Terinfeksi Cacing, Kulit Testis Kakek Ini Mengeras seperti Kulit Telur

Rabu, 15 Januari 2020 | 19:20 WIB
Terinfeksi Cacing, Kulit Testis Kakek Ini Mengeras seperti Kulit Telur
Ilustrasi kesehatan reproduksi lelaki, penis. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang kakek berusia 80 tahun di India mengembangkan kulit aneh yang terlihat seperti kulit telur di sekitar testisnya. Menurut laporan, kulit 'telur' ini terbentuk dari reaksi langka terhadap infeksi kronis.

Awalnya, pria tersebut mengeluhkan gejala infeksi saluran kemih, seperti adanya darah di urine.

Saat itulah dokter menemukan sang pria memiliki kulit abnormal di testis kanannya yang membesar dan keras. Hasil CT scan menunjukkan pria tersebut memiliki kantung berisi cairan di sekitar testisnya yang mulai mengapur, atau mengeras dengan endapan kalsium.

Dilansir Live Science, kantung berisi cairan, yang juga disebut sebagai hidrokel, bukanlah bagian dari anatomi skrotum. Tetapi kantung ini dapat berkembang sebagai respon terhadap infeksi.

Perkembangan hidrokel sering terjadi, terutama pada bayi yang baru lahir dan biasanya akan menghilang tanpa perawatan dalam setahun.

Hidrokel pada testis pria 80 tahun (BMJ Case Report)
Hidrokel pada testis pria 80 tahun (BMJ Case Report)

Penyebab paling umum dari kantung berisi cairan ini adalah limfatik filariasis, infeksi yang disebabkan oleh spesies cacing parasit tertentu.

Larva parasit ini ditransmisikan ke manusia melalui gigitan nyamuk dan mereka biasanya berkembang menjadi orang dewasa di pembuluh limfatik.

Cacing biasanya ditemukan di daerah tropis, termasuk India di mana 40% dari kasus filariasis limfatik di dunia terjadi.

Secara global, 25 juta pria yang terkena filariasis limfatik memiliki hidrokel dan 15 juta pria yang terkena filariasis limfatik mengalami lymphedema, atau pembengkakan di lengan atau kaki, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Waspadai Penis Melengkung, Bisa Jadi Idap Penyakit Peyroine

Namun, sangat jarang kantung hidrokel ini akan mengeras seperti kulit telur.

Infeksi biasanya dapat diobati dengan obat anti-filaria. Tetapi terkadang, mungkin memerlukan operasi atau tindakan lain, seperti perawatan kulit khusus, menurut laporan yang dipublikasikan di BMJ Case Report pada 6 Januari 2020 ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI