Jangan Beri Bayi MPASI Buah dan Sayuran, Ini Penjelasan Pakar!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 08 November 2019 | 10:37 WIB
Jangan Beri Bayi MPASI Buah dan Sayuran, Ini Penjelasan Pakar!
Ilustrasi bayi lagi MPASI (shutterstock)

Suara.com - Beberapa orangtua, khususnya ibu, mungkin pernah mengalami kebingungan ketika anak memasuki masa MPASI. Salah satu yang sering membuat dilema adalah menu makan apa yang seharusnya diberikan kepada anak di hari pertama mereka makan.

MPASI atau makanan pendamping air susu ibu (ASI) biasanya mulai diberikan saat bayi usia 6 bulan. Hal itu karena kebutuhan gizi bayi usia 6 bulan tidak cukup hanya dari ASI.

Pada masa MPASI ini, biasanya kebanyakan ibu akan memberi anaknya bubur, sayuran dan buah-buahan yang dianggap menyehatkan. Tetapi, sayuran dan buah-buahan justru tidak seharusnya diberikan pada masa MPASI.

Tak bisa dipungkiri, sekarang ini masih banyak orangtua memberikan anaknya pisang, alpukat atau buah dan sayuran lainnya ketika anak mulai belajar makan. Kebiasaan ini terjadi turun-menurun seolah sudah menjadi warisan nenek moyang.

Padahal tidak semua bayi bisa menerima menu makan dan metode MPASI yang sama. Menurut dr Tiwi, SpA, kebutuhan gizi setiap anak berbeda-beda, terutama bayi formula dan bayi ASI.

Pasalnya, komposisi gizi yang diterima bayi selama minum susu formula dan ASI sebelum MPASI berbeda-beda. Menurutnya, bayi formula mungkin tidak akan mengalami masalah apapun ketika diberi makan buah dan sayur selama masa MPASI.

Dr Twi ketika mengajarkan bayi makan pertama kali (Instagram/@drtiwi)
Dr Twi ketika mengajarkan bayi makan pertama kali (Instagram/@drtiwi)

"Sebenarnya kalau dia bayi formula terus makan buah mungkin tidak akan jadi masalah. Karena, formula itu kan 0-6 bulan terus 6-12 bulan kan ganti. Nah itu kan komposisi di dalam susu formula juga berbeda," jelas dr Tiwi dalam channel Youtube Tya Ariestya.

Bahkan komposisi gizi antara bayi ASI satu dengan lainnya juga bisa berbeda, tergantung kualitas dan kandungan gizi ASI ibunya masing-masing. Hal ini pula yang membuat bayi satu mungkin terlihat gemuk, sedangkan lainnya lebih kurus.

Sementara itu, dr Tiwi menyarankan ibu tidak memberikan sayur dan buah selama masa MPASI karena bayi dalam tahap ini membutuhkan zat besi dan zinc di luar ASI. Buah-buahan tidak termasuk makanan yang bisa memenuhi gizi tersebut.

baca juga

"Karena kebutuhan zat besi dan zinc hampir 100 persen itu di dalam ASI sudah nggak cukup lagi setelah 6 bulan. Jadi 100 persen kebutuhan zat besi dan zinc pada anak itu dicarinya di MPASI. Nah, buah itu tidak ada zat besi dan zinc," jelasnya.

ilustrasi makanan bayi [shutterstock]
ilustrasi makanan bayi [shutterstock]

Sayur memang termasuk makanan yang mengandung banyak zat besi. Tetapi, sayuran tidak disarankan pada bayi MPASI karena mengandung banyak serat. Kandungan serat yang tinggi inilah bisa membuat bayi MPASI kesulitan buang air besar karena pencernaannya belum sempurna.

"Sayur itu banyak zat besinya, tapi sayur belum bisa dicerna oleh pencernaan bayi. Seringkali malah sayur itu menjadi sumber masalah, karena sayur itu serat.

Jadi, kalau bayi dikasih sayur, terus nggak bisa pup. Nomer satu yang harus kita stop, ya jangan berikan sayur itu. Karena sayur itu serat yang masih sulit dicerna oleh bayi 6-12 bulan," paparnya.

Karena itu, dr Tiwi menyarankan agar orangtua memenuhi zat besi dan zinc bayi selama MPASI berasal dari protesin hewani. Ibu juga bisa memberikan protein hewani ini dengan karbohidrat rendah serat, seperti nasi putih atau kentang.

"Protein hewani ini sumber zat besi yang dibutuhkan oleh bayi ASI. Tapi kan nggak bisa dong kasih daging aja ke bayi. Tentunya ada temannya, yaitu karbohidrat. Tapi, jangan cari karbohidrat yang banyak serat. Beras putih itu tidak banyak serat, atau kentang," tegasnya.

Jika anak tidak bisa atau enggan melahap nasi putih, ibu juga bisa menggantinya dengan kentang. Hal itu karena ada kemungkinan anak lebih menyukai rasa manis.

Apabila anak masih mengalami kesulitan buang air besar meski menu MPASI sudah sesuai, ibu bisa mengurangi porsi makannya. Hal tersebut karena bayi MPASI sebetulnya tidak harus makan 3 kali seperti orang dewasa.

"Kalau 6 bulan itu kan baru belajar makan, kita boleh cuman ngasih makan sekali asal berat badannya naik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Hampir Semua Makanan Bayi Mengandung Bahan Kimia Beracun

Waduh, Hampir Semua Makanan Bayi Mengandung Bahan Kimia Beracun

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 09:12 WIB

Awali Gaya Hidup Sehat dengan Konsumsi Jus Ala Hurom

Awali Gaya Hidup Sehat dengan Konsumsi Jus Ala Hurom

Your Say | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 17:40 WIB

Bantu 20 Juta Petani, Simon Groot Terima World Food Prize 2019

Bantu 20 Juta Petani, Simon Groot Terima World Food Prize 2019

Bisnis | Selasa, 22 Oktober 2019 | 16:35 WIB

Cara Alami Atasi Gangguan Kecemasan, Konsumsi 5 Jenis Buah Segar Ini!

Cara Alami Atasi Gangguan Kecemasan, Konsumsi 5 Jenis Buah Segar Ini!

Health | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 12:55 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×