Bisa Jadi Uang, Sampah Popok Jangan Dibuang Sembarangan Ya!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 15 November 2019 | 13:10 WIB
Bisa Jadi Uang, Sampah Popok Jangan Dibuang Sembarangan Ya!
Ilustrasi popok bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Bisa Jadi Uang, Sampah Popok Jangan Dibuang Sembarangan Ya!

Limbah popok bayi kini masih jadi persoalan di masyarakat. Padahal popok kini seolah sudah jadi kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki anak dan dipakai setiap hari. Alhasil sampah bertambah setiap hari.

Nah, daripada mencemari lingkungan perlu kerjasama pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Program ini berhasil digalakan salah satu merek popok, Merries, yang menggerakkan ibu-ibu PKK di Jakarta Barat untuk mengedukasi masyarakat.

Edukasi dijalankan agar para ibu-ibu mau membuang sampah ke tempat sampah dan tidak dibuang ke bantaran sungai. Para ibu PKK di 28 posyandu akan diberikan fasilitas seperti tempat sampah hingga dana operasional Rp 500 ribu saat menjalankan program.

Sistemnya, para ibu yang berhasil mengumpulkan sampah popok di tempat sampah, lalu di kumpulkan di satu lokasi dekat posyandu, yang nantinya akan diambil pihak penyelanggara Merries untuk diolah oleh perusahaan teknologi pengelola limbah, Go Limbah.

Tidak hanya sekadar dikumpulkan, sampah popok ini akan dihargai Rp 2500 per kilo, yang nantinya uang akan diberikan untuk kebutuhan dan kemajuan posyandu. Namun, pengelolaanya dibebaskan ibu-ibu PKK di posyandu tersebut.

"Sebagai tindak nyata utama, Merries mengumpulkan popok bayi bekas pakai di beberapa wilayah di Jakarta barat untuk dioleh kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Popok bagi bekas pakai tersebut nantunya akan menjadi fiber dan oil," ungkap Susilowati, VP Marketing Kao Indonesia di Kantor Walikota Jakarta Barat, Jumat (15/11/2019).

Istri Walikota sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Barat, Inad Luciawaty, bersama dengan Susilowati, VP Marketing Kao Indonesia. (Suara.com/Dini Afrianti)
Istri Walikota sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Barat, Inad Luciawaty, bersama dengan Susilowati, VP Marketing Kao Indonesia. (Suara.com/Dini Afrianti)

Selain fiber dan oil, limbah popok ini juga bisa dibuat berupa batako hingga pot tanaman. Di satu sisi dengan program ini, permasalahan lingkungan dan sosial ini bisa teratasi.

Hingga akhirnya program ini mendapat dukungan pemerintah kota Jakarta Selatan.

"Secara ideal program inisiatif sosial yang berhubungan dengan isu kesehatab san kebersihan lingkungan, haruslah dari hulu ke hilir, mulai dari penyuluhan edukasi terpadu dan berkesinambungan kepada para ibu hingga ke teknologi untuk menanggulangi sampah tersebut," ujar Istri Walikota sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Barat, Inad Luciawaty.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Robot Pembersih Sampah Sungai

Robot Pembersih Sampah Sungai

Foto | Rabu, 13 November 2019 | 18:45 WIB

Yuk Partisipasi, Bersihkan 3 Juta Popok dan Berton-ton Sampah di Jawa Timur

Yuk Partisipasi, Bersihkan 3 Juta Popok dan Berton-ton Sampah di Jawa Timur

Lifestyle | Selasa, 12 November 2019 | 16:30 WIB

Ini Tantangan Indonesia dalam Mengelola Kemasan Bekas Pakai

Ini Tantangan Indonesia dalam Mengelola Kemasan Bekas Pakai

Lifestyle | Senin, 11 November 2019 | 23:20 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB