Goo Ha-Ra Meninggal, Ini Penyebab Keinginan Bunuh Diri dan Cara Atasinya

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Selasa, 26 November 2019 | 12:09 WIB
Goo Ha-Ra Meninggal, Ini Penyebab Keinginan Bunuh Diri dan Cara Atasinya
Goo Hara. (Dok Instagram)

Suara.com - Goo Ha Ra Meninggal, Ini Penyebab Keinginan Bunuh Diri dan Cara Atasinya

Penyanyi dan mantan anggota girlband KARA, Goo Ha-Ra ditemukan meninggal di kediamannya pada Minggu (24/11/2019) pukul 18.00 waktu setempat dengan dugaan bunuh diri. Padahal beberapa hari sebelum meninggal, Hara sempat mengunggah swafoto sedang tiduran di kasur dengan keterangan "Selamat tidur" dalam tulisan hangul.

Saat ini postingan tersebut sudah dikomentari lebih dari 100.000 komentar yang bersedih dan kaget atas berita kematiannya.

Sebelumnya Goo Hara pernah dikabarkan mencoba bunuh diri pada Mei 2019. Ketika itu, sang manajer menemukan Goo Hara dalam keadaan pingsan dan segera membawa ke rumah sakit. Hara dikabarkan menderita depresi akibat mantan pacarnya Choi Jong Bum yang melakukan revenge porn. Jong Bum dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap Hara yang menyangkut kerusakan properti, serangan fisik, ancaman, dan pemaksaan. Sayangnya mengenai revenge porn, Jong Bum dinyatakan tidak bersalah.

Kasus ini cukup mengagetkan penggemar, khususnya setelah sahabat Goo Hara terlebih Choi Jin-ri atau yang lebih dikenal dengan nama Sulli, ditemukan tewas dengan dugaan bunuh diri juga.

Hal ini penting untuk dikaitkan bagaimana tindakan mengambil keputusan bunuh diri bisa terjadi terhadap seseorang dan bagaimana mencegahnya.

Pasalnya, ingin menyerah pada hidup ketika seseorang yang dekat dengan Anda telah meninggal atau ketika Anda mengalami perpisahan yang buruk dari sebuah hubungan kerap terjadi. Tapi ketahuilah berikut alasan penyebab dari perasaan tersebut dan ini yang harus Anda lakukan dilansir Hello Sehat.

Penyakit kejiwaan

Gangguan mental dianggap salah satu penyebab paling umum dari bunuh diri. Salah satu gejala yang terjadi umumnya pada berbagai kondisi kejiwaan adalah merasa tertekan. Kondisi mental tersebut meliputi gangguan bipolar, kecemasan, depresi dan skizofrenia.

Ketika Anda dan dokter Anda berjuang untuk menemukan pengobatan yang dapat efektif mengobati kondisi mental Anda, Anda mungkin merasa tak berdaya dan takut bahwa Anda mungkin tidak pernah merasa normal lagi. Tapi Anda jangan berhenti untuk mencari pertolongan dan penyelesaian kondisi tersebut karena kondisi mental bisa dilewati dan diobati.

1. Pengalaman traumatis

Ketika Anda melalui pengalaman traumatis, Anda mungkin merasa malu berat atau bersalah dan dapat menyebabkan pikiran bunuh diri. Pengalaman traumatis tersebut meliputi peperangan, kekerasan fisik atau seksual. Anda dapat mengembangkan kondisi yang disebut post traumatic stress disorder (PTSD), yang ditandai dengan kilas balik atau terhalangnya kenangan terkait pengalaman traumatis. PTSD dapat menyebabkan kecemasan intens yang dapat mengganggu kehidupan normal. Hal ini dapat menyebabkan munculnya pikiran keputusasaan, tapi dengan terapi dan penanganan yang tepat bisa cukup membantu Anda melewatinya. 

2. Bullying

Bullying memiliki efek mendalam pada cara seseorang berpikir dan bagaimana mereka merasa, terlepas dari seberapa sering dan metode bully apa yang digunakan. Jika Anda di-bully, Anda mungkin merasa sangat tertekan, tidak berharga, dan putus asa bahwa situasi Anda akan berubah.

Perkembangan teknologi menciptakan fenomena yang disebut “cyber bullying,” di mana korban diintimidasi secara online, sering kali bahkan oleh orang-orang yang mereka kenal. Hal ini biasanya terjadi di situs media sosial, komentar di situs web, dan berbagai blog yang bertujuan untuk merusak reputasi Anda dan membuat Anda merasa malu. Tapi penting untuk tidak menanggapinya dan bersikap tangguh serta menunjukkan kemampuan diri adalah solusinya. Anda harus bangkit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkaca dari Kematian Goo Hara dan Sulli, Kenapa Wanita Rentan Depresi?

Berkaca dari Kematian Goo Hara dan Sulli, Kenapa Wanita Rentan Depresi?

Health | Selasa, 26 November 2019 | 10:15 WIB

Goo Hara Ada Riwayat Depresi, Kenapa Idol Kpop Rentan Sakit Mental?

Goo Hara Ada Riwayat Depresi, Kenapa Idol Kpop Rentan Sakit Mental?

Health | Selasa, 26 November 2019 | 09:19 WIB

Kenali Gejala Umum Kesepian Penyebab Depresi Seperti yang Dialami Goo Hara

Kenali Gejala Umum Kesepian Penyebab Depresi Seperti yang Dialami Goo Hara

Health | Senin, 25 November 2019 | 13:08 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB