Peneliti: Kemoterapi Bagi Pasien Kanker Testikular Cukup Dilakukan Sekali

Vania Rossa | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 06 Januari 2020 | 11:29 WIB
Peneliti: Kemoterapi Bagi Pasien Kanker Testikular Cukup Dilakukan Sekali
Ilustrasi kesehatan reproduksi lelaki, penis. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker testikular merupakan salah satu jenis kanker yang sangat jarang terjadi. Sesuai namanya, kanker tersebut menyerang organ kelamin laki-laki yang memproduksi hormon dan sperma.

Namun ada kabar baik dari pengobatan jenis kanker ini. Dikatakan tim peneliti, yang dimuat di dalam jurnal European Urology, satu siklus kemo sama efektifnya dengan dua siklus.

Pendekatan pengobatan yang lebih pendek ini dianggap lebih baik dan lebih murah serta dapat mengurangi efek samping jangka panjang pada pasien kanker.

Kanker testikular sendiri sangat jarang terjadi. Di Inggris, terdapat sekitar 2.400 orang pasien yang didiagnosis mengidap kanker testikular.

Hal yang mengerikan dari kanker ini adalah bagaimana banyak dari pengidapnya merupakan lelaki usia muda. Kanker jenis ini umum terjadi pada mereka yang berusia antara 15 hingga 49 tahun.

Sebagian besar orang yang didiagnosis (98%) bertahan hidup selama setidaknya 10 tahun setelah kanker pertama kali terdeteksi.

Karena alasan itu juga, banyak dari pasien dan penyintas memerlukan pengobatan yang sangat panjang, bahkan sampai seumur hidup mereka, hingga hal itu dapat mengurangi kualitas hidup.

Namun lewat penelitian yang dilakukan oleh Institute of Cancer Research, London, dan University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust, akhirnya ada efek samping yang dapat dikurangi dari proses pengobatan tersebut.

Pasien dalam uji coba yang dianggap berisiko tinggi terkena kanker kembali, hanya diberikan satu kali kemoterapi.

Dua tahun kemudian, kanker hanya kambuh pada 1,3% lelaki yang jumlahnya kira-kira sama dengan mereka yang memiliki dua program standar.

Prof Robert Huddart dari Institute of Cancer Research mengatakan, "Mengurangi dosis kemoterapi secara keseluruhan dapat menyelamatkan laki-laki muda yang memiliki seluruh hidup mereka di depan mereka dari efek samping jangka panjang, dan juga berarti mereka akan memerlukan lebih sedikit kunjungan ke rumah sakit untuk perawatan mereka. Percobaan baru ini sudah mengubah praktik klinis pada skala global."

Kemoterapi sendiri dapat merusak sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko infeksi, merusak organ termasuk ginjal. dan memengaruhi kesuburan.

Prof. Emma Hall, ilmuwan lain di institut itu, mengatakan bahwa penelitian tersebut telah menemukan bukti kuat yang menunjukkan bahwa kemoterapi kanker testikular dapat dengan aman dikurangi dari dua siklus menjadi hanya satu. "Ini membuat perawatan lebih pendek, lebih baik, dan lebih murah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Penyintas Kanker: Pulang Kemoterapi Bisa Langsung Jalan-Jalan

Kisah Penyintas Kanker: Pulang Kemoterapi Bisa Langsung Jalan-Jalan

Health | Selasa, 24 Desember 2019 | 10:33 WIB

Menangis Setelah Kemoterapi, Anak Denada Bisa Happy Lagi Karena Hal Ini

Menangis Setelah Kemoterapi, Anak Denada Bisa Happy Lagi Karena Hal Ini

Entertainment | Selasa, 10 Desember 2019 | 10:50 WIB

Ria Irawan Kemoterapi Oral, Seperti ini Keuntungan dan Kekurangannya

Ria Irawan Kemoterapi Oral, Seperti ini Keuntungan dan Kekurangannya

Health | Senin, 11 November 2019 | 19:20 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB