Kecanduan Belanja Online Masuk Gangguan Mental, Kenali Tandanya!

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 18 November 2019 | 17:00 WIB
Kecanduan Belanja Online Masuk Gangguan Mental, Kenali Tandanya!
Ilustrasi belanja online. (Shutterstock)

Suara.com - Belum lama ini, psikoterapis berpendapat kecanduan belanja secara online harus diakui sebagai gangguan mental. Sebab, perilaku yang disebut buying-shopping disorder (BSD) ini memiliki kesamaan dengan kecanduan dan dorongan lain.

Dikutip dari Daily Mail, peneliti mengungkap bahwa para pembeli yang kompulsif memiliki 'keasyikan ekstrem dan keinginan tak tertahankan' untuk memiliki barang-barang.

Seringnya pula, mereka membeli lebih dari kemampuan atau kebutuhan hanya untuk menghilangkan perasaan negatif.

Dirangkum dari Psychology Today, berikut karakteristik umum yang terjadi pada pengidap BSD!

1. Pembelian impulsif
Pembeli yang kompulsif sering membeli barang-barang berdasarkan dorongan hati. Mereka terus membeli walau barang sebelumnya belum dikeluarkan dari kotak. Sehingga seiring waktu, mereka menimbun banyak barang.

Online shopping. (Shutterstock)
Online shopping. (Shutterstock)

2. Gembira saat membeli
Pembeli kompulsif mengalami kegembiraan ketika mereka membeli. Pengalaman gembira bukan dari memiliki suatu barang tetapi dari tindakan membelinya. Dan kegembiraan ini bisa menjadi kecanduan.

3. Berbelanja untuk mengurangi emosi yang tidak menyenangkan
Belanja kompulsif adalah upaya untuk mengisi kekosongan emosional, seperti kesepian , kurangnya kontrol maupun harga diri . Seringkali suasana hati yang negatif, seperti pertengkaran atau frustrasi memicu keinginan untuk berbelanja.

Namun nantinya penurunan emosi negatif tersebut bersifat sementara dan digantikan oleh peningkatan kecemasan atau rasa bersalah.

Ilustrasi tas belanja. (Pixabay/Skeeze)
Ilustrasi tas belanja. (Pixabay/Skeeze)

4. Bersalah dan menyesal
Pembelian diikuti oleh rasa penyesalan. Mereka merasa bersalah dan tidak bertanggung jawab atas pembelian yang mereka anggap sebagai kesenangan. Hasilnya adalah lingkaran setan, yaitu perasaan negatif memicu "perbaikan" lain dengan membeli sesuatu yang lain.

5. Rasa sakit saat membayar
Membayar dengan uang tunai terasa lebih menyakitkan daripada membayar dengan kartu kredit. Kartu kredit menggoda kita untuk berpikir tentang aspek positif dari pembelian. Sebab kekuatan psikologis utama dari kartu kredit adalah ia mampu memisahkan kesenangan membeli dari rasa sakit membayar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Psikoterapis: Kecanduan Belanja Online Bisa Jadi Jenis Gangguan Mental Baru

Psikoterapis: Kecanduan Belanja Online Bisa Jadi Jenis Gangguan Mental Baru

Health | Jum'at, 15 November 2019 | 20:15 WIB

Asyik, Uji Coba Kosmetik Kini Juga Bisa Dilakukan Saat Belanja Online

Asyik, Uji Coba Kosmetik Kini Juga Bisa Dilakukan Saat Belanja Online

Lifestyle | Rabu, 06 November 2019 | 16:02 WIB

Bikin Ulasan Produk di Situs Belanja, Aktor Korea Ini Bikin Penggemar Gemas

Bikin Ulasan Produk di Situs Belanja, Aktor Korea Ini Bikin Penggemar Gemas

Lifestyle | Senin, 28 Oktober 2019 | 19:10 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB