Ketahui Gejala Antraks yang Diduga Sedang Mewabah di Gunungkidul

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Rosiana Chozanah

Sabtu, 11 Januari 2020 | 16:25 WIB
Ketahui Gejala Antraks yang Diduga Sedang Mewabah di Gunungkidul
Ilustrasi sapi [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Sebanyak 12 warga Kabupaten Gunungkidul, DIY diduga terpapar penyakit antraks akibat mengonsumsi daging dari hewan ternak yang meninggal mendadak.

Salah satu dari kedua belas warga tersebut diketahui telah meninggal pada akhir Desember 2019. Sedangkan 11 warga lainnya hingga kini masih dirawat secara intensif di RSUD Wonosari, Gunungkidul.

Antraks atau penyakit sapi gila merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini tergolong serius, tetapi jika dideteksi sejak awal masih dapat diobati menggunakan antibiotik.

Gejala dari penyakit ini dapat dimulai kapan saja, dari satu hari hingga lebih dari dua bulan sejak terinfeksi.

Dilansir Hello Sehat, penyakit antraks terbagi dalam tiga jenis infeksi:

- Antraks kulit

Bakteri dapat masuk ke tubuh melalui luka terbuka di kulit. Umumnya, penderita akan mendapati adanya benjolan merah kecoklatan yang gatal dan tidak nyeri yang muncul satu hingga 12 hari setelah paparan.

Kebanyakan benjolan ini muncul di daerah wajah, leher, lengan, atau tangan. Benjolan akan pecah dan membentuk koreng hitam (eschar) dengan bengkak di sekitarnya.

Penderita juga terkadang akan mengalami nyeri otot, sakit kepala, demam, mual, dan muntah.

baca juga
Ilustrasi bakteri anthrax. (Shutterstock)
Ilustrasi bakteri anthrax. (Shutterstock)

- Antraks inhalasi

Bakteri juga dapat memasuki paru-paru saat seseorang mengirup spora dari bakteri.

Gejala awalnya akan seperti terserang flu, tetapi makin lama akan makin memburuk secara cepat. Tandanya termasuk demam dan tubuh menggigil, berkeringat, nyeri badan, lelah berlebih, sakit kepala, rasa tidak nyaman di dada, mual, muntah, atau nyeri perut.

Jika tidak segera diterapi, antraks dapat berakibat fatal.

- Antraks gastrointestinal

Antraks jenis ini jarang terjadi. Seseorang dapat terkena antraks yang menyerang sistem pencernaan ini apabila mengonsumsi daging yang terkontaminasi spora.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wilayah Gunungkidul DIY Diduga Terjangkit Wabah Antraks, Apa Itu?

Wilayah Gunungkidul DIY Diduga Terjangkit Wabah Antraks, Apa Itu?

Health | Sabtu, 11 Januari 2020 | 14:49 WIB

Diduga Terpapar Antraks, Ratusan Warga Gunungkidul Diberi Antibiotik

Diduga Terpapar Antraks, Ratusan Warga Gunungkidul Diberi Antibiotik

Jogja | Sabtu, 11 Januari 2020 | 13:45 WIB

Brandu, Tradisi di Gunungkidul Diduga Jadi Pemicu Menyebarnya Antraks

Brandu, Tradisi di Gunungkidul Diduga Jadi Pemicu Menyebarnya Antraks

Jogja | Sabtu, 11 Januari 2020 | 13:26 WIB

Diduga karena Antraks, 9 Hewan Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak

Diduga karena Antraks, 9 Hewan Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak

Jogja | Sabtu, 11 Januari 2020 | 11:29 WIB

Terkini

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:16 WIB

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 12:14 WIB

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:12 WIB

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 12:08 WIB

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:05 WIB

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:00 WIB

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:59 WIB

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 11:56 WIB

×