan flavon antioksidan bisa menurunkan risiko stroke pada wanita.

5. Pepaya

Pepaya sebagai buah kaya serat dapat membantu mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu buah pepaya memiliki sekitar 13 hingga 14 gram serat, yang merupakan jumlah layak. Karena, serat juga memastikan pencernaan lebih lancar, menambah kotoran ke tinja dan melancarkan buang air besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Beri Bayi MPASI Buah dan Sayuran, Ini Penjelasan Pakar!

Jangan Beri Bayi MPASI Buah dan Sayuran, Ini Penjelasan Pakar!

Health | Jum'at, 08 November 2019 | 10:37 WIB

Waduh, Hampir Semua Makanan Bayi Mengandung Bahan Kimia Beracun

Waduh, Hampir Semua Makanan Bayi Mengandung Bahan Kimia Beracun

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 09:12 WIB

Tren Permen Garam Himalaya, Ternyata Bahaya untuk Kondisi Orang Seperti Ini

Tren Permen Garam Himalaya, Ternyata Bahaya untuk Kondisi Orang Seperti Ini

Health | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 10:03 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×