Bisa Sebabkan Kematian, TBC Sulit Dideteksi Pada Anak-anak

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 10 Desember 2019 | 19:59 WIB
Bisa Sebabkan Kematian, TBC Sulit Dideteksi Pada Anak-anak
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Bisa Sebabkan Kematian, TBC Sulit Dideteksi Pada Anak-anak

TBC (tuberkulosis) atau yang lebih dikenal dengan istilah TB memang jadi virus yang menyerang paru-paru, tulang, usus hingga kelenjar. Gejalanya seperti batuk berdahak tak kunjung henti, bahkan hingga mengeluarkan darah.

Masalahnya identifikasi TBC pada orang dewasa cukup mudah dengan memeriksa dahaknya, tapi untuk pasien anak cukup sulit untuk mengeluarkan dahak, sering kali ditelan kembali.

"Sayangnya memang susah didiagnosa pada anak-anak dan gampang didiagnosa pada dewasa. Tapi tes pada orang dewasa gampang dilakukan karena mereka batuk dan bisa dicek lendirnya. Tapi pada bayi, ketika mereka batuk, susah disuruh buang lendir air liur, malah ditelan lagi," ujar Vanessa Rouzier, Chief of Pediatrics, Gheskio, Haitian Global Health Alliance di Westin Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Belum lagi anak-anak memang sangat rentan terserang TBC, mengingat sistem kekebalan imun anak cenderung lebih rendah dibanding orang dewasa. Misalnya saja, kata Vanessa ,ibu yang menderita TBC tapi ia tinggal bersama bayi, maka si bayi juga sangat rentan tertular.

"Jadi jika saya ibu dan punya TB, dan saya punya bayi tinggal serumah tentu risikonya sangat tinggi, dan mereka sangat berisiko karena sistem imun tubuhnya masih lemah. Ketika punya bayi dengan risiko penularan tinggi, kita nggak bisa suruh dia batuk. Lalu buang lendir," jelas Vanessa.

Meski begitu pada dasarnya, TBC pada anak bisa dideteksi dengan cara lain, seperti melihat perut, pencernaan, hingga paru-paru dan tes darah di rumah sakit. Tapi seringnya, kembali lagi tidak terdeteksi, alhasil banyak gejala TBC pada anak tapi berakhir tidak terdiagnosis.

Belum lagi dari sisi gejala, Vanessa memang membenarkan anak yang kurus, lemas dan kurang gizi sudah sepatutnya diperiksakan ke dokter. Apalagi dari tanda batuk TBC pada anak dan dewasa berbeda, anak dengan TBC kuantitas batuknya tidak sebanyak orang dewasa.

Vanessa Rouzier, Chief of Pediatrics, Gheskio, Haitian Global Health Alliance bicara tentang TBC pada anak. (Suara.com/Dini Afrianti)
Vanessa Rouzier, Chief of Pediatrics, Gheskio, Haitian Global Health Alliance bicara tentang TBC pada anak. (Suara.com/Dini Afrianti)

"Anak tak batuk sesering orang dewasa. Anak yang terpapar bisa saja berat badannya stagnan. Dan tiap bulan atau usianya bertambah tapi berat badannya segitu-segity aja. Berat badan mereka tak merosot tapi tidak bertambah, stagnan," jelasnya.

"Kadang-kadang ada sih yang merosot berat badannya. Lalu bayi terlambat jalan, atau bayi nggak mau makan banyak lagi, dan berat badannya nggak bertambah," lanjutnya.

Alhasil, kesulitan diagnosis ini membuat virus TBC yang ada anak sulit untuk dihilangkan, dan memicu virus TBC jadi lebih resisten terhadap obat lini pertama atau obat yang pertama kali diminum si penderita. Lalu, ia harus meminum obat lini selanjutnya yakni TB MDR yang punya efek samping lebih berat dari obat lini pertama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batuk Infeksi VS Batuk Gejala Kanker Paru, Bagaimana Membedakannya?

Batuk Infeksi VS Batuk Gejala Kanker Paru, Bagaimana Membedakannya?

Health | Kamis, 28 November 2019 | 15:39 WIB

Demi Bisa Cuti Panjang, Seorang Guru Pura-pura Sakit TB

Demi Bisa Cuti Panjang, Seorang Guru Pura-pura Sakit TB

Health | Rabu, 06 November 2019 | 08:21 WIB

Paru-Paru Menghitam, Istri Indra Bekti Ternyata Pernah Derita Tuberculosis

Paru-Paru Menghitam, Istri Indra Bekti Ternyata Pernah Derita Tuberculosis

Health | Sabtu, 02 November 2019 | 14:42 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB