3 Kesalahpahaman Umum Tentang Pengobatan Kanker di Masyarakat

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 23 Desember 2019 | 15:23 WIB
3 Kesalahpahaman Umum Tentang Pengobatan Kanker di Masyarakat
Ilustrasi terapi atau pengobatan kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker, penyakit yang begitu ditakuti oleh umat manusia, karena dianggap pengobatan kanker begitu sulit dan tingkat kesembuhannya pun kecil. Tak heran kalau kanker dianggap sebagai beban di masyarakat.

Dikutip dari hasil studi yang dilakukan BMC Medicine tahun 2015, lebih dari 75% pasien kanker akan mengalami kematian atau kebangkrutan ekonomi dalam waktu 12 bulan setelah diagnosis.

Selain beban ekonomi, studi lain juga menyebut adanya beban psikososial. Pada anak-anak dengan orangtua yang terdiagnosis kanker, misalnya, mereka akan mengalami kekurangan perhatian dan kasih sayang sehingga berisiko mengalami masalah emosi dan perilaku. Dan semakin banyaknya kasus kanker yang terjadi di usia produktif, hal ini juga berdampak pada timbulnya beban sosial yang nyata di masyarakat.

Kanker, meski di satu sisi memang pengobatannya tak mudah, ada sisi kesalahpahaman yang beredar di masyarakat seputar pengobatan kanker. Hal ini, secara langsung ataupun tidak, bisa menjadi penghambat dalam keberhasilan pengobatan kanker.

Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, SpPD-KHOM, M.Epid, FINASIM, FACP dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam workshop Terobosan Imunoterapi Kanker Telah Hadir di Indonesia bulan November lalu di Jakarta, mengungkap 3 kesalahpahaman umum tentang pengobatan kanker yang beredar di masyarakat.

1. Biopsi membuat kanker menjalar

Sifat kanker memang menjalar, sehingga tanpa biopsi pun, kanker pasti akan menjalar dalam kurun waktu beberapa bulan mendatang.

Biopsi sel kanker diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Tanpa biopsi, dokter tidak dapat mendiagnosis, sehingga tidak boleh melakukan pengobatan apapun, meski 99% sudah diyakini itu adalah kanker.

2. Takut dioperasi/dibedah

Ketika dokter memberi opsi untuk operasi atau bedah guna mengangkat sel kanker, banyak orang menolak lantaran takut. Padahal, itu justru kabar baik. Kanker, kalau masih bisa dioperasi atau dibedah, itu kemungkinan besar masih belum menyebar, dan justru hasilnya akan lebih baik.

Salah satu jenis kanker yang paling sering ditawarkan opsi operasi atau bedah adalah kanker payudara. Tapi, ketika kanker payudara sudah menyebar ke mana-mana, percuma melakukan operasi, karena kankernya tak hanya ada di payudara saja, tetapi sudah ada juga di tempat atau organ lain.

3. Takut pada pengobatan sistemik atau kemoterapi

Banyak orang seram membayangkan kalau harus dikemoterapi. Berbagai efek samping kemoterapi langsung terbayang, mulai dari rambut rontok, badan lemas, mual, muntah, bahkan ada yang sampai meninggal.

Pengobatan kemoterapi sendiri bertujuan untuk menghambat siklus hidup sel kanker, yaitu dengan cara mencegah supaya inti sel tidak membelah. Sel kanker sendiri merupakan sel yang pertumbuhannya sangat cepat. Itu sebabnya, kemoterapi tak hanya menghancurkan sel kanker, tapi juga sel normal yang pertumbuhan atau proses pembelahan selnya cepat. Misalnya, rambut yang pertumbuhannya cepat, atau sel leukosit. Itu alasan kenapa kemoterapi berdampak pada kerontokan rambut, anemia, mual, muntah, dan sebagainya.

Meski begitu, efek dari kemoterapi tidak bisa disamaratakan antarpasien yang satu dengan pasien yang lain. Tubuh manusia berbeda-beda, sehingga respons yang ditunjukkannya pun tak akan sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan Vidi Aldiano Soal Kanker Ginjalnya yang Cukup Agresif

Blak-blakan Vidi Aldiano Soal Kanker Ginjalnya yang Cukup Agresif

Entertainment | Jum'at, 20 Desember 2019 | 20:39 WIB

Kabar Baik, Akupunktur Disebut Dapat Mengurangi Rasa Sakit Penderita Kanker

Kabar Baik, Akupunktur Disebut Dapat Mengurangi Rasa Sakit Penderita Kanker

Health | Jum'at, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Risiko Kanker Payudara Turun Jika Melakukan Diet setelah Usia 50 Tahun

Risiko Kanker Payudara Turun Jika Melakukan Diet setelah Usia 50 Tahun

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 12:45 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB