Mengapa Pasien Virus Corona Wuhan Lebih Banyak Orang Dewasa daripada Anak?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 03 Februari 2020 | 12:25 WIB
Mengapa Pasien Virus Corona Wuhan Lebih Banyak Orang Dewasa daripada Anak?
Virus Corona. (Antara)

Suara.com - Kasus virus corona Wuhan semakin berkembang. Menurut laporan CBS News, setidaknya ada 17.205 kasus infeksi di seluruh dunia dan 361 kasus kematian pada Minggu (2/2/2020).

Dari semua pasien yang terinfeksi, sebagian besar adalah orang dewasa. Mengapa demikian?

Sebuah makalah yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada Kamis (30/1/2020) menganalisis 425 orang pertama di Wuhan yang terinfeksi virus.

Dari studi ini, peneliti menemukan pasien yang terinfeksi tidak ada yang lebih muda dari usia 15 tahun. Usia rata-rata pasien adalah 59 dan orang termuda yang meninggal masih berusia 36 tahun.

Satu-satunya anak kecil yang selama ini positif terinfeksi adalah seorang bayi berusia 9 bulan di Beijing.

Ternyata, hal ini juga terjadi saat wabah SARS pada 2003 lalu, kata dr. Mark Denison, seorang spesialis penyakit menular anak-anak di Vanderbilt University School of Medicine.

Sang ayah menangis melihat kondisi anaknya (Twitter/@Huh_My_Rahhhhh)
Sang ayah menangis melihat kondisi anaknya (Twitter/@Huh_My_Rahhhhh)

Infeksi SARS kurang umum di antara anak-anak daripada orang dewasa. Saat itu, anak berusia di bawah 13 tahun memiliki gejala yang jauh lebih sedikit daripada orang dewasa.

Menurut Denison, hal ini disebabkan oleh sel anak yang mungkin kurang ramah terhadap virus. Membuat virus sulit bereplikasi dan menularkan ke orang lain.

Peneliti studi ini pun menuliskan bahwa mungkin saja anak terinfeksi virus, namun gejala mereka akan lebih ringan dibandingkan orang dewasa.

baca juga

Denison mengatakan ini sesuai dengan perilaku penyakit yang disebabkan oleh virus.

"Secara evolusi, kita dirancang untuk terpapar hal-hal seperti ini saat masih kanak-kanak, dan kemudian kita akan memiliki kekebalan tubuh (terhadap virus tersebut)," ujar Denison, dilansir Time.

Pasien corona. (Antara)
Pasien corona. (Antara)

Sharon Nachman, seorang spesialis penyakit menular anak di Rumah Sakit Anak Stony Brook, di Stony Brook, NY, menambahkan bahwa lingkungan dapat membantu anak-anak dalam memerangi virus.

"Mereka ada di sekolah dan tempat penitipan anak. Mereka berada dalam lingkungan yang mudah menularkan penyakit. Mungkin ada beberapa sistem imun dari virus corona (yang dibangun tubuh anak), tapi itu tidak bertahan lama," ujar Sharon.

Tapi, Denison tetap menekankan bahwa ini bukan berarti anak-anak tidak dapat terinfeksi dan menularkannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bergaul dengan Penderita Corona, Virus Corona Jangkit 8 Warga Vietnam

Bergaul dengan Penderita Corona, Virus Corona Jangkit 8 Warga Vietnam

News | Senin, 03 Februari 2020 | 11:59 WIB

Korban Tewas karena Virus Corona Tebus 361 orang

Korban Tewas karena Virus Corona Tebus 361 orang

News | Senin, 03 Februari 2020 | 11:51 WIB

Korea Utara Klaim Bebas Virus Corona, Kok Bisa?

Korea Utara Klaim Bebas Virus Corona, Kok Bisa?

News | Senin, 03 Februari 2020 | 10:35 WIB

Terkini

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:32 WIB

VISION+ Hadirkan POTE, Serial Horor Soal Kutukan Mematikan di Pulau Marunda

VISION+ Hadirkan POTE, Serial Horor Soal Kutukan Mematikan di Pulau Marunda

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 11:27 WIB

Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma

Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:21 WIB

6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level

6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:20 WIB

Houthi Targetkan Warga Sipil di Riyadh dan 4 Kota Lain, Arab Saudi Siapkan Balasan Mengerikan

Houthi Targetkan Warga Sipil di Riyadh dan 4 Kota Lain, Arab Saudi Siapkan Balasan Mengerikan

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:18 WIB

Kemenhaj Periksa 19 Saksi Terkait Dugaan Manipulasi Nomor Porsi Haji di Jatim

Kemenhaj Periksa 19 Saksi Terkait Dugaan Manipulasi Nomor Porsi Haji di Jatim

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:15 WIB

8 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Apakah Selalu Pertanda Buruk?

8 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Apakah Selalu Pertanda Buruk?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 11:13 WIB

8 Cara Mengunci Kelembapan Ekstra pada Kulit Lansia tanpa Memicu Gatal

8 Cara Mengunci Kelembapan Ekstra pada Kulit Lansia tanpa Memicu Gatal

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 11:09 WIB

Komandan Elite Houthi Tewas dalam Serangan Udara, Selat Bab el-Mandeb Jadi Medan Panas

Komandan Elite Houthi Tewas dalam Serangan Udara, Selat Bab el-Mandeb Jadi Medan Panas

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:07 WIB

KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan Lintas Bogor Mulai Senin

KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan Lintas Bogor Mulai Senin

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:56 WIB

×