Ingin Makanan Panggang Lebih Sehat? Begini 6 Cara Membakarnya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 26 Desember 2019 | 19:31 WIB
Ingin Makanan Panggang Lebih Sehat? Begini 6 Cara Membakarnya
ilustrasi ayam bakar [shutterstock]

Suara.com - Ayam, ikan atau daging bakar memang menjadi makanan yang banyak disukai. Namun, makanan bakar ini juga memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh, salah satunya menyebabkan kanker.

Akhirnya, banyak orang menghindari konsumsi makanan panggang atau bakar karena takut terserang kanker dan lainnya. Di sisi lain, makanan yang digoreng juga bukan pilihan terbaik selain makanan bakar.

Padahal ada cara khusus untuk membuat makanan bakar sedikit lebih sehat dikonsumsi. Berikut ini 6 cara membuat makanan panggang tidak berbahaya dikonsumsi, seperti yang dilansir dari health.com, antara lain:

1. Tidak terlalu lama memanggang

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa memanggang daging dengan panas tinggi dapat menyebabkan karsinogen heterosiklik amina (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs).

Satu studi pun menemukan orang yang mengonsumsi daging panggang atau makanan bakar lainnya secara teratur 60 persen lebih mungkin terkena kanker pankreas. Selain itu, waktu memasak atau memanggang yang lama juga bisa meningkatkan risiko kanker perut, paru-paru dan payudara.

Ilustrasi daging bakar. (Shutterstock)
Ilustrasi daging bakar. (Shutterstock)

2. Oleskan bumbu

Sebuah studi tahun 2008 menemukan bahwa bumbu pedas dapat menurunkan pembentukan HCA. Hal itu karena bumbu-bumbu tertentu dikemas dengan antioksidan yang akan membantu menghilangkan HCA dalam proses memanggang.

Selain itu, menambahkan rempah-rempah ke dalam bumbu panggangan, seperti bawang putih bisa mengurangi jumlah total HCA sampai 60 persen. Karena itu, oleskan bumbu pada daging, ayam atau ikan sebelum memanggangnya.

baca juga

3. Kecilkan api

Selain waktu, memanggang daging dengan api kecil juga membantu mengurangi karsinogen. Penelitian telah menunjukkan bahwa suhu yang lebih tinggi menyebabkan peningkatan HCA. Karena itu, kecilkan suhu atau apinya ketika memanggang.

Salmon fillet panggang lemon. (Shutterstock)
Salmon fillet panggang lemon. (Shutterstock)

4. Gunakan microwave

Sebelum memanggang, Anda bisa memasukkan daging atau ikan yang akan dipanggang ke dalam microwave selama satu hingga dua menit. Cara seperti ini membantu daging atau ikan akan lebih cepat matang ketika dipanggang sehingga tidak butuh waktu lama.

Penelitian telah menunjukkan memasukkan daging ke microwave sebelum dimasak juga menurunkan HCA sebesar 90 persen.

5. Tambahkan sayuran

Anda juga perlu menambahkan sayuran ketika memanggang daging. Sayuran panggang tidak mengandung karsinogen seperti daging panggang. Jadi, tambahan sayuran ini membuat lebih sehat dan mengurangi HCA.

6. Pengasinan atau perendaman

Rendam daging atau ikan menggunakan cuka, lemon, jeruk nipis atau rempah-rempah lainnya sebelum dibakar juga lebih baik. Tapi, gunakan bumbu bebas lemak atau rendah lemak untuk membatasi lemak yang menetes di arang.

Tindakan sederhana pengasinan sebelum pemanggangan telah terbukti mengurangi pembentukan HCA sebanyak 92 persen hingga 99 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Faktor yang Dinilai dapat Meningkatkan Risiko Kanker, Apa Saja?

3 Faktor yang Dinilai dapat Meningkatkan Risiko Kanker, Apa Saja?

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 11:14 WIB

Pakai Kosmetik Kaleng-kaleng, Wanita Ini Kena Kanker Kulit

Pakai Kosmetik Kaleng-kaleng, Wanita Ini Kena Kanker Kulit

News | Selasa, 24 Desember 2019 | 11:44 WIB

Kisah Penyintas Kanker: Pulang Kemoterapi Bisa Langsung Jalan-Jalan

Kisah Penyintas Kanker: Pulang Kemoterapi Bisa Langsung Jalan-Jalan

Health | Selasa, 24 Desember 2019 | 10:33 WIB

3 Kesalahpahaman Umum Tentang Pengobatan Kanker di Masyarakat

3 Kesalahpahaman Umum Tentang Pengobatan Kanker di Masyarakat

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 15:23 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×