Sambut Hari Disabilitas Internasional, Diveable Ajak Para Tuli Menyelam

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 02 Desember 2019 | 08:55 WIB
Sambut Hari Disabilitas Internasional, Diveable Ajak Para Tuli Menyelam
Acara Dive with Deaf di Hotel Tentrem Yogyakarta (Suara.com/Shevinna Putti)

Suara.com - Dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember, Diveable menggelar berbagai kegiatan bersama penyandang disabilitas di Hotel Tentrem Yogyakarta, Minggu (1/12/2019) kemarin.

Diveable bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Yogyakarta dan Asita Jogja mengadakan aksi yang unik dan ekstrem, yaitu menyelam bersama tuli.

Acara bertajuk "Dive With Deaf" yang diinisiasi oleh walkingwalking.com ini bertujuan mengampanyekan pariwisata tanpa batas (barrier free tourism). Menariknya lagi, ini pertama kalinya di Indonesia ada acara menyelam bersama para tuli.

Meyra Marianti, founder Diveable melalui kegiatan ini ingin menyampaikan bahwa olahraga menyelam yang dibilang cukup ekstrem bisa dilakukan oleh semua orang. Bahkan, termasuk disabilitas dengan pendampingan pelatih profesional yang sudah berpengalaman dengan penyandang disabilits.

"Meskipun diving adalah olahraga yang sangat ekstrem tetapi dengan pendampingan dari pelatih yang tepat dan fasilitas yang sesuai kebutuhan mereka, mereka bisa melakukannya," kata Meyra Marianti di Hotel Tentrem Yogyakarta, Minggu (1/12/2019).

Meyra tunjukkan pelengkapan menyelam untuk penyandang disabilitas (Suara.com/Shevinna Putti)
Meyra tunjukkan pelengkapan menyelam untuk penyandang disabilitas (Suara.com/Shevinna Putti)

"Dive with Dife" ini diikuti oleh sebanyak 12 orang tuli dan 1 cerebal palsy. Lalu, tak ada satu peserta pun yang sebelumnya sudah pernah menyelam.

"Para penyelam profesional akan menggunakan bahasa isyarat untuk memberikan arahan dan instruksi pada para peserta. Ada 1 orang peserta tuli merupakan difeblind (buta dan tuli) sehingga komunikasi dilakukan dengan isyarat sentuh," ujarnya.

Meyra lalu mengatakan, acara menyelam bersama penyandang disabilitas ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Diveable. Mereka selalu rutin mengadakan acara ini setiap tahunnya.

Tahun sebelumnya, Diveable pun mengajak orang dengan keterbatasan fisik untuk menyelam. Tahun 2019 ini, mereka khusus mengajak orang dengan keterbatasan sensorik seperti tuli untuk menyelam.

baca juga

Menurut Meyra, menyelam adalah olahraga yang aman untuk penyandang disabilitas. Asalkan, mereka mendapatkan alat perlengkapan yang sesuai kebutuhan dan pendamping menyelam profesional khusus disabilitas.

Meyra menjelaskan bahwa perlengkapan menyelam untuk penyandang difabel dan tuli berbeda-beda. Orang dengan cerebral palsy akan menggunakan masker wajah penuh. Sedangkan tuli menggunakan masker yang berguna menutupi telinga mereka.

Proses pembelajaran menyelam pada peserta tuli (Suara.com/Shevinna Putti)
Proses pembelajaran menyelam pada peserta tuli (Suara.com/Shevinna Putti)

"Setiap ragam itu cara penangannya berbeda-beda. Kalau cerebral palsy, nanti kita pakaikan full mask. Jadi itu tidak dipakai untuk orang-orang tuli. Kalau orang tuli, kita pakaikan masker khusus ada penutup telinganya karena bisa jadi mereka sudah tidak ada gendang telinganya," jelasnya.

Perlengkapan tersebut diperlukan peserta tuli untuk mencegah air masuk langsung ke telinga. Pasalnya, kondisi itu bisa menyebabkan infeksi dan vertigo akibat perbedaan suhu.

Selain itu, mereka juga mempersiapkan tim tenaga medis untuk berjaga-jaga selama kegiatan menyelam. Mereka bekerja sama dengan RS Panti Rini menyediakan seorang dokter, satu perawat, dan mobil ambulans.

Semetara itu, Dokter Devi Crestella dari RS Panti Rini berpendapat bahwa olahraga menyelam masih tergolong aman bagi penyandang disabilitas, khususnya tuli. Bahkan, olahraga ini juga tidak ada risiko yang sama mengancam jiwa bagi penyandang disabilitas.

"Jadi tidak ada pertolongan khusus jika terjadi sesuatu. Hanya orang tuli tanpa gendang telinga bisa saja kemasukan air ketika menyelam. Nah itu bisa menyebabkan kondisi lain seperti vertigo dan infeksi," jelasnya.

Oleh karenanya, ia juga menyarankan para tuli untuk menggunakan pelindung yang menutup telinganya agar tidak kemasukan air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Remaja Penyandang Disabilitas Ikut Kompetisi IT di Korea, Keren Banget!

4 Remaja Penyandang Disabilitas Ikut Kompetisi IT di Korea, Keren Banget!

Lifestyle | Minggu, 01 Desember 2019 | 18:51 WIB

Hore, Bus Ramah Difabel Hadir di Kota Bogor

Hore, Bus Ramah Difabel Hadir di Kota Bogor

Foto | Sabtu, 02 November 2019 | 15:57 WIB

Video Viral, Penyandang Disabilitas Praktikan Tutorial Hijab Pakai Kaki

Video Viral, Penyandang Disabilitas Praktikan Tutorial Hijab Pakai Kaki

Lifestyle | Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:45 WIB

Lewat Program Ini, Perempuan Disabilitas Bisa Jadi Wirausaha Mandiri

Lewat Program Ini, Perempuan Disabilitas Bisa Jadi Wirausaha Mandiri

Lifestyle | Kamis, 05 September 2019 | 15:58 WIB

Terkini

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Berapa Besaran BSU 2026? Cek Pakai NIK Lewat bsu.kemnaker.go.id

Berapa Besaran BSU 2026? Cek Pakai NIK Lewat bsu.kemnaker.go.id

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:56 WIB

×