Ayah Nindy Ayunda Serangan Jatung Usai Makan Siang, Adakah Hubungannya?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 25 November 2019 | 14:05 WIB
Ayah Nindy Ayunda Serangan Jatung Usai Makan Siang, Adakah Hubungannya?
Nindi Ayunda

Suara.com - Ayah Nindy Ayunda, Fadli Yunis meninggal dunia kemarin Minggu (24/11/2019). Adik Nindy Ayunda, Arif mengungkap ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung setelah makan siang.

"Kejadian sekitar setengah dua. Ayah saya serangan jantung dadakan saat habis makan sama ibu saya, berdua sama saya di meja makan," kata Arif, saat ditemui di rumah duka di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2019).

"Nggak lama dari situ, ibu saya pergi ke rumah belakang. Ayah saya sudah tergeletak di dekat meja makan. Saat itu, saya langsung lari bawa ke mobil," sambungnya.

Saat itulah Arif langsung menghubungi ambulans dan membawa ayahnya ke rumah sakit. Sayangnya, ayah Nindy Ayunda tak terselamatkan dan pihak keluarga masih terkejut menerima kematiannya.

Lantas, apakah ada hubungannya serangan jantung ayah Nindy Ayunda dengan makan siang?

Nindy Ayunda bersama suami. [Instagram]
Nindy Ayunda bersama suami. [Instagram]

Melansir dari Science Daily, makanan berat memang bisa meningkatkan risiko serangan jantung sekitar 4 kali dalam waktu 2 jam setelah makan.

Menurut sebuah penelitian di Sesi Ilmiah Asosiasi Jantung Amerika 2000, para peneliti menemukan bahwa makanan berat dapat bertindak sebagai pemicu serangan jantung pada seseorang dengan penyakit jantung.

"Sejauh penelitian kami, makan berlebihan terbukti meningkatkan risiko serangan jantung," kata pemimpin Francisco Lopez-Jimenez, MD, M. Sc, seorang anggota kardiologi di Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston.

Mereka pun menghimbau kepada orang-orang dengan penyakit arteri koroner atau pernah mengalami serangan jantung sebelumnya agar menghindari makanan berat.

baca juga

Sebelumnya, para peneliti pun telah melakukan riset terhadap 1.986 pasien pria dan wanita mengenai makanan yang dikonsumsi sebelum serangan jantung.

Hasilnya, 158 orang telah mengonsumsi makanan berat dalam waktu 26 jam dan 25 orang makan besar selama periode bahaya, yakni 2 jam sebelum serangan jantung.

Lopez-Jimenez mengatakan waktu yang paling kritis adalah 2 jam sebelum timbulnya gejala serangan jantung. Makan berat dapat memengaruhi jantung karena melepaskan banyak hormon ke dalam aliran darah.

Zat-zat tersebut bisa meningkatkan detak jantung, tekanan darah dan membentuk gumpalan. Peningkatan sementara tekanan darah juga bisa meningkatkan kebutuhan oksigen dan menciptakan beban tambahan pada jantung.

Tekanan darah tinggi juga dapat memecahkan plak kolesterol di dinding arteri, memicu pembentukan gumpalan yang dapat menyumbat pembuluh darah, memicu serangan jantung atau stroke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Pasang Ring, Bisakah Pasien Terkena Serangan Jantung Lagi?

Sudah Pasang Ring, Bisakah Pasien Terkena Serangan Jantung Lagi?

Health | Rabu, 20 November 2019 | 14:39 WIB

Pilot Kena Serangan Jantung, Batik Air Mendarat Darurat

Pilot Kena Serangan Jantung, Batik Air Mendarat Darurat

Bisnis | Minggu, 17 November 2019 | 21:28 WIB

Jangan Abaikan, Ini Bedanya Nyeri Dada karena Serangan Jantung dan Maag

Jangan Abaikan, Ini Bedanya Nyeri Dada karena Serangan Jantung dan Maag

Health | Kamis, 14 November 2019 | 15:19 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×