Pertama Kalinya Menyelam saat Acara Dive with Deaf, Ini Tanggapan Para Tuli

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 02 Desember 2019 | 09:07 WIB
Pertama Kalinya Menyelam saat Acara Dive with Deaf, Ini Tanggapan Para Tuli
Guruh Hizbullah Alim, peserta tuli yang ikut menyelam (Suara.com/Shevinna Putti)

Suara.com - Hari Disabilitas Internasional akan kembali diperingati pada Selasa (3/12/2019) besok. Untuk menyambutnya, Diveable menggelar kegiatan untuk penyandang disabilitas di Hotel Tentrem Yogyakarta, Minggu (1/12/2019) kemarin.

Kali ini Diveable mengajak penyandang tuna rungu atau tuli untuk belajar menyelam. Acara bertajuk "Dive with Deaf" itu diikuti oleh 12 peserta tuli dan 1 cereberal palsy.

Diveable sengaja mengajak para tuli untuk menyelam karena ingin menyampaikan bahwa olahraga yang tergolong ekstrem ini bisa dilakukan oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas.

"Karena kita ingin membuktikan kalau mereka yang takut air, mereka yang merasa dirinya kecil karena ada keterbatasan fisik itu mereka bisa," ujar Meyra Marianti, founder Diveable.

Benar saja, acara "Dive with Deaf" ini pun disambut antusias oleh para penyandang tuli. Mereka terlihat sangat bersemangat ketika diberi pembelajaran dan diminta melakukan langsung cara menyelam di kolam renang Hotel Tentrem Yogyakarta.

Guruh Hizbullah Alim, salah satu peserta tuli mengaku sangat senang bisa mengikuti acara ini. Pria 24 tahun ini semakin antusias karena memang belum pernah terlibat dalam kegiatan menyelam.

Acara Dive with Deaf di Hotel Tentrem Yogyakarta (Suara.com/Shevinna Putti)
Acara Dive with Deaf di Hotel Tentrem Yogyakarta (Suara.com/Shevinna Putti)

"Jadi tertarik karena sebelumnya belum pernah ada yang seperti ini. Awalnya sempat bingung, terus dikasih tahu kalau akan diajarkan oleh profesional sehingga lebih tenang. Apalagi ada tim sar yang ikut menyelam," ujar Alim menggunakan bahasa isyarat.

Alim mengaku yang sebelumnya tidak pernah mencoba menyelam, kini sudah sedikit memahami caranya setelah terlibat dalam kegiatan hari itu.

Begitu pula dengan Lia Nur Rochma yang sudah penasaran ingin merasakan sensasi menyelam sejak lama tetapi belum pernah tersampaikan. Lia mengaku pernah mencoba belajar menyelam tetapi berakhir gagal karena terhambat komunikasi dengan pendampingnya.

baca juga

"Dulu aku pernah nyoba snorkeling di pantai. Jadi mereka ngajarin tapi ada hambatan komunikasi. Akhirnya ya udah batal, menyerah. dan pulang. Padahal pengin banget belajar menyelam," ujar wanita 28 tahun ini, tentunya dengan menggunakan bahasa insyarat.

Karena itulah, mereka sangat bersemangat ketika pertama kali mendengar ada acara "Dive with Deaf" di Jogja. Beruntungnya, mereka memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan menyelam kali ini.

Mereka juga mengaku tidak ada persiapan khusus, hanya menyiapkan mental sebelum menyelam. Keduanya tidak menampil sempat gugup ketika pertama kali masuk ke dalam air dan mencoba alat pernapasan.

Proses pembelajaran menyelam pada peserta tuli (Suara.com/Shevinna Putti)
Proses pembelajaran menyelam pada peserta tuli (Suara.com/Shevinna Putti)

"Persiapan khususnya lebih ke mental. Jadi tadi awalnya gugup waktu pertama kali menyelam ke air sama pegang alat pernapasannya. Tapi setelah itu, ya udah langsung praktek, pengajarnya juga bisa bahasa isyarat jadi lebih tenang," jelas Alim.

Alim maupun Lia merasa sangat senang akhirnya bisa belajar menyelam. Mereka sempat mengalami hambatan dalam hal mengatur napas tapi justru itu menjadi tantangan tersendiri.

Mereka harus menggunakan mulut untuk bernapas. Jadi, keduanya sempat belajar menggunakan alat pernapasan berulang-ulang karena tidak paham caranya bernapas sebelum akhirnya lanjut ke tahap menyelam.

"Awalnya, gugup banget. Terus ketika ada orang profesional yang mengajar, kan alat napasnya susah. Jadi diulang-ulang terus sampai akhirnya bisa langsung nyelam," jelas Alim.

Mereka berdua pun berniat ingin ikut lagi jika ada acara menyelam khusus penyandang disabilitas. Harapannya, mereka bisa semakin menguasai tekniknya dan mengajarkan teman-teman disabilitas lain untuk menyelam juga ke depannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pergi Menyelam Tahun Depan, Tulus Akui Tak Bisa Berenang

Pergi Menyelam Tahun Depan, Tulus Akui Tak Bisa Berenang

Video | Sabtu, 30 November 2019 | 08:30 WIB

Surga Wisata Bahari, 6 Spot Menyelam Terbaik Dunia Ada di Indonesia

Surga Wisata Bahari, 6 Spot Menyelam Terbaik Dunia Ada di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 19 November 2019 | 20:55 WIB

Hore, Bus Ramah Difabel Hadir di Kota Bogor

Hore, Bus Ramah Difabel Hadir di Kota Bogor

Foto | Sabtu, 02 November 2019 | 15:57 WIB

Video Viral, Penyandang Disabilitas Praktikan Tutorial Hijab Pakai Kaki

Video Viral, Penyandang Disabilitas Praktikan Tutorial Hijab Pakai Kaki

Lifestyle | Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:45 WIB

Terkini

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 09:58 WIB

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:56 WIB

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

×