Pakar: Perubahan Iklim Membuat Masa Depan Anak di Seluruh Dunia Terancam

Kamis, 20 Februari 2020 | 09:38 WIB
Pakar: Perubahan Iklim Membuat Masa Depan Anak di Seluruh Dunia Terancam
Ilustrasi anak-anak (Pixabay)

Suara.com - Para ahli mengatakan, perubahan iklim dan iklan berbahaya yang mendorong orang-orang untuk mengonsumsi makanan cepat saji serta mengonsumsi minuman beralkohol di bawah umur membawa risiko pada anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), dan jurnal kesehatan The Lancet memberi peringkat kepada 180 negara terkait kemungkinan anak dapat berkembang, dengan fokus pada faktor kesehatan dan kesejahteraan anak, seperti pendidikan, gizi, dan kematian mereka.

Kemudian, setiap negara diberi peringkat berdasarkan tingkat emisi karbon di negaranya oleh 40 ahli kesehatan anak yang menyusun laporan tersebut.

"Setiap anak di seluruh dunia sekarang menghadapi ancaman eksistensial dari perubahan iklim dan tekanan komersial," kata mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark.

"Negara-negara perlu merombak pendekatan mereka terhadap kesehatan anak dan remaja untuk melindungi dunia yang akan mereka warisi di masa depan," sambungnya, dilansir BBC, Kamis (20/2/2020).

Ilustrasi anak-anak main internet. [Shutterstock]
Ilustrasi anak-anak main internet. [Shutterstock]

Para ahli pun memperingatkan akan adanya kenaikan suhu global hingga 4 derajat Celcius pada 2100, yang menurut mereka dapat mengakibatkan konsekuensi kesehatan parah untuk generasi mendatang.

Konsekuensi tersebut, kata mereka, adalah kenaikan permukaan laut, gelombang panas, malnutrisi parah, dan lonjakan penyakit menular seperti malaria.

"Lebih dari dua miliar orang tinggal di negara-negara di mana pembangunan terhambat oleh krisis kemanusiaan, konflik, bencana alam, masalah semakin terkait dengan perubahan iklim," ujar menteri Awa Coll-Seck, dari Senegal.

Meski negara-negara termiskin di dunia merupakan negara dengan emisi gas rumah kaca terendah, mereka justru dianggap paling mungkin terkena dampak negatif dari perubahan iklim.

Baca Juga: Indonesia Krisis Iklim, Pemerintah Didesak Sahkan RUU Perubahan Iklim

Pada 2015 lalu, beberapa negara di dunia menyepakati 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk tidak adanya kelaparan, nol kemiskinan, dan aksi iklim. Namun, lima tahun kemudian, masih sedikit kemajuan yang telah dicapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI