Peneliti: Penyebaran Virus Corona Covid-19 Lebih Mirip Flu Ketimbang SARS

Yasinta Rahmawati
Peneliti: Penyebaran Virus Corona Covid-19 Lebih Mirip Flu Ketimbang SARS
Karyawan pabrik masker di Changyuan, Provinsi Henan, memeriksa hasil pekerjaannya di tengah tingginya permintaan masker di China selama berjangkitnya wabah COVID-19. (ANTARA/HO-ChinaDaily/mii)

Covid-19 memiliki pola yang sama dengan influenza.

Suara.com - Sebuah temuan yang diterbitkan pada hari Rabu (19 Februari) dalam New England Journal of Medicine memberikan bukti baru bahwa Covid-19 tidak seperti penyakit serupa sebelumnya, yakni SARS.

Dilansir dari Reuters, SARS menyebabkan infeksi jauh di saluran pernapasan bawah yang dapat menyebabkan pneumonia. Sedangkan Covid-19 tampaknya menghuni saluran pernapasan bagian atas dan bawah.

Itu akan membuatnya tidak hanya mampu menyebabkan pneumonia parah, tetapi juga menyebar dengan mudah seperti flu atau pilek.

Para peneliti di provinsi Guangdong, China memantau jumlah virus corona pada 18 pasien. Salah satunya, yang memiliki tingkat virus moderat di hidung dan tenggorokannya, tidak pernah memiliki gejala penyakit apa pun.

Di antara 17 pasien yang bergejala, tim menemukan kadar virus meningkat segera setelah gejala pertama kali muncul, dengan jumlah virus yang lebih tinggi hadir di hidung daripada di tenggorokan. Pola yang lebih mirip dengan influenza daripada SARS.

Tingkat virus pada pasien tanpa gejala pun mirip dengan apa yang ada pada pasien dengan gejala, seperti demam.

Wabah Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Wabah Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Temuan menambah bukti bahwa virus baru ini, meskipun secara genetik mirip, tidak berperilaku seperti SARS, kata. Dr Kristian Andersen, seorang ahli imunologi di Scripps Research di La Jolla, California, yang menggunakan alat pengurutan gen untuk melacak wabah penyakit.

"Virus ini jelas jauh lebih mampu menyebar di antara manusia daripada virus corona novel lain yang pernah kita lihat. Ini lebih mirip dengan penyebaran flu," kata Dr. Andersen, yang tidak terlibat dengan penelitian ini.

Para peneliti mengatakan temuan mereka menambah laporan bahwa virus dapat ditularkan pada awal perjalanan infeksi, dan menyarankan bahwa mengendalikan virus akan memerlukan pendekatan yang berbeda dari apa yang bekerja pada SARS.

Hingga kini, virus corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang. Sementara itu jumlah korban meninggal mencapai 2.700 orang lebih, dengan sebagian besar kasus dan kematian tetap terkonsentrasi di Provinsi Hubei, pusat penyebaran virus corona.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS