Waspada, Tingkat Kasus Cedera akibat Bermain Ponsel Meningkat 3 Kali Lipat

Minggu, 08 Desember 2019 | 13:52 WIB
Waspada, Tingkat Kasus Cedera akibat Bermain Ponsel Meningkat 3 Kali Lipat
Ilustrasi berkendara sambil pakai ponsel. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan adanya peningkatan dalam perawatan orang yang cedera akibat bermain ponsel selama 10 tahun ini. Tak tanggung-tanggung, kasus cedera ini meningkat hingga 3 kali.

Menurut Daily Mail, antara 1998 hingga 2016, database nasional AS mencatat ada ribuan kunjungan di seluruh rumah sakit.

Peneliti memperkirakan di seluruh Amerika, ada lebih dari 76.000 orang pernah dilarikan ke UGD akibat mengalami cedera saat bermain ponsel, terutama ketika berjalan, berkendara, bermain game Pokemon Go! dalam periode tersebut.

Tak hanya itu, peneliti juga mengungkap kasus baru. Pada 2007, ada 9 kasus baru per sejuta orang dan pada 2016 angka tersebut naik menjadi tiga kali lipatnya, menjadi 29 kasus per sejuta orang.

Para peneliti dari Rutgers University Medical School yang mengumpulkan data kasus, memperingatkan jumlah tersebut akan naik. Hal itu karena semakin banyaknya orang yang memiliki ponsel dan menjadi terikat dengannya.

Ilustrasi bermain ponsel (Shutterstock)
Ilustrasi bermain ponsel (Shutterstock)

"Ketika ponsel semakin berpengaruh, mereka juga berpotensi menjadi lebih berbahaya," kata penulis studi, Dr Boris Paskhover.

"Cedera akibat ponsel sudah lama dilaporkan. Sebagian besar dalam konteks insiden terkait mengendarai," sambungnya.

Sebagian besar responden, yakni orang yang mengalami kasus ini, berusia antara 13 hingga 19 tahun. Sedangkan untuk usia di bawah 13 tahun, mereka lebih banyak cedera akibat ponsel itu sendiri.

"Cedera terkait ponsel pada kepala dan leher telah meningkat tajam selama periode 20 tahun terakhir. Meski kebanyakan kasus cenderung sederhana, beberapa cedera memiliki risiko komplikasi jangka panjang," sambungnya.

Baca Juga: Studi: Bermain Ponsel sebelum Tidur dapat Tingkatkan Kadar Gula Darah!

Menurutnya, temuan ini dapat meningkatkan kewaspadaan orang-orang tentang bahaya menggunakan ponsel saat melakukan kegiatan lain.

Sementara itu, studi terkait telah dipublikasikan di jurnal JAMA Otolaryngology-Head and Neck Surgery pada 5 Desember 2019 kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI