Masalah Kejiwaan Juga Penyakit, 2020 Tak Perlu Malu Bicara Kesehatan Mental

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Senin, 30 Desember 2019 | 08:25 WIB
Masalah Kejiwaan Juga Penyakit, 2020 Tak Perlu Malu Bicara Kesehatan Mental
Ilustrasi kesehatan jiwa dan kesehatan mental (Shutterstock)

Suara.com - Masalah Kejiwaan Juga Penyakit, 2020 Tak Perlu Malu Bicara Kesehatan Mental

Seiring perkembangan teknologi yang kian cepat dan serba individualis karena tidak berkomunikasi secara tatap muka, ternyata membuat gangguan mental seperti depresi hingga gangguan kecemasan jadi yang paling sering dijumpai di 2019.

Selain karena banyak yang tidak sadar mengidap masalah kejiwaan dan gangguan jiwa, rasa malu dan stigma membuat orang menolak pergi ke psikolog atau psikiater untuk membicarakan masalah kesehatan mental.

"Gangguan psikologis dan gangguan fisik ya sama-sama aja sebenarnya, diare pergi ke dokter, kita punya gangguan sedih ya pergi ke psikolog ke psikiater itu sama aja sebenarnya, itu yang harus disadari," ujar Psikolog Liza M Djaprie saat dihubungi Suara.com, baru-baru ini.

Jadi 2020 mendatang sudah seharusnya banyak orang paham untuk mau berkonsultasi dengan psikolog saat merasa ada yang tidak beres dengan emosinya, karena kini kasus yang banyak ditemukan pergi ke psikolog hanya saat keadaan mentalnya sudah cukup berat.

Anggapan inilah yang perlu diubah, untuk tidak pergi ke psikolog saat beban mental sudah sangat berat atau gangguan jiwa. Sehingga banyak orang tidak takut berkonsultasi dan tidak bersembunyi dari orang sekitar bahwa ia pergi ke psikolog, karena alih-alih sembuh sembunyi-sembunyi pergi ke psikolog malah menambah beban mental.

"Apakah mereka ingin all out atau terbuka jujur pada lingkungan itu masih tetap sedikit sekali, karena masih malu masih takut, judgetmen orang, masih kemudian ngeri kalau dapat predikat orang gila," ungkap Liza.

"Nah, itu masih yang belum, sementara teorinya dan kenyataannya selama kita masih ngumpet-ngumpet ya berarti ada ketakutan dan kecemasan pergi ke psikolog juga itu bisa jadi beban mental tersendiri," sambungnya.

Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

Adapun warning yang patutnya diwaspadai dan sudah saatnya pergi ke psikolog ditandai dengan tidak bisa tidur secara normal, seperti jam tidur kurang atau sebaliknya kebanyakam tidur hingga 20 jam tapi badan masih saja lelah. Jika pun tidur normal tapi selalu mengalami mimpi buruk.

baca juga

Perubahan emosi yang signifikan juga patut dicurigai seperti mudah marah, serba takut dari biasanya. Begitu juga dengan pola makan yang tadinya 1 piring ia jadi enggan makan sama sekali, atau sebaliknya makannya menjadi banyak sekali.

"Memang ada perubahan yang cukup signifikan dari keseharian kita, itu yang harus jadi warning apakah gue lagi stres nggak ya, itu. Terus tubuh merasa lemah, mudah sakit itu juga jadi warning sebenarnya," tutup Liza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gangguan Bipolar: Membangun Kesadaran dan Cara Merangkul Penderitanya

Gangguan Bipolar: Membangun Kesadaran dan Cara Merangkul Penderitanya

Your Say | Jum'at, 27 Desember 2019 | 14:02 WIB

Bergosip Memang Asik, Tapi Ketahui Dulu Dampak Jangka Panjangnya

Bergosip Memang Asik, Tapi Ketahui Dulu Dampak Jangka Panjangnya

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:18 WIB

Emak-emak Dikejar Tetangga Sepulang dari Pasar, Lehernya Nyaris Ditusuk

Emak-emak Dikejar Tetangga Sepulang dari Pasar, Lehernya Nyaris Ditusuk

Jatim | Rabu, 25 Desember 2019 | 22:07 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×