Mengenal Prosedur TAVI, Proses Bedah Minimalis bagi Pasien Jantung

Silfa Humairah Utami, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 02 Desember 2019 | 17:37 WIB
Mengenal Prosedur TAVI, Proses Bedah Minimalis bagi Pasien Jantung
Ilustrasi penyakit jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Mengenal Prosedur TAVI, Proses Bedah Minimalis bagi Pasien Jantung

Penyakit jantung masih dianggap sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Jumlah penderita yang kian bertambah membuat pencegahan dan perawatan sakit jantung menjadi prioritas utama baik bagi institusi kesehatan, maupun masyarakat peduli kesehatan.

Hal ini disebabkan, katup aorta mengalirkan darah yang dipompa keluar jantung ke seluruh tubuh. Akibat penuaan, katup aorta dapat menyempit. Ketika penyempitan katup semakin parah, seseorang biasanya sering mengalami sesak napas, pingsan dan ketidaknyamanan. Jika terjadi gejala ini, sekitar 50% pasien akan meninggal dalam waktu 2 tahun, jika tidak ditangani dengan baik. (Sebagai perbandingan, 50% pasien kanker meninggal dalam kurun waktu 5 tahun).

Sejauh ini prosedur bedah jantung masih rumit dan berisiko akibat operasi terbuka. Untuk itu prosedur minimalis menjadi tindakan optional yang minim risiko bagi pasien.

Operasi jantung terbuka untuk menggantikan katup aorta adalah metode konvensional untuk mengobati penyakit ini. Namun sekitar 30 persen pasien dianggap tidak layak operasi karena resiko operasi seringkali tinggi pada pasien tua dan penderita penyakit seperti jantung lemah, paru berat dan penyakit ginjal stadium akhir.

Dr. Rosli Mohd Ali, Konsultan Kardiologi menjelaskan, Transcatheter Aortic Valve Replacement/Implantation (TAVR/TAVI) adalah opsi tindakan invasif minimal pada stenosis katup aorta berat. (AS berat).

Datuk Dr. Rosli Mohd Ali memberikan pemaparan mengenai TAVI. (Suara.com/Vessy Frizona)
Datuk Dr. Rosli Mohd Ali memberikan pemaparan mengenai TAVI. (Suara.com/Vessy Frizona)

"TAVR / TAVI sekarang menjadi pilihan alternatif bagi pasien usia lanjut yang menderita AS berat. Metode invasif minimal ini biasanya dilakukan dengan membuat sayatan kecil di pangkal paha atau kadang – kadang disisi atau pada dada. Kateter yang dapat diarahkan, berupa tabung tipis dan fleksibel, digunakan untuk menanam katup aorta pada jantung yang berdetak," ungkap Dr Rosli saat ditemui Suara.com belum lama Ini di Jakarta.

Tidak seperti bedah jantung terbuka untuk menggantikan katup aorta, dengan TAVR/TAVI dada pasien tidak perlu dibuka dan jantung tidak dihentikan. Prosedur ini juga dapat dilakukan dengan bius lokal. Dengan langkah-langkah sebagai berikut.

Langkah 1: Ballon Valvuloplasty

baca juga

Dipandu oleh kateter, mula-mula balon yang dapat dikembangkan dimasukkan ke dalam aorta untuk membuka katup jantung

Langkah 2: Busur Navigasi Aorta

Transcatheter Katup Jantung diarahkan melalui arteri ke jantung Anda.

Langkah 3: Pelintasan Katup Asli

Katup buatan akan ditempatkan pada posisinya dan siap dipasang

Langkah 4: Pemasangan

Balon yang dapat dikembangkan digunakan untuk memasang dan mengunci katup di tempat. Ada juga
katup TAVR / TAVI lain yang berkembang sendiri dan tidak memerlukan balon untuk pemasangannya

Langkah 5: Pemeriksaan Terakhir

Kateter dilepaskan dan sekarang katup baru berfungsi di tempat katup asli.

"Tidak seperti operasi jantung terbuka, TAVI/TAVR tidak membutuhkan pasien dihubungkan ke mesin pemompa jantung dan di dalam kebanyakan kasus, pasien tidak perlu dibedah dadanya, karena prosedur TAVI dilakukan menggunakan kateter yang dimasukan melalui kulit. Bisa dibayangkan TAVI jauh lebih tidak menyiksa daripada operasi bedah jantung, sehingga pasien yang awalnya merasa bahwa operasi pembedahan itu terlalu berisiko, kini memiliki pilihan untuk menyembuhkan masalah katup jantungnya dan memperpanjang usia mereka," jelasnya lebih lanjut.

Penggantian katup jantung dengan metode TAVI lebih baik digunakan untuk orang-orang dengan umur di atas 70 tahun, karena orang-orang dengan usia tersebut biasanya memiliki toleransi lebih rendah terhadap rasa sakit.

"Karena prosedur TAVI ini menggunakan proses bedah yang sangat minimal, pasien bisa kembali beraktivitas rutin lebih cepat daripada operasi jantung terbuka. Pasien yang sudah menjalani prosedur TAVI melaporkan perkembangan kualitas hidup mereka sesaat sesudahnya. Manfaat lainnya termasuk waktu rawat yang lebih sebentar, tidak ada codet di dada, pemulihan gejala dengan cepat, perkembangan fungsi jantung, dan pengurangan rasa sakit dan kegelisahan," jelas Datuk dr. Rosli Mhd Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memberi Bayi Prematur ASI Dapat Mengurangi Kerusakan Jantung

Memberi Bayi Prematur ASI Dapat Mengurangi Kerusakan Jantung

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 17:09 WIB

Jalani Prosedur TAVI, Pasien Jantung Ini Beri Testimoni Memuaskan

Jalani Prosedur TAVI, Pasien Jantung Ini Beri Testimoni Memuaskan

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 14:27 WIB

Top 3 Health: Implan Payudara Millen Cyrus, Alat Penolong Serangan Jantung

Top 3 Health: Implan Payudara Millen Cyrus, Alat Penolong Serangan Jantung

Health | Sabtu, 30 November 2019 | 21:05 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×