Kemenkes: Semprot Disinfektan Pada WNI dari Wuhan Diatur Oleh WHO

Selasa, 04 Februari 2020 | 15:13 WIB
Kemenkes: Semprot Disinfektan Pada WNI dari Wuhan Diatur Oleh WHO
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). [ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI]

Suara.com - Evakuasi 238 WNI dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, terkait wabah virus corona, sudah dilakukan pemerintah Indonesia 3 hari lalu. Tapi, momen penyemprotan disinfektan kepada para WNI sesaat setelah turun dari pesawat masih menjadi perbincangan, bahkan menjadi viral di dunia maya.

Banyak netizen menganggap bahwa perlakuan tersebut tidak memiliki efek banyak, karena virus corona disebut-sebut tidak mempan dengan disinfektan.

Tapi, soal itu, Kemenkes melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Maworuntu, M.Kes, punya jawabannya. "Itu sudah SOP (standar operasi prosedur). Memang nggak, tapi disinfeksi itu kan penting, supaya kumannya mati, bukan mati virus corona," jelasnya ketika ditemui di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2020).

dr. Wiendra Maworuntu, M.Kes di Kemenkes, Selasa (4/2/2020). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
dr. Wiendra Maworuntu, M.Kes di Kemenkes, Selasa (4/2/2020). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, sebelumnya juga memastikan penyemprotan disinfektan itu hanyalah sebuah bagian dari protokol kesehatan, yang juga dalam pelaksanaannya diatur langsung oleh organisasi kesehatan dunia, WHO.

"Saya memahami memang ada terjadi kontroversi terkait itu, tapi itu adalah bagian dari protokol WHO. Memang dilakukan untuk orang, alat angkut, dan barang," tutur Anung beberapa hari lalu.

Sementara itu, Indonesia berhasil mengevakuasi 238 WNI dari Hubei, China. Terdapat 7 orang WNI yang batal dievakuasi, 4 di antaranya mengaku lebih kerasan di China, dan 3 lainnya tidak lolos tes skrining oleh pemerintah China karena mengalami demam atau sedang sakit.

Para WNI yang berhasil dievakuasi ini, sekarang sedang dalam tahap dilakukan observasi kesehatan selama 14 hari di Pangkalan Udara Militer Lanud Raden Sadjad Natuna, Kepulauan Riau. Observasi bertujuan untuk dilihat apakah memiliki gejala atau sakit yang berpotensi membawa virus.

Namun hingga hari ketiga observasi, keadaan seluruhnya dipastikan sehat dan tidak ada satupun yang memiliki gejala sakit yang tidak diharapkan.

Baca Juga: Deforestasi Picu Perpindahan Virus dari Hewan ke Manusia seperti di Wuhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI