Virus Corona Wuhan Dapat Bertahan Hidup di Permukaan Halus hingga 5 Hari

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 05 Februari 2020 | 09:38 WIB
Virus Corona Wuhan Dapat Bertahan Hidup di Permukaan Halus hingga 5 Hari
Virus Corona. (Antara)

Suara.com - Meski beberapa waktu yang lalu sempat dikabarkan bahwa virus corona Wuhan kemungkinan dapat ditularkan melalui fecal oral, para ahli mengatakan saat ini belum ada kasus pasien yang sakit melalui penularan ini.

Jiang Rongmeng, anggota tim ahli yang dipilih untuk mengendalikan virus corona pnuemonia dan seorang kepala di Rumah Sakit Ditan Beijing mengonfirmasi bahwa virus menyebar melalui tetesan pernapasan dan kontak terhadap tetesan tersebut.

Dalam konferensi pers yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Hubei pada Senin (3/2/2020), Jiang Rongmeng meyakinkan masyarakat bahwa virus tidak mengudara.

Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan pada 17.205 kasus yang dikonfirmasi dan dibuktikan dengan epidemiologi.

Tetesan bersin dan batuk memiliki transmisi yang sangat terbatas, tetapi ketika tetesan ini mendarat di permukaan seperti gagang pintu atau tombol lift, maka orang yang menyentuhnya berisiko besar terkena infeksi.

Coronavirus, penyebab MERS. (Shutterstock)
Coronavirus (Shutterstock)

Tak hanya itu, virus corona juga dapat hidup selama satu hingga lima hari, tergantung pada kondisinya.

"Penelitian menunjukkan virus di permukaan yang halus bertahan selama beberapa jam. Dan juga dapat bertahan berhari-hari pada suhu dan kelembapan yang sesuai," kata Jiang, dilansir World of Buzz.

Sebagai contoh, tambahnya, virus sangat cocok tinggal di lingkungan ber -AC dengan suhu 20 derajat Celcius dan kelembapan 40% hingga 50%.

"Beberapa penelitian menunjukkan virus corona yang ditemukan sebelumnya mungkin dapat bertahan selama lima hari," sambungnya.

baca juga

Oleh karenanya, Jiang mendesak masyarakat untuk selalu mencuci tangan dan hindari menyentuh mata atau hidung setelah bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi virus.

Di sisi lain, kontaminasi fecal oral ditemukan setelah beberapa pasien mengalami diare, tetapi mereka tidak demam. Penularan fecal oral artinya virus dapat masuk ke mulut melalui benda, makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi kotoran orang terinfeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangani Virus Corona, China Gabungkan Pengobatan Tradisional dan Barat

Tangani Virus Corona, China Gabungkan Pengobatan Tradisional dan Barat

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 16:38 WIB

Antisipasi Virus Corona, WNI dari China di Natuna Diperiksa 2 Kali Sehari

Antisipasi Virus Corona, WNI dari China di Natuna Diperiksa 2 Kali Sehari

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 14:17 WIB

Hong Kong Konfirmasi Kematian Pertama karena Virus Corona Wuhan

Hong Kong Konfirmasi Kematian Pertama karena Virus Corona Wuhan

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 12:55 WIB

Terkini

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Sport | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:24 WIB

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Jogja | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:22 WIB

×