Bayi Baru Lahir Nyaris Meninggal karena Dicium Banyak Orang

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:00 WIB
Bayi Baru Lahir Nyaris Meninggal karena Dicium Banyak Orang
Ilustrasi bayi baru lahir (Pexels)

Suara.com - Roman Dransfield, seorang bayi baru lahir nyaris meninggal dunia setelah dicium oleh banyak orang. Sebelumnya, Roman lahir 4 minggu lebih awal dari HPL dan menderita penyakit kuning.

Setelah lahir, Roman pun sempat ditempatkan di inkubator di bangsal neonatal. Saat itu Roman hanya diperbolehkan bersentuhan dan mendapat ciuman dari anggota keluarga saja.

Matthew dan Danniella, kedua orangtua Roman lantas memperhatikan ada ruam di kepala anaknya setelah 5 hari lahir. Bahkan ruam itu perlahan berkembang dan berisi cairan seperti kulit melepuh.

Dokter lantas mengonfirmasi bahwa Roman menderita herpes. Tim medis mencurigai bahwa kondisi itu disebabkan oleh banyak kerabat keluarga yang menciumnya.

Akibatnya dilansir oleh Daily Star, Roman harus mengonsumsi obat anti-virus selama 3 minggu dan krim oles untuk mengatasi ruamnya jika kambuh.

Ilustrasi bayi batu lahir (shutterstock)
Ilustrasi bayi batu lahir (shutterstock)

Kedua orangtua Roman pun menceritakan kisah pilunya melihat sang buah hati menderita ruam. Mereka memeringatkan semua orang agar tidak sembarang mencium bayi baru lahir untuk menghindari penularan virus.

"Ketika dia pertama kali lahir, anggota keluarga silih datang dan pergi untuk melihatnya yang berada di bangsal neonatal. Mereka bergantian melihat kondisi Roman dan menciumnya," kata Danniella, ibu Roman.

Menurut Danniella, saat itu tak ada satu pun orang yang sedang sakit flu. Sehingga mereka pun mengira orang-orang yang menjenguk anaknya tidak akan menularkan virus.

Tetapi suatu hari, mereka justru melihat ada ruam di wajah anaknya yang terus memburuk seiring berjalannya waktu.

baca juga

Dokter lantas menduga bahwa Roman menderita herpes karena tertular dari anggota keluarga yang sudah membawa virus tersebut.

Kedua orangtua Roman tentu khawatir ketika pertama kali mendengar diagnosis dokter. Apalagi dokter juga mengatakan virus tersebut bisa mengancam nyawa Roman yang belum ada sebulan lahir ke dunia.

"Dokter memberi tahu kami bahwa virus itu bisa membunuh Roman jika sampai ke organ tubuh bagian dalam. Tapi untungnya, kondisi Roman membaik setelah 3 minggu menjalani pengobatan," jelasnya.

Danniella mengaku belum mengetahui betul tentang bahaya semabarangan mencium bayi baru lahir. Karena itu, mereka membagikan kisahnya dan meminta orang agar tak sembarangan mencium.

Akibat kejadian ini pula, Danniella dan suaminya tidak bisa mencium anaknya sejak pertama kali diketahui menderita herpes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Justin Bieber Menderita Lyme, Penyakit yang Ditularkan Oleh Gigitan Kutu!

Justin Bieber Menderita Lyme, Penyakit yang Ditularkan Oleh Gigitan Kutu!

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 09:17 WIB

Pilunya Ibu Ini Bayinya Tertular Herpes Simplex Karena Sembarangan Dicium

Pilunya Ibu Ini Bayinya Tertular Herpes Simplex Karena Sembarangan Dicium

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 14:17 WIB

Kisah Traumatis Ibu di Singapura, Bayinya Lahir Berwarna Biru

Kisah Traumatis Ibu di Singapura, Bayinya Lahir Berwarna Biru

Health | Jum'at, 06 Desember 2019 | 11:42 WIB

Terkini

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

×