Peneliti Ungkap Lama Virus Corona Covid-19 Bertahan Hidup di Tubuh Pasien!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 15 Maret 2020 | 17:59 WIB
Peneliti Ungkap Lama Virus Corona Covid-19 Bertahan Hidup di Tubuh Pasien!
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Sejauh ini orang hanya mengetahui lamanya virus corona Covid-19 bisa bertahan hidup di permukaan benda mati. Tetapi, banyak orang mungkin belum tahu berapa lama virus yang mematikan ini bisa bertahan hidup di dalam tubuh pasien.

Karena itu, para peneliti berusaha memberi tahu lamanya virus corona Covid-19 bisa bertahan hidup di dalam tubuh orang yang positif terinfeksi.

Sebelumnya, para peneliti di China telah mempelajari data dari sekitar 191 pasien corona Covid-19, termasuk 54 orang meninggal yang dirawat di Rumah Sakit Jinyintan dan Rumah Sakit Paru Wuhan.

Penelitian terhadap pasien yang masih dalam perawatan dan sudah meninggal itu guna mencari tahu lamanya virus corona Covid-19 bisa bertahan hidup.

Hasilnya, mereka menyimpulkan bahwa RNA virus bisa bertahan hidup di dalam tubuh pasien yang terinfeksi rata-rata 20 hari. Tetapi, virus corona Covid-19 juga bisa bertahan hingga 37 hari atau sekitar 5 minggu.

Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Saat ini mereka yang sudah terinfeksi virus corona Covid-19 telah direkomendasikan untuk tetap dalam isolasi diri selama 14 hari, yakni periode waktu selama masa inkubasi virus corona Covid-19.

"Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa SARS-CoV-2 RNA yang terdeteksi bisa bertahan selama rata-rata 20 hari," tulis peneliti yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet dikutip dari Fox News.

Mereka juga memiliki perbandingan dengan mendeteksi viral load pada spesimen pernapasan dari sekitar sepertiga pasien selama 4 minggu setelah onset penyakit.

Perbandingan ini dilihat dari sekitar sepertiga pasien selama wabah SARS pada awal 2000-an dan meraka yang terinfeksi sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS).

Hasilnya, mereka menemukan bahwa durasi deteksi RNA MERS-CoV dalam spesimen pernapasan yang lebih rendah bertahan selama setidaknya 3 minggu.

Para peneliti mencatat bahwa temuan ini memiliki implikasi penting untuk pengambilan keputusan isolasi pasien dan bimbingan seputar lamanya pengobatan antivirus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Hand Sanitizer untuk Cegah Corona Covid-19, Berapa Lama Efektifnya?

Pakai Hand Sanitizer untuk Cegah Corona Covid-19, Berapa Lama Efektifnya?

Health | Minggu, 15 Maret 2020 | 17:13 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Menular saat Berbicara, Begini Kata Profesor!

Virus Corona Covid-19 Bisa Menular saat Berbicara, Begini Kata Profesor!

Health | Minggu, 15 Maret 2020 | 16:05 WIB

Jokowi Minum Ramuan dari Temulawak, Ketahui Manfaatnya untuk Cegah Corona!

Jokowi Minum Ramuan dari Temulawak, Ketahui Manfaatnya untuk Cegah Corona!

Health | Minggu, 15 Maret 2020 | 14:19 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB