Waspada, Tingkat Kasus Cedera akibat Bermain Ponsel Meningkat 3 Kali Lipat

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Waspada, Tingkat Kasus Cedera akibat Bermain Ponsel Meningkat 3 Kali Lipat
Ilustrasi berkendara sambil pakai ponsel. [Shutterstock]

Ketika ponsel semakin berpengaruh, mereka juga berpotensi menjadi lebih berbahaya.

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan adanya peningkatan dalam perawatan orang yang cedera akibat bermain ponsel selama 10 tahun ini. Tak tanggung-tanggung, kasus cedera ini meningkat hingga 3 kali.

Menurut Daily Mail, antara 1998 hingga 2016, database nasional AS mencatat ada ribuan kunjungan di seluruh rumah sakit.

Peneliti memperkirakan di seluruh Amerika, ada lebih dari 76.000 orang pernah dilarikan ke UGD akibat mengalami cedera saat bermain ponsel, terutama ketika berjalan, berkendara, bermain game Pokemon Go! dalam periode tersebut.

Tak hanya itu, peneliti juga mengungkap kasus baru. Pada 2007, ada 9 kasus baru per sejuta orang dan pada 2016 angka tersebut naik menjadi tiga kali lipatnya, menjadi 29 kasus per sejuta orang.

Para peneliti dari Rutgers University Medical School yang mengumpulkan data kasus, memperingatkan jumlah tersebut akan naik. Hal itu karena semakin banyaknya orang yang memiliki ponsel dan menjadi terikat dengannya.

Ilustrasi bermain ponsel (Shutterstock)
Ilustrasi bermain ponsel (Shutterstock)

"Ketika ponsel semakin berpengaruh, mereka juga berpotensi menjadi lebih berbahaya," kata penulis studi, Dr Boris Paskhover.

"Cedera akibat ponsel sudah lama dilaporkan. Sebagian besar dalam konteks insiden terkait mengendarai," sambungnya.

Sebagian besar responden, yakni orang yang mengalami kasus ini, berusia antara 13 hingga 19 tahun. Sedangkan untuk usia di bawah 13 tahun, mereka lebih banyak cedera akibat ponsel itu sendiri.

"Cedera terkait ponsel pada kepala dan leher telah meningkat tajam selama periode 20 tahun terakhir. Meski kebanyakan kasus cenderung sederhana, beberapa cedera memiliki risiko komplikasi jangka panjang," sambungnya.

Menurutnya, temuan ini dapat meningkatkan kewaspadaan orang-orang tentang bahaya menggunakan ponsel saat melakukan kegiatan lain.

Sementara itu, studi terkait telah dipublikasikan di jurnal JAMA Otolaryngology-Head and Neck Surgery pada 5 Desember 2019 kemarin.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS