Update Proses Karantina di Natuna: 4 Orang Keluhkan Masalah Kesehatan

Vania Rossa, Risna Halidi

Rabu, 05 Februari 2020 | 16:12 WIB
Update Proses Karantina di Natuna: 4 Orang Keluhkan Masalah Kesehatan
Petugas medis memeriksa kesehatan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya di Pangkalan Udara Raden Sajad, Pulau Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). [ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI]

Suara.com - Proses observasi dan monitoring kesehatan ratusan WNI yang baru dipulangkan dari Wuhan, China, telah memasuki hari keempat. Pada Rabu (5/2) ini, Kementerian Kesehatan RI memberikan informasi terkini mengenai kondisi kesehatan ratusan WNI tersebut di Natuna.

Diceritakan oleh Dirjen P2P, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, melalui teleconference dengan media, tercatat ada empat orang yang mengunjungi pos kesehatan yang ada di ring satu wilayah observasi.

"Mereka di antara empat orang ini mengeluh satu gatal-gatal, kedua chepalgia atau pening, satu merasa cemas, dan satu masalah pencernaan. Alhamdulillah semuanya sudah ditangani oleh tim kesehatan kita yang ada di sana," kata Anung.

Setiap hari, lanjutnya, seluruh orang yang mengikuti proses observasi kesehatan terus dipantau suhu tubuh dan kesehatannya secara umum. Dan sejauh ini, kata Anung, tidak ada peningkatan suhu tubuh atau gejala-gejala lain yang berkaitan dengan gejala infeksi virus corona.

Kemenkes juga telah mengirim tujuh tim psikolog yang akan bertugas selama sisa waktu proses observasi ke depan. "Kemarin tujuh orang tim psikolog yang ada di Natuna ini sudah masuk ke ring satu dan memberikan dukungan psikologis untuk terus dampingi sampai masa observasi selesai," tambah Anung.

Area observasi sendiri dibagi ke dalam tiga zona, yaitu ring satu yang merupakan tempat ratusan warga yang dikarantina beserta tim penjemput dan tim kesehatan, serta ring dua dan ring tiga yang merupakan tempat pejabat dan ahli melakukan observasi dari jarak yang relatif jauh.

Sebelumnya diberitakan, dari total 42 sampel kasus dugaan virus corona yang masuk ke 27 rumah sakit di 15 provinsi di Indonesia, 40 sampel dinyatakan negatif dan dua sampel masih dalam observasi lebih lanjut.

"Kementerian Kesehatan tetap melakukan pengawasan terus menerus jadi spesimen (sampel kasus dugaan) masih tetap dalam pengawasan kita," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes Kemenkes, Dr. dr. Vivi Setiawaty M.Biomed.

Kemenkes juga mengonfirmasi mengenai kasus positif infeksi virus corona seorang WNI yang tinggal di Singapura. Dikatakan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementeria Kesehatan RI, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, WNI tersebut adalah seorang pekerja migran yang tidak pernah bepergian ke China.

baca juga

"Dia tertular oleh majikannya yang juga positif virus corona. Jadi ini penularan manusia ke manusia," tambah dr. Wiendra.

Secara keseluruhan, Kemenkes menyadari betul adanya peningkatan kasus wabah virus corona. Namun Kemenkes meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik.

"Peningkatan Kasus ini masih eksponental dan meningkat. Kita tetap diminta tidak panik dan tidak takut meski harus waspada dan tentunya semua harus mengikuti saran WHO," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Datangi WNI yang Dikarantina di Natuna, Melihat dari Bus

Prabowo Datangi WNI yang Dikarantina di Natuna, Melihat dari Bus

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 14:19 WIB

Prabowo ke Natuna Tanpa Pakai Masker: Aman!

Prabowo ke Natuna Tanpa Pakai Masker: Aman!

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 13:59 WIB

Update 285 WNI di Karantina Corona: Suhu Badan Kurang dari 38 Derajat

Update 285 WNI di Karantina Corona: Suhu Badan Kurang dari 38 Derajat

News | Selasa, 04 Februari 2020 | 19:34 WIB

Terkini

KRL Siap Mengular Hingga Cigombong pada 2027, Target Lanjut Sampai Sukabumi

KRL Siap Mengular Hingga Cigombong pada 2027, Target Lanjut Sampai Sukabumi

Bogor | Senin, 07 September 2026 | 21:10 WIB

Kasus ISPA Melonjak Dampak Karhutla, Pemkot Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas

Kasus ISPA Melonjak Dampak Karhutla, Pemkot Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas

Riau | Senin, 07 September 2026 | 21:07 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat

Banten | Senin, 07 September 2026 | 21:05 WIB

5 Clay Mask Berbahan Vulkanik untuk Mengecilkan Pori-pori Lengkap dengan Review Pengguna

5 Clay Mask Berbahan Vulkanik untuk Mengecilkan Pori-pori Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 21:03 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten Liburkan Sekolah dan Terapkan PJJ 3 Hari

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten Liburkan Sekolah dan Terapkan PJJ 3 Hari

Banten | Senin, 07 September 2026 | 21:01 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Bupati Pemalang ke Rumah Media Posko Pemenangan

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Bupati Pemalang ke Rumah Media Posko Pemenangan

News | Senin, 07 September 2026 | 20:58 WIB

6 Fakta Warga Bogor 'Panic Buying' Masker Imbas Erupsi Krakatau: Stok Apotek Ludes

6 Fakta Warga Bogor 'Panic Buying' Masker Imbas Erupsi Krakatau: Stok Apotek Ludes

Jabar | Senin, 07 September 2026 | 20:56 WIB

Malaysia Desak Nama Perusahaan Pelaku Karhutla Dibuka, DPR Buka Suara

Malaysia Desak Nama Perusahaan Pelaku Karhutla Dibuka, DPR Buka Suara

News | Senin, 07 September 2026 | 20:52 WIB

Gojek, KAI, & Pemkot Bogor Kolab Dukung Perjalanan Komuter di Stasiun Bogor

Gojek, KAI, & Pemkot Bogor Kolab Dukung Perjalanan Komuter di Stasiun Bogor

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 20:51 WIB

Di Tengah Abu Anak Krakatau, Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Jadi yang Pertama Kembali Normal

Di Tengah Abu Anak Krakatau, Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Jadi yang Pertama Kembali Normal

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 20:42 WIB

×