Perhimpunan Dokter Paru Buka Suara Soal Proses Evakuasi WNI dari Wuhan

Ririn Indriani

Minggu, 02 Februari 2020 | 15:29 WIB
Perhimpunan Dokter Paru Buka Suara Soal Proses Evakuasi WNI dari Wuhan
Ilustrasi penggunaan masker untuk menekan risiko terinfeksi virus corona Wuhan, China. (Shutterstock)

Suara.com - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengapresiasi proses evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, dan menyebut tata laksana evakuasi yang dilakukan lebih baik dari standar ketentuan yang diperlukan.

"Standar alat pelindung dirinya lebih lengkap. Itu lebih baik lagi artinya," kata Ketua Pengurus Harian PDPI, DR. Dr. Agus Dwi Susanto melalui keterangan tertulis kepada Antara di Jakarta, Minggu (2/2/2020).

Ia mengatakan standar tata laksana yang perlu dilakukan dalam proses evakuasi WNI dari Wuhan antara lain perlunya mencatat semua manifest penumpang memastikan semua penumpang dan kru memakai masker bedah selama di dalam pesawat.

Tim juga perlu memeriksa suhu tubuh penumpang dan kru secara berkala selama perjalanan.

Selain itu, penumpang yang mengalami demam dan flu juga perlu dipisahkan dari penumpang lain yang tidak demam dan flu guna menghindari kemungkinan paparan.

Selain penanganan selama di dalam pesawat, tim evakuasi juga perlu memastikan penanganan khusus saat tiba di Tanah Air, antara lain dengan memberikan jalur khusus di bandara agar penumpang dan kru dari Wuhan tidak terlibat kontak fisik dengan penumpang lainnya.

"Bila perlu dari tangga pesawat langsung naik kendaraan menuju fasilitas karantina," katanya.

Kemudian, bagi penumpang dan kru yang demam dan flu, mereka perlu menjalani isolasi di rumah sakit rujukan. Sementara penumpang dan kru yang sehat dicatat dan dibawa ke tempat karantina.

Selama berada di karantina, para WNI perlu menjalani proses observasi selama 14 hari. Mereka juga perlu diperiksa secara berkala untuk skrining ke arah flu.

baca juga

Bagi mereka yang terdeteksi ada flu dan atau demam akan menjalani isolasi dan penanganan di rumah sakit rujukan.

Petugas medis perlu melakukan foto toraks (rongten dada) terhadap semua penumpang sebagai data awal.

Mereka perlu diberi nutrisi yang bergizi dan diberikan rasa nyaman selama karantina. Mereka juga perlu menjalani konseling dengan psikolog bagi yang mengalami masalah psikis.

Selain itu, mereka juga perlu dibebaskan dari stigma masyarakat dan difasilitasi sehingga bisa berkomunikasi dengan keluarga.

Ketentuan penanganan seperti itu, menurut Agus, telah dilakukan dengan lebih baik oleh tim selama proses evakuasi WNI dari Wuhan.

PDPI, katanya, turut mengirimkan anggotanya ke dalam tim evakuasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mereka juga telah menyiagakan anggotanya di rumah sakit rujukan di Batam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Natuna Tolak Proses Karantina WNI dari Wuhan, In Kata Ketua IDI

Warga Natuna Tolak Proses Karantina WNI dari Wuhan, In Kata Ketua IDI

Health | Minggu, 02 Februari 2020 | 14:49 WIB

WNI dari Wuhan Pulang, Kemenhub Minta Bandara Tak Kompromi Potensi Corona

WNI dari Wuhan Pulang, Kemenhub Minta Bandara Tak Kompromi Potensi Corona

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 14:44 WIB

WNI dari Wuhan Transit di Batam Sebelum Menuju Natuna

WNI dari Wuhan Transit di Batam Sebelum Menuju Natuna

Foto | Minggu, 02 Februari 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal, Sentuh Rp96.550 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal, Sentuh Rp96.550 per Kg

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 12:18 WIB

Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri

Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 12:18 WIB

Suka Minum Kopi Pagi Hari? Jangan Lewatkan Segelas Air Putih

Suka Minum Kopi Pagi Hari? Jangan Lewatkan Segelas Air Putih

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 12:16 WIB

Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah

Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 12:13 WIB

Malam Peringatan Hari Pahlawan, Gus Ipul Ingatkan Warisan Konstitusi Para Pejuang

Malam Peringatan Hari Pahlawan, Gus Ipul Ingatkan Warisan Konstitusi Para Pejuang

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:12 WIB

Viral Ulama NU Ceramah Dalam Kubur, Seluruh Badan Dipocong Hingga Ditimbun dalam Tanah

Viral Ulama NU Ceramah Dalam Kubur, Seluruh Badan Dipocong Hingga Ditimbun dalam Tanah

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:10 WIB

Tak Hanya untuk Kulit, Ini Beragam Manfaat Minyak Zaitun untuk Perawatan Tubuh

Tak Hanya untuk Kulit, Ini Beragam Manfaat Minyak Zaitun untuk Perawatan Tubuh

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:08 WIB

Rutin Makan Kacang Tanah, Penelitian Ungkap Manfaatnya untuk Daya Ingat

Rutin Makan Kacang Tanah, Penelitian Ungkap Manfaatnya untuk Daya Ingat

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 12:07 WIB

Wardah Calm and Soothe Gel Moisturizer untuk Kulit Apa? Pemilik Wajah Beruntusan Wajib Coba!

Wardah Calm and Soothe Gel Moisturizer untuk Kulit Apa? Pemilik Wajah Beruntusan Wajib Coba!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:05 WIB

KPK Usut Dugaan Manipulasi Cukai Rokok PT Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Tembus Triliunan

KPK Usut Dugaan Manipulasi Cukai Rokok PT Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Tembus Triliunan

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:03 WIB

×