Pakar Singapura: Ruangan Ber-AC Menguntungkan Perkembangan Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 11 Februari 2020 | 15:22 WIB
Pakar Singapura: Ruangan Ber-AC Menguntungkan Perkembangan Virus Corona
Ilustrasi coronavirus (virus corona). (Shutterstock)

Suara.com - Singapura telah menaikkan status The Disease Outbreak Response System Condition (Dorscon) virus corona Wuhan menjadi oranye, dari yang awalnya kuning. Artinya, virus sudah dianggap parah dan penyebaran dapat meluas di masyarakat.

Setelah kenaikan level ini, 9 pakar penyakit menular di Singapura mengadakan konferensi pers pada Senin (10/2/2020) untuk menjawab sejumlah pertanyaan tentang 2019-nCoV ini.

Pertanyaan tersebut termasuk apakah masyarakat harus khawatir setelah komisi kesehatan Shanghai telah mengumumkan jika virus berada di udara, serta ditularkan melalui tetesan, hingga apakah lebih baik tinggal di ruangan ber-AC atau pergi keluar selama wabah terjadi.

Di antara 9 panelis yang hadir, dua di antaranya adalah kepala ilumuwan kesehatan Kementerian Kesehatan Tan Chorh Chuan dan Wang Linfa, profesor di Duke-NUS Medical School.

Menurut mereka, yang dilansir South China Morning Post, virus dapat berkembang di lingkungan yang dingin dan kering, yang bisa berada di ruangan ber-AC.

 Petugas medis memeriksa pasien 2019-nCoV di Rumah Sakit Universitas Wuhan Zhongnan, Provinsi Hubei, China, Selasa (28/1/2020). (ANTARA/HO-ChinaDaily/mii)
Petugas medis memeriksa pasien 2019-nCoV di Rumah Sakit Universitas Wuhan Zhongnan, Provinsi Hubei, China, Selasa (28/1/2020). (ANTARA/HO-ChinaDaily/mii)

Profesor David Lye, direktur Kantor Penelitian dan Pelatihan Penyakit Menular di National Centre for Infectious Disease, mengatakan di luar tubuh manusia, virus corona kemungkinan dapat bertahan satu hingga tiga jam di lingkungan panas dan lembab.

Dia juga memperingatkan bahwa kondisi ruangan ber-AC dapat menguntungkan virus untuk berkembang dalam periode lebih lama.

"Mungkin ini saatnya untuk mematikan pendingin ruangan dan hanya menikmati angin serta matahari. Di ruang terbuka, kamu benar-benar tidak akan menangkapnya dari orang yang lewat," kata Lye.

Terlepas dari konferensi pers ini, data per Selasa (11/2/2020) menunjukkan kasus virus corona Wuhan kembali bertambah. Di Singapura, dinyatakan sudah ada 45 kasus yang terdeteksi. Sedangkan di China sendiri sudah ada 1.013 orang dinyatakan meninggal dan lebih dari 42.000 orang terinfeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Meningkat, Singapura Teliti Pembuatan Vaksin Virus Corona Wuhan

Kasus Meningkat, Singapura Teliti Pembuatan Vaksin Virus Corona Wuhan

Health | Selasa, 11 Februari 2020 | 15:21 WIB

Virus Corona Sudah Level Oranye, Penerbangan ke Singapura Belum Dilarang

Virus Corona Sudah Level Oranye, Penerbangan ke Singapura Belum Dilarang

Bisnis | Selasa, 11 Februari 2020 | 13:30 WIB

Kisah Sopir Grab Bertemu Penumpang dari 'Neraka', Muntah hingga Digigit

Kisah Sopir Grab Bertemu Penumpang dari 'Neraka', Muntah hingga Digigit

News | Selasa, 11 Februari 2020 | 12:02 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB