Mengeluh Selalu Pusing, Ternyata Wanita Ini Terlahir Tanpa Otak Kecil

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 20 November 2019 | 15:41 WIB
Mengeluh Selalu Pusing, Ternyata Wanita Ini Terlahir Tanpa Otak Kecil
Ilustrasi perempuan pusing karena tidak punya otak kecil. [shutterstock]

Suara.com - Seorang wanita asal China usia 20 tahun mencari pengobatan untuk masalah keseimbangan dan merasa selalu pusing selama bertahun-tahun.

Tetapi, dokter yang memeriksa keluhan wanita tersebut justru menemukan fakta mengejutkan. Hasil CT scan dan MRI menunjukkan bahwa wanita tersebut hidup tanpa otak kecil.

Kasus wanita muda yang hidup bertahun-tahun tanpa otak kecil ini pun ditulis dalam sebuah studi kasus yang diterbitkan dalam jurnal Brain. Ia termasuk dalam kelompok kecil yang terdiri dari 9 orang dengan kondisi tersebut.

Menurut laporan yang dilansir dari Fox News, wanita tersebut didiagnosis dengan cerebellar agenesis. Meskipun lahir tanpa otak kecil, wanita itu tetap bisa belajar berjalan dan berbicara ketika usia 6-7 tahun walau cukup kesulitan. Hal itu disebabkan oleh otak kecilnya yang tidak ada.

Padahal otak kecil berfungsi dalam menentukan kemampuan dan keseimbangan motorik. Para ilmuwan juga menemukan bahwa otak kecil terlibat dalam bahasa dan fungsi serupa lainnya.

Ilustrasi otak dan mesin (Shutterstock).
Ilustrasi otak dan mesin (Shutterstock).

James Knierim dari Universitas Johns Hopkins berbicara lebih banyak tentang otak kecil dan fungsinya dalam buku Neuroscience yang disediakan oleh McGovern Medical School dari University of Texas Health.

Knierim mengatakan bahwa otak kecil dianggap sebagai bagian dari sistem motorik, tetapi fungsinya melampaui kontrol motor.

Sembilan kasus orang yang hidup tanpa bagian penting di tubuhnya ini telah mengungkapkan fungsi otak ketika masih kecil.

Namun, kasus orang yang hidup tanpa otak kecil telah menjadi perdebatan ahli dalam sebuah laporan Wired. Para ilmuwan seperti Mitchell Glickstein menantang kasus tersebut karena laporan tidak menjelaskan secara spesifik tentang kesulitan fisik yang dihadapi pasien.

Kasus cerebellar agenesis pada anak dengan kelainan parah juga membuat mereka menderita epilepsi atau lesi otak, bahkan kasus ini sering berakhir dengan kematian dini.

Namun, wanita muda asal China itu justru melalui perkembangan masa kanak-kanak yang relatif normal dan hanya mengalami cacat motorik ringan. Hal ini seolah menunjukkan bahwa otak bisa beradaptasi.

Jonathan Keleher salah satu penderita cerebellar agenesis juga memiliki kehidupan yang bahagia. Keleher memiliki sedikit kekurangan dalam hal berjalan, berbicara dan keseimbangan. Tetapi pemuda itu menjalani kehidupan yang cukup normal dan produktif.

Keleher digambarkan sebagai orang yang suka mendengarkan percakapan. Tapi, Keleher memang kesulitan memahami emosi dan pemikiran mendalam seperti halnya orang dengan otak kecil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Rancang Implan Otak yang Bisa Kontrol Saraf dari Smartphone

Ilmuwan Rancang Implan Otak yang Bisa Kontrol Saraf dari Smartphone

Health | Selasa, 06 Agustus 2019 | 14:48 WIB

Jangan Diabaikan, Ini 4 Tanda Tubuhmu Butuh Perhatian Khusus!

Jangan Diabaikan, Ini 4 Tanda Tubuhmu Butuh Perhatian Khusus!

Health | Minggu, 16 Juni 2019 | 19:25 WIB

Alami Masalah Otak Kongenital, Gadis Ini Harus Jalani 6 Operasi

Alami Masalah Otak Kongenital, Gadis Ini Harus Jalani 6 Operasi

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 10:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB