Media Vietnam Beri Julukan Pedas untuk Nadeo Argawinata Usai Timnas Indonesia Dibantai 0-3

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Media Vietnam Beri Julukan Pedas untuk Nadeo Argawinata Usai Timnas Indonesia Dibantai 0-3
Pesepak bola Timnas Indonesia Thom Haye (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Nguyen Hai Long (kanan) pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj]
baca 10 detik
  • Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam akibat kelemahan antisipasi tiang dekat Nadeo Argawinata.

  • Media Vietnam menyoroti kesalahan berulang Nadeo dan membandingkannya dengan kualitas Maarten Paes.

  • Indonesia berada di posisi ketiga Grup A dan wajib menang lawan Singapura.

Suara.com - Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam berbuntut panjang. Penampilan kiper Nadeo Argawinata menjadi sorotan media Vietnam setelah Skuad Garuda tumbang 0-3 pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026), itu membuat peluang Timnas Indonesia menuju semifinal Piala AFF 2026 jadi berat. Selain hasil pertandingan, performa Nadeo juga menjadi bahan pembahasan media Vietnam.

Media Vietnam, Soha.vn, menilai penjaga gawang Persija Jakarta tersebut kembali memperlihatkan kelemahan yang sama seperti pada pertandingan sebelumnya.

Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchell Lee Baker (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Xuanh Manh Pham (kedua kiri) pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj]
Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchell Lee Baker (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Xuanh Manh Pham (kedua kiri) pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj]

Mereka menyoroti kesulitan Nadeo dalam mengantisipasi bola yang mengarah ke tiang dekat.

Dalam ulasannya, Soha bahkan menyebut Nadeo mendapat julukan sebagai "titik lemah" Timnas Indonesia. Penilaian tersebut muncul karena kesalahan yang dianggap berulang dalam beberapa pertandingan terakhir.

"Setelah kekalahan 0-3 dari Vietnam di Piala ASEAN 2026, ia dijuluki sebagai 'titik lemah' oleh media Indonesia," tulis.

Media tersebut menilai persoalan utama bukan hanya tiga gol yang bersarang ke gawang Indonesia. Menurut Soha, pola kebobolan yang sama terus berulang sehingga menjadi kelemahan yang dimanfaatkan lawan.

"Ketidakmampuan Nadeo menutup sudut dekat telah menjadi kelemahan fatal," tulis Soha dalam analisisnya.

Soha mengaitkan hal itu dengan laga Indonesia melawan Kamboja yang berakhir 5-1. Saat itu, satu-satunya gol Kamboja juga dinilai lahir melalui situasi serupa.

baca juga

Kelemahan tersebut kembali terlihat saat menghadapi Vietnam. Gol pembuka Nguyen Van Vi pada menit keenam disebut tercipta ketika Nadeo lebih mengantisipasi tembakan ke tiang jauh, sementara bola justru mengarah ke sisi dekat gawang.

Sembilan menit kemudian, Nguyen Hai Long menggandakan keunggulan Vietnam melalui penyelesaian yang kembali mengarah ke tiang dekat. Soha menilai posisi dan reaksi Nadeo kurang maksimal sehingga gagal menghentikan bola.

Tak hanya mengkritik Nadeo, media tersebut juga membandingkannya dengan dua kiper keturunan Indonesia yang bermain di Eropa, yakni Maarten Paes dan Emil Audero.

Menurut Soha, pengalaman keduanya di kompetisi level tinggi membuat kemampuan membaca permainan dan menutup ruang tembak lebih matang.

"Soha berpendapat jika Indonesia diperkuat Maarten Paes atau Emil Audero, skenario pertandingan bisa saja berbeda, atau setidaknya peluang kebobolan melalui situasi serupa dapat diminimalkan."

Meski begitu, Soha tidak menyebut kehadiran salah satu dari dua kiper tersebut akan menjamin Indonesia terhindar dari kekalahan. Media itu hanya menilai peluang kebobolan melalui pola yang sama dapat ditekan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Indonesia di Ujung Tanduk, Mitchell Baker: Garuda Belum Habis!

Timnas Indonesia di Ujung Tanduk, Mitchell Baker: Garuda Belum Habis!

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:30 WIB

John Herdman Ultimatum Timnas Indonesia: Lupakan Vietnam, Singapura Jadi Penentu Nasib

John Herdman Ultimatum Timnas Indonesia: Lupakan Vietnam, Singapura Jadi Penentu Nasib

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Senyum Puas Pelatih Asal Korsel Lihat Timnas Indonesia Dipecundangi Vietnam

Senyum Puas Pelatih Asal Korsel Lihat Timnas Indonesia Dipecundangi Vietnam

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Terkini

4 Shio yang Diprediksi Lepas dari Masa Sulit pada 18 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Lepas dari Masa Sulit pada 18 September 2026

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 07:42 WIB

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham BYAN,30 Persen Kepemilikan Bakal Beralih

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham BYAN,30 Persen Kepemilikan Bakal Beralih

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 07:40 WIB

Skandal KUR BNI Jember Rp41 Miliar: Kejati Jatim Jebloskan Tersangka Kelima ke Rutan

Skandal KUR BNI Jember Rp41 Miliar: Kejati Jatim Jebloskan Tersangka Kelima ke Rutan

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 07:39 WIB

Skandal Kredit Bodong Rp6,7 Miliar: Kolusi Oknum Bank Lampung dan Kades Pesisir Barat Terbongkar

Skandal Kredit Bodong Rp6,7 Miliar: Kolusi Oknum Bank Lampung dan Kades Pesisir Barat Terbongkar

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 07:32 WIB

Bahlil Pastikan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden!

Bahlil Pastikan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden!

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 07:30 WIB

Transaksi QRIS Tembus Rp600,7 Triliun, Pelindungan Konsumen Jadi Kunci Ekonomi Digital

Transaksi QRIS Tembus Rp600,7 Triliun, Pelindungan Konsumen Jadi Kunci Ekonomi Digital

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 07:18 WIB

Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya

Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 07:17 WIB

25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan

25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 07:07 WIB

Tangis Keluarga Iringi Penghentian Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Tangis Keluarga Iringi Penghentian Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 07:00 WIB

BPS vs Bank Dunia: Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Bisa Berbeda Jauh?

BPS vs Bank Dunia: Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Bisa Berbeda Jauh?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 07:00 WIB

×