Lebih Dekat dengan Bundo Kanduang, Ibu Sejati Masyarakat Minangkabau

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Selasa, 19 November 2019 | 09:00 WIB
Lebih Dekat dengan Bundo Kanduang, Ibu Sejati Masyarakat Minangkabau
Liputan Khas Bundo Kanduang, sosok ibu sejati di kebudayaan Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Iqbal)

Suara.com - Lebih Dekat dengan Bundo Kanduang, Ibu Sejati Masyarakat Minangkabau

Limpapeh rumah nan gadang, amban paruik pagangan kunci, pusek jalo kumpulan tali, hiyasan di dalam kampuang, sumarak dalam nagari.

Setiap kebudayaan di Indonesia memiliki nilai dan pengajaran tentang pola asuh anak yang berbeda-beda. Di Tanah Datar, Sumatera Barat, misalnya, konsep Bundo Kanduang menjadi sosok utama dalam pengasuhan anak.

"Bundo Kanduang itu tiang segala-galanya, perempuan dengan cahaya yang menerangi," begitu tutur Sofia S.Pd., perempuan Minang berusia 67 tahun sekaligus sosok yang menjabat posisi Sekretaris Bundo Kanduang Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Peribahasa di atas merupakan gambaran peran perempuan dalam komunitas masyarakat suku Minangkabau. Perempuan dipandang sebagai sosok yang tak hanya kuat tapi juga menguatkan.

Tak heran jika perempuan memiliki tempat istimewa dalam kehidupan sosial budaya Urang Awak. Konsep tersebut terangkum lewat gelar Bundo Kanduang, ode bagi kaum perempuan Minang.

Bundo Kanduang sendiri merupakan sebuah personifikasi dan identitas budaya yang melekat pada perempuan Minangkabau.

Dalam Bahasa Indonesia, Bundo Kanduang biasa diterjemahkan secara kasar menjadi Bunda Kandung.

Namun menurut Sofia, Ibu Sejati merupakan padanan kata yang lebih tepat untuk menerjemahkan arti Bundo Kanduang.

baca juga

"Yang dimaksud dengan Bundo Kanduang adalah seorang perempuan Minangkabau yang telah berkeluarga, artinya yang telah menikah, beragama Islam, adik atau kakak atau mande dan mengurus kegiatan-kegiatan kelangsungan adat istiadat Minangkabau," tambah Gusnawilis, Ketua Umum Bundo Kanduang Tanah Datar, kepada Suara.com, baru-baru ini.

Dalam tatanan masyarakat adat budaya Minangkabau, Bundo Kanduang dibagi dalam dua jenis yaitu Bundo Kanduang Adat atau Bundo Kanduang Sako, dan Bundo Kanduang Organisasi.

Bundo Kanduang Sako di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)
Bundo Kanduang di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Bundo Kanduang Adat atau Sako memiliki tanggungjawab selingkar rumah gadang atau kaumnya. Sementara Bundo Kanduang Organisasi dipilih melalui musyawarah daerah, baik itu ditingkat dari Nagari (desa), kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dan nasional.

Ibu Sejati Urang Awak

Urang Awak atau Urang Minang memang dikenal sebagai salah salah satu suku di Indonesia yang menganut sistem kekerabatan matrilineal. Bagi mereka yang masih tinggal di rumah adat--rumah gadang, akan ada satu Dato (datuk) dan Bundo Kanduang Sako.

Ingin tahu lebih lanjut soal Bundo Kanduang? Simak di halaman selanjutnya ya!

Di dalam rumah gadang yang begitu besar, umumnya terdapat lebih dari satu keluarga. Bisa empat bahkan sampai tujuh keluarga.

Itu juga yang membuat peran Bundo Kanduang Sako begitu penting. Ia muncul sebagai tiang keluarga, sosok kunci penyelesaian masalah sekaligus penjaga adat, nilai dan peradaban.

"Satu rumah gadang biasanya memiliki satu Dato yang akan mengepalai rumah adat masing-masing dan Bundo Kanduang Adat, adalah ibu dari Dato," tambah Gusnawilis.

Tapi kata Sofia dan Gusnawilis, semua perempuan Minang yang telah menikah memiliki peran yang sama, mereka semua adalah Bundo Kanduang, si ibu sejati anak-cucu Minang.

