Memberi Bayi Prematur ASI Dapat Mengurangi Kerusakan Jantung

Yasinta Rahmawati

Senin, 02 Desember 2019 | 17:09 WIB
Memberi Bayi Prematur ASI Dapat Mengurangi Kerusakan Jantung

Suara.com - Memberi bayi prematur asupan ASI diyakini dapat mengurangi kerusakan jantung yang disebabkan oleh kelahiran dini.

Bayi yang lahir sebelum masa kehamilan penuh (37 minggu) diperkirakan memiliki jantung yang lebih lemah karena ruang yang lebih kecil untuk membantu memompa darah.

Dilansir dari Daily Mail, ilmuwan Irlamdia telah menemukan ASI dapat mengatasi masalah tersebut

Para peneliti percaya ASI dapat membantu mengatur hormon dan faktor pertumbuhan serta memperkuat sistem kekebalan bayi serta mengurangi peradangan.

"Menjadi semakin jelas bahwa kelahiran prematur menghasilkan efek kardiovaskular jangka panjang yang merugikan dengan konsekuensi klinis yang penting," kata penulis utama Profesor Afif El-Khuffash, seorang dokter anak di Royal College of Surgeons di Irlandia.

Studi yang dilakukan bersama rekan-rekannya di University of Oxford dan Harvard Medical School diterbitkan dalam jurnal Pediatric Research.

Studi tersebut membandingkan 30 orang dewasa kelahiran prematur yang hanya diberi ASI selama di rumah sakit dengan 16 lainnya diberi susu formula secara eksklusif.

Ilustrasi air susu ibu (Shutterstock).
Ilustrasi air susu ibu (Shutterstock).

Pemeriksaan kardiovaskular terperinci, termasuk pemindaian MRI ketika mereka berusia 23 dan 28 tahun, menunjukkan ruang jantung mereka lebih kecil dari normal.

Tetapi perbedaan ukuran kurang jelas pada kelompok ASI, menunjukkan efek perlindungan potensial untuk struktur jantung.

baca juga

Tidak jelas persis bagaimana ASI meningkatkan kesehatan jantung, tetapi para ilmuwan percaya itu mungkin berkaitan dengan antibodi yang ditularkan dari ibu ke bayi, memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi yang prematur.

Mereka juga mengatakan ASI mengandung sejumlah besar faktor pertumbuhan, enzim, antibodi, dan sel induk yang dapat secara langsung membantu jantung tumbuh, yang tidak ditemukan dalam formula bayi.

Timnya terus mempelajari efek pada bayi yang sangat prematur dengan menggunakan pemindaian baru untuk mengukur fungsi jantung.

Mereka berharap untuk menunjukkan bahwa paparan ASI dini pada bayi prematur dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam fungsi jantung selama dua tahun pertama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memotivasi Para Ibu, Kampanye Menyusui 2 Tahun Terus Disuarakan

Memotivasi Para Ibu, Kampanye Menyusui 2 Tahun Terus Disuarakan

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 16:54 WIB

Jalani Prosedur TAVI, Pasien Jantung Ini Beri Testimoni Memuaskan

Jalani Prosedur TAVI, Pasien Jantung Ini Beri Testimoni Memuaskan

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 14:27 WIB

Ini Dia Prejaru, Alat Penolong Serangan Jantung Karya Mahasiswa UMP

Ini Dia Prejaru, Alat Penolong Serangan Jantung Karya Mahasiswa UMP

Health | Sabtu, 30 November 2019 | 15:05 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×