alexametrics

Jangan Larang Anak Main di Genangan Air, Ada Manfaatnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Jangan Larang Anak Main di Genangan Air, Ada Manfaatnya!
Anak laki-laki main di genangan air (Pixabay/victoria_borodinova)

Musim hujan tiba, orangtua sebaiknya tidak melarang anak-anak bermain di genangan air.

Suara.com - Musim hujan telah tiba, Anda pasti sering menemukan genang air di mana-mana. Pada musim seperti ini biasanya banyak anak-anak senang hujan-hujanan atau bermain genangan air.

Tetapi, seringkali orangtua khawatir ketika anak-anak bermain genangan air. Mereka mengira genangan air tersebut bisa menyebabkan penyakit karena tercampur dengan kotoran di jalanan hingga polutan.

Tetapi, apakah benar bermain genangan air buruk bagi kesehatan anak-anak dan tidak ada manfaatnya?

Cara terbaik untuk mengembangkan kesehatan usus anak justru membiarkan mereka berkotor-kotoran. Misalnya, membiarkan mereka bermain dengan hewan, mencuci tangan dengan sabun biasa daripada gen antibakteri, memberinya makanan tinggi serat dan mengurangi penggunaan antibiotik.

Baca Juga: Orang yang Lahir Bulan April Berisiko Sakit Jantung, Ini Alasannya!

Menurut Profesor Brett Finlay dilansir dari Asia One, sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara kekurangan mikroba dalam usus anak dengan kondisi kronis potensial seperti asma, alergi, obesitas, diabetes dan perkembangan otak.

Anak-anak main di genangan air (Pixabay/qimono)
Anak-anak main di genangan air (Pixabay/qimono)

Ilmuwan mikroba Jack Gilbert, co-penulis Dirt Is Good, mengatakan bahwa kebiasaan memberihkan tangan anak-anak dengan tisu antiseptik setelah mereka bermain kotor-kotoran atau menjauhkannya dari binatang justru bukan pilihan tepat.

Jack Gilbert menganjurkan agar orangtua membiarkan anak-anak mengenal dunia lebih luas, seperti membiarkan mereka bermain kotor-kotoran untuk mengembangkan kesehatan usus.

Yoki Lau, ibu dua anak dari Hong Kong pun berusaha membiarkan anaknya yang berusia satu dan lima tahun bermain genangan air. Yoki Lau mengaku sebelumnya ia tidak boleh bermain genangan air hingga dewasa oleh orangtuanya.

Ia percaya bahwa bermain kotoran seperti di genangan air bisa membantu mengembangkan indera dan meningkatkan perkembangan anaknya.

Baca Juga: Rendam Tangan Selama 30 Detik, Tes Sederhana untuk Tahu Kesehatan Jantung

"Cara ini juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan membangun koneksi saraf. Beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting untuk pertumbuhan otak dan banyak koneksi saraf dibangun selama fase ini," jelas Yoki Lau.

Komentar