Maka tak heran jika semua anak dalam satu rumah gadang atau kaum bukan hanya tanggungjawab ibu kandungnya saja, tetapi juga para Bundo Kanduang.

"Jadi misal ada anak sedang tidur dalam ayunan, siapa saja yang ada di rumah gadang dan melihatnya, diayun anaknya," tambah Sofia.

Lain Bundo Kanduang Sako lain juga organiasi. Bundo Kanduang Organisasi pertama kali dibentuk pada 18 November 1974 lewat musyawarah daerah Bundo kanduang di Kota Payakumbuah.

Ketua pertama Bundo Kanduang saat itu adalah almarhumah Jamilah Djambek. Kini, peran yang sama diemban oleh Puti Reno Raudha Thaib, seorang sastrawati, budayawati, dan akademisi sekaligus ahli waris Kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat.

"Organisasi ini juga terdiri dari seorang perempuan Minangkabau yang telah menikah kemudian yang beragama Islam kemudian dia menurut kegiatan yang menyangkut dengan adat istiadat Nagari dan melaksanakan kegiatan ABS-SBK atau adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah," tambah Gusnawilis.

Liputan Khas Bundo Kanduang di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)
Liputan Khas Bundo Kanduang di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Di Kabupaten Tanah Datar, terdapat sekitar 14 kecamatan dengan 75 Nagari di dalamnya.

Peran organisasi pun beragam, mulai dari menjaga budaya dan adat-istiadat Minangkabau, menjadi kader pemberdayaan anak dan perempuan sampai turun melalukan penyuluhan ilmu perkawinan.

"Kami Bundo Kanduang turun ke kecamatan memberi ilmu parenting kepada calon pengantin. Mengajarkan pola asuh untuk anak dan mengajarkan anak bagaimana melayani orangtua seperti ibu dan bapak," tutup Sofia.

Kini Bundo Kanduang menjadi salah satu kader pembangunan masyarakat adat Minang. Mereka dilibatkan dalam banyak kegiatan. Meski rumah gadang berganti jadi tembok-tembok perumahan, Nagari berubah menjadi cluster dan perkampungan multikultural, namun peran luhur tersebut akan terus diturunkan, sampai nanti.

Ramo-ramo si kumbang janti, Katik endah pulang bakundo, Patah tumbuah hilang baganti, Pusako lama baitu juo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wisata ke Sumatera Barat, Ini 4 Momen Seru Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Wisata ke Sumatera Barat, Ini 4 Momen Seru Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Entertainment | Selasa, 29 Oktober 2019 | 16:57 WIB

Jadi Ikon Kota Padang, Lebih Dekat dengan Masjid Raya Sumatera Barat

Jadi Ikon Kota Padang, Lebih Dekat dengan Masjid Raya Sumatera Barat

Lifestyle | Minggu, 13 Oktober 2019 | 14:40 WIB

Habiskan Liburan di Sawahlunto, Santap 4 Kuliner Khas Kota Batu Bara

Habiskan Liburan di Sawahlunto, Santap 4 Kuliner Khas Kota Batu Bara

Lifestyle | Senin, 05 Agustus 2019 | 16:55 WIB

Terkini

Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City

Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari

Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:15 WIB

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan

Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?

Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu

Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:02 WIB

GP Al Washliyah Tolak Aksi AMPB di DPR: Jangan Klaim Wakili Seluruh Rakyat

GP Al Washliyah Tolak Aksi AMPB di DPR: Jangan Klaim Wakili Seluruh Rakyat

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:45 WIB

5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan

5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Dilihat Langsung Prabowo dan Jokowi, Ini Besaran Mas Kawin Rizky Irmansyah untuk Chika Yenalovy

Dilihat Langsung Prabowo dan Jokowi, Ini Besaran Mas Kawin Rizky Irmansyah untuk Chika Yenalovy

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Malaysia dan Brunei Pakai Mekansime ASEAN Atasi Karhutla Kalimantan, Indonesia Gak Diajak?

Malaysia dan Brunei Pakai Mekansime ASEAN Atasi Karhutla Kalimantan, Indonesia Gak Diajak?

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:40 WIB

×