Kandungan ASI Selalu Berubah Setiap Waktu, Ketahui 6 Faktor Penyebabnya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Kandungan ASI Selalu Berubah Setiap Waktu, Ketahui 6 Faktor Penyebabnya
Ilustrasi ibu Menyusui. (Shutterstock)

Ternyata kandungan ASI selalu berubah setiap kali menyusui, ada pula faktor lainnya yang menyebabkan perubahan.

Suara.com - Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pokok utama bayi karena kondisi pencernaannya belum kuat. Selain itu, kandungan dalam ASI juga menjamin tumbuh kembang si bayi.

ASI sebagai sumber nutrisi bayi mengandung banyak komponen bioaktif yang berbeda. Semua komponen dalam ASI ini membantu perkembangan saluran pencernaan, sistem kekebalan dan otak bayi.

Studi yang dilansir dari Family & Co. Nutrition, menunjukkan bahwa komposisi ASI dapat membantu mengurangi risiko penyakit metabolik, termasuk obesitas dan diabetes tipe 2.

Adapun komposisi yang terkandung dalam ASI, yakni 87 persen air, 7 persen laktosa, 4 persen lemak dan 1 persen protein. Lemak dan laktosa (sejenis karbohidrat atau gula) menyediakan sebagian besar energi dalam ASI.

Tetapi, komposisi ASI ini juga akan berubah seiring perkembangan bayi. Biasanya komposisi ASI akan berubah setelah satu kali pemberian dan bertambahnya usia bayi.

Ilustrasi ASI (shutterstock)
Ilustrasi ASI (shutterstock)

Komposisi ASI berubah setelah satu kali menyusui

Foremilk adalah cairan susu pertama yang memiliki konsistensi lebih tipis dan kandungan laktosa lebih tinggi untuk mengatasi dahaga bayi.

Lalu tindakan mekanis mengisap payudara itulah yang memicu perubahan komposisi ASI. Karena jumlah lemak susu tergantung pada seberapa penuh dan terkurasnya ASI.

Komposisi ASI berubah seiring bertambahnya usia bayi

Komposisi ASI selalu berubah seiring bertambahnya usia bayi karena kebutuhan nutrisi mereka yang semakin berkembang.

Sehingga kandungan ASI berubah untuk memastikan semua kebutuhan nutrisi bayi akan terpenuhi.

Ilustrasi air susu ibu (Shutterstock).
Ilustrasi air susu ibu (Shutterstock).

Adapun beberapa faktor yang memengaruhi perubahan komposisi ASI, selain perkembangan bayi, antara lain:

1. Waktu sejak menyusui terakhir, kadar lemak dalam ASI dipengaruhi oleh lamanya waktu antara menyusui terakhir dan volume ASI.

Artinya, semakin lama Anda menunggu sampai pemberian berikutnya, semakin rendah kandungan lemaknya karena lebih banyak susu yang diencerkan.

2. Tahap keperawatan, menyebabkan perubahan lemak dan laktosa antara foremilk dan hindmilk.

3. Waktu, kadar lemak dalam ASI meningkat di pagi hari dan paling rendah di malam hari.

4. Usia ibu menyusui, sebenarnya usia ibu tidak memengaruhi besar pada komposisi bayi. Tapi, data menunjukkan kandungan protein tinggi biasanya pada ASI ibu usia 20-30 tahun.

5. Pola diet ibu menyusui, ASI sangat rentan terhadap perubahan lemak makanan yang dikonsumsi ibu. Dalam 2-3 hari, komposisi ASI akan berubah meniru lemak makanan ibu. Karena itu, ibu menyusui membutuhkan makanan sehat.

6. Berat lahir bayi, beberapa penelitian menemukan kandungan lemak lebih tinggi pada bayi dengan berat badan lahir lebih rendah. Tetapi, berat badan lahir bayi tidak memengaruhi kandungan karbohidrat dan protein ASI.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS