243 WNI dari Wuhan Akan Dikarantina, Bolehkah Dijenguk Keluarga?

Sabtu, 01 Februari 2020 | 06:20 WIB
243 WNI dari Wuhan Akan Dikarantina, Bolehkah Dijenguk Keluarga?
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Woworuntu memberikan keterangan pers terkait virus corona di gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (31/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - 243 WNI dari Wuhan Akan Dikarantina, Bolehkah Dijenguk Keluarga?

Pemerintah Indonesia akan memulangkan 234 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, menyusul epidemi virus corona di Negara Tirai Bambu tersebut. Setelah sampai di Indonesia, para WNI akan dikarantina sembari diobservasi kondisi kesehatannya selama 14 hari, sebelum akhirnya dikembalikan kepada keluarga.

Kementerian Kesehatan RI hingga saat ini belum bisa membeberkan di mana para warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, China akan dikarantina. Namun Kemenkes telah menyiapkan petugas kesehatan untuk membantu para WNI.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu enggan memberitahu di mana lokasi karantina yang sudah dipilih untuk para WNI yang dijemput kembali dari Wuhan. Menurutnya karantina bisa saja dipilih di Jakarta ataupun kota-kota yang lain.

"Kalau dia landing di Jakarta, asrama haji, di apartemen kek, di mana, di mana, pemerintah ada skenario, tunggulah saatnya," kata Wiendra saat konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020).

Kemudian dirinya mengatakan bahwa setidaknya ada 20 petugas yang akan berjaga di tempat karantina tersebut yang terdiri dari dokter-dokter dengan beragam spesialis.

Wiendra juga menuturkan kalau para WNI tersebut bisa dijenguk oleh anggota keluarganya selama berada di karantina selama 14 hari. Akan tetapi anggota keluarga yang menjenguk itu tidak diperkenankan untuk bertemu apalagi melakukan aktivitas komunikasi.

"Boleh lihat dari jauh, namanya juga karantina, membatasi. ada ketentuannya berapa meter," ujarnya.

Pasien Virus Korona Dibawa Keluar dari Bandara China dalam Kotak Karantina. (Daily Mail/Twitter @xinyanyu)
Pasien Virus Korona Dibawa Keluar dari Bandara China dalam Kotak Karantina. (Daily Mail/Twitter @xinyanyu)

Kemenkes juga membantah isu yang berkembang di media sosial terkait kemungkinan pemerintah Indonesia menyembunyikan kasus virus corona positif yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Tangkal Virus Corona, Kemenkes Minta Rumah Sakit Siapkan Ruangan Isolasi

"Enak aja. Siapa sih yang mau sembunyiin. Kalau kita sembunyi kita bisa terus-terus ada penyebaran, terus nggak berhenti," ungkap Wiendra lagi.

Wiendra meminta masyarakat Indonesia untuk tidak membandingkan dengan negara lain. Sebab banyak faktor yang membuat virus bisa ditemukan di suatu negara, namun tidak di negara lainnya.

"Yaudah biar aja dia (netizen) ngomong, emang kalian mau kalau novel coronavirus masuk? Nggak kan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI