Array

Berkaca dari Medina Zein, Apakah Amfetamin Berpengaruh pada Bipolar?

Selasa, 31 Desember 2019 | 16:26 WIB
Berkaca dari Medina Zein, Apakah Amfetamin Berpengaruh pada Bipolar?
Medina Zein saat menjadi pembicara di acara Saliha Community Gathering, di Hong Kong Cafe, Jakarta Pusat, (7/2/2018). (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Medina Zein, selebgram sekaligus pengusaha yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat warganet dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis amfetamin.

"Yang bersangkutan kemarin sudah kita lakukan pemeriksaan, tes urine, dia positif amfetamin. Yang bersangkutan benar sebagai pemakainya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di kantornya, Senin (30/12/2019).

Sebelum terjerat kasus narkotika ini, Medina juga sempat mengaku dirinya mengidap gangguan suasana hati, bipolar tipe 2.

"Kan aku sempet posting, kan aku sempet sharing sama followers aku kalau aku terkena BPD (bipolar disorder) kan... Aku sudah share di Instagram. Aku kena bipolar tipe 2, sama kayak Caca (Marshanda)," ujar Medina saat dihubungi pada Senin (23/12/2019) kemarin.

Amfetamin merupakan jenis obat stimulan yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat untuk meningkatkan kadar dopamin di dalam otak, menurut Medical News Today.

Umumnya, obat-obatan jenis ini menghasilkan efek emosional, kognitif dan fisik karena mereka bertindak seperti adrenalin, hormon yang merupakan salah satu stimulan alami dalam tubuh.

Ilustrasi narkotika (Shutterstock)

Berdasarkan laman The Recovery Village, hubungan antara amfetamin dengan bipolar dinilai 'rumit'.

Penggunaan amfetamin tidak menyebabkan gangguan bipolar, tetapi dapat menimbulkan gejalanya. Istilah untuk kondisi ini adalah 'gangguan bipolar yang diinduksi amfetamin' dan akan berakhir ketika orang tersebut berhenti menggunakan obat tersebut.

Ini adalah hal yang berbeda. Sebab, 'gangguan bipolar yang diinduksi amfetamin' sangat berbeda dengan seorang penderita bipolar yang menggunakan amfetamin.

Baca Juga: Mengenal Amfetamin yang Dikonsumsi Medina Zein, Ketahui Bahayanya!

Meski digunakan untuk menangani Attention Deficit Disorder with Hyperactivity (ADHD), amfetamin biasanya tidak digunakan dalam terapi pengobatan gangguan bipolar karena obat ini adalah stimulan. Penggabungan ini hanya dapat memperburuk gejalanya.

Amfetamin dapat memperburuk gejala manik pada penderita gangguan bipolar. Bahkan jika mereka sudah kecanduan, gejalanya dapat bertahan lebih lama.

Diagnosis ganda, yaitu ketika seseorang didiagnosis dengan gangguan mental dan ia juga menyalahgunakan obat, umumnya memerlukan terapi intensif, seperti rehabilitasi rawat inap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI