Keuntungan Makanan Pedas, Tingkatkan Metabolisme hingga Redakan Depresi

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 03 Desember 2019 | 19:04 WIB
Keuntungan Makanan Pedas, Tingkatkan Metabolisme hingga Redakan Depresi
Ilustrasi makanan pedas (Shutterstock)

Suara.com - Meski mengenakkan, ada beberapa orang yang tidak suka makanan pedas. Salah satu alasannya adalah takut asam lambung naik. Padahal pernyataan ini justru kurang tepat.

"Kebanyakan orang yang mengalami masalah refluks atau gastro tidak makan makanan pedas karena mereka khawatir itu akan membuat kondisi menjadi lebih buruk. Nyatanya makan makanan pedas sebenarnya dapat menurunkan produksi asam," tutur Bonnie Taub-Dix , RD, pencipta Better Than Dieting dan Read it Before You Eat It.

Tidak hanya itu, melansir Womens Health Magazine, makan makanan pedas juga memiliki berbagai keuntungan.

1. Meningkatkan metabolisme

Taub-Dix mengatakan cabai mengandung senyawa aktif capsaicin yang membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Meski begitu ia tidak akan mengandalkan konsumsi makanan pedas sebagai cara penurunan berat badan.

"Jika Anda makan sesuatu yang tidak begitu sehat, menambahkan saus pedas di atasnya, maka tidak akan menurunkan berat," tutur Taub-Dix.

Ilustrasi makanan pedas. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi makanan pedas. (Dok : Istimewa)

2. Mengatasi keinginan konsumsi gula

"Setelah merasakan makanan pedas, biasanya Anda tidak ingin makan kue sesudahnya. Aku punya pasien yang mengatakan, ketika mereka mengonsumsi saus cabai, mereka akan puas," katanya lagi.

baca juga

3. Mengurangi peradangan

Taub-Dix mengatakan capsaicin memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat.

"Kita tahu mengurangi peradangan memiliki efek positif dalam memerangi masalah jantung dan kanker," katanya.

ilustrasi menjilat jari setelah makan. makan pedas, makanan pedas [shutterstock]
ilustrasi menjilat jari setelah makan. makan pedas, makanan pedas [shutterstock]

4. Meningkatkan libido

Menurut Taub-Dix, mengonsumsi makanan pedas meningkatkan testosteron, hormon yang terikat pada libido.

Satu studi dari jurnal Physiology and Behavior menemukan bahwa mereka yang tertarik pada makanan pedas memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi.

5. Mengurangi gejala depresi

Taub-Dix mengatakan makanan pedas dapat melepaskan neurotransmitter serotonin di otak, yang membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi depresi.

Tapi, perlu diingat bahwa masalah kesehatan mental dapat melemahkan jika tidak ditangani. Jadi, cari bantuan profesional jika Anda merasa ada masalah, dan jangan mengandalkan makanan pedas sebagai obat penyembuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Gejala Gangguan Panik, Ketahui 5 Faktanya!

Mengenal Gejala Gangguan Panik, Ketahui 5 Faktanya!

Health | Sabtu, 30 November 2019 | 08:45 WIB

Kasus Bunuh Diri Lebih Sering Terjadi pada Pria, Mengapa Demikian?

Kasus Bunuh Diri Lebih Sering Terjadi pada Pria, Mengapa Demikian?

Health | Kamis, 28 November 2019 | 14:25 WIB

Meski Gejala Umum Sama, Depresi pada Wanita dan Pria Itu Berbeda

Meski Gejala Umum Sama, Depresi pada Wanita dan Pria Itu Berbeda

Health | Kamis, 28 November 2019 | 11:13 WIB

Terkini

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